Imunisasi Simultan

Kemarin Sabtu Aghnan abis kunjungan ke dokter anaknya lagi. Biasa, untuk kontrol 18 bulan dan sekaligus imunisasi simultan DTP+Polio+Hib yang keempat dan booster Hepatitis A. Alhamdulillah grafik pertumbuhan berat badan dan tinggi nya masih di percentile yang sama dan ke dokter lagi umur 24 bulan untuk imunisasi Typhoid. Wah gak nyangka aja, imunisasi nya Aghnan sudah tinggal Typhoid saja. Abis itu baru ke dokter lagi pas umur 5 tahun buat booster imunisasi-imunisasi sebelumnya. 🙂

Menarik adalah ketika aku share di twitter kalau Aghnan bakal imunisasi simultan, masih ada yang komentar kalau “kok, banyak amat, gak takut kenapa-napa?” trus ada lagi yang komentar “gak kasihan sama anaknya disuntiknya jadi banyak?“. Hehe, melihat masih ada yang respon seperti itu dan masih banyak yg percaya mitos tentang imunisasi simultan jadi pengen sharing disini soal imunisasi simultan. Soalnya aku punya pengalaman dengan dsa Aghnan dulu yang gak mau kasih imunisasi imultan. Karena gak mau kasih imunisasi simultan jadi agak repot ya bolak balik ke Rumah Sakit, belum lagi kalau anak sakit, jadi imunisasinya jadi mundur dan lama deh gak selesai-selesai.

Imunisasi Simultan ini apa sih sebetulnya? Yaitu imunisasi yang dilakukan dengan memberikan lebih dari satu vaksin pada waktu yang bersamaan. Kurang lebih kayak vaksin combo DTP+Hib gitu. Cuman kalau vaksinnya belum dibuat combo nya, simultan dapat dilakukan dengan memberikan vaksin yang berbeda tersebut secara bersamaan.

Waktu ikut PESAT, dr. Wati menceritakan beberapa manfaat imunisasi simultan. Antara lain yaitu:

  1. Memberikan perlindungan dini dan optimal kepada anak kita. Sebelum usia 12 tahun anak sudah mendapatkan imunisasi dasar yang akan melindungi mereka dari berbagai penyakit yang membahayakan.
  2. Mengurangi angka kunjungan ke rumah sakit/ dokter. Selain menghemat tenaga, waktu dan uang (pastiinya hemat biaya ke dokter doong 🙂 ). Kita juga meminimalisir anak terpapar dengan anak-anak lain yang sedang sakit.

Nah gimana sih aturan imunisasi simultan ini.  Sebelum kita lihat aturan imunisasi simultan ini kita harus tau kalau jenis vaksin itu ada dua jenis. Vaksin hidup atau vaksin mati (yang dilemahkan). Yang temasuk golongan vaksin hidup ini antara lain adalah: vaksin Polio, vaksin BCG, vaksin MMR, vaksin Varicella, vaksin Campak. Kemudian yang termasuk golongan vaksin mati (yang dilemahkan) ini antara lain adalah: vaksin Hepatitis A, vaksin Hepatitis B, vaksin Typhoid, vaksin DPT dan vaksin HiB.

Aturannya kurang lebih seperti ini:

  • Vaksin Mati + Vaksin Mati –> bisa diberikan simultan kapan saja
  • Vaksin Mati + Vaksin Hidup –> bisa diberikan simultan kapan saja
  • Vaksin Hidup + Vaksin Hidup –> bisa diberikan simultan, namun jika tidak diberikan secara simultan, harus ada jarak pemberian antara vaksin hidup selama 4 minggu. (jadi mending simultan kan? 🙂 )

Kemudian, selain kita merujuk ke jadwal imunisasinya IDAI 2010, kita juga bisa baca-baca mengenai waktu pemberian imunisasi dan serba serbi imunisasi di milis sehat atau di web nya CDC (Centers for Disease Control and Prevention). Biasanya sih aku baca-baca di dua web rujukan saya baru planning buat imunisasi Aghnan.

Kayak contohnya untuk vaksinasi Hepatitis A, kalau menurut jadwal IDAI itu diberikan mulai anak umur 24 bulan. Sedangkan kalau menurut CDC, vaksin hepatitis A dosis pertama dapat diberikan mulai pada anak 12-23 bulan . Enaknya, dsa nya Aghnan yang sekarang sangat enak diajak diskusi. Dari pertama kali Aghnan sama dia, jadwal imunisasinya Aghnan sudah di plan dengan jelas sama dia sampai 1 tahun kedepan. 🙂

Jadi buat yang belum pernah imunisasi simultan, monggo browsing-browsing lebih lanjut ya. Nanti bisa diskusi dengan dsa nya 🙂

18 thoughts on “Imunisasi Simultan

  1. rere says:

    aih super jempolan banget bunda yang satu ini.. thank you for sharing ya mba, InsyaAllah klo baby ak dah lahir, ak buka2 arsip ttg imunisasi boleh yaa… ^^

    [Reply]

    Mrs.Karimuddin Reply:

    boleh doong 🙂 Sukses lahirannya yaa 🙂

    [Reply]

    rere Reply:

    makasiy mba…. *peluuuuk*

    [Reply]

  2. sari cahyono says:

    seperti kamus imunisasi berjalan aja bundanya Aghnan ini,,,selalu full informasi, inspired and motivated. Bolehh ngikutin ni ya Bun…Aya terakhir imunisasi Campak 9 bulan kemaren, hanya imunisasi wajib, belum pernah yang sunah. pengen ngikutin Bunda Aghnan yang ngasih imunisasi lengkap ini,,ciamikkkk dah pokoke Bunda yang satu ini. ^^

    [Reply]

    Mrs.Karimuddin Reply:

    kalau menurut IDAI 2010 kan semua imunisasi dihitungnya wajib kl ga salah ya.. Jadi diperlakukan sama. Jadi udah ga ada yang sunah lagi. Cuman beberapa vaksin macam PCV atau rotavirus kita kudu browsing-browsing..

    [Reply]

  3. anggi says:

    hai nggi..

    klo gak salah km ke Dsa nya yg d RS Puri Indah yah?boleh tau gak ke dokter siapa?sepertinya ak jga mau ganti dsa 🙂 .. sebelumnya ak k dsa Dr Kumala yg d sam marie..tp aga kurang cocook yah hihihi .. karna rumah ku d sekitar puri jd mau nyoba k RS Puri ini 🙂

    makasih yah nggi 🙂

    sehat” yaah aghnan ganteng 😉

    [Reply]

    Mrs.Karimuddin Reply:

    Aghnan ke dr. Yovita Ananta.. Dia praktek di RS. Pondok Indah sama Rs. Puri Indah 🙂

    [Reply]

  4. dennita says:

    de, kl bole tau, aghnan imunisasi dgn dsa sapa? gw kan sempet baca blog u yg soal alergi aghnan dan u ke dr.yovita anak gw jg nih alergian, kyknya mo cr dsa lain:( alergi dikasi apa de? imunisasi ke dr.yovita jg ga?

    [Reply]

    Mrs.Karimuddin Reply:

    iya dsa nya Aghnan tetep sama dr. yovita.. Aghnan alergi cuman dikasih obat pada waktu kasus alergi aja.. antihistamin biasa.. cuman bukan treatment alergi nya.. Soalnya kan alergi gak bisa dihilangin, cuman bisa di tanggulangin supaya tidak kontak dengan alergi nya..

    [Reply]

  5. suliy says:

    Huaaahhhh, makasih banget info’nya. Kebetulan aku baru lahiran dan baby’nya baru 1kali imunisasi. Kedepan mo minta DSAnya kasih imunisasi simultan aja, klo gak mau, ya pindah dokter. Kayanya positif bgt ya.
    Oiya, salam kenal, Nggi. Silent reader udah lama, suka blog’nyah impormatip ^_^

    [Reply]

  6. linda says:

    Mbak Anggi tahu dr yovita praktek selain di rs puri indah, per hari ini saya telpon sudah tidak praktek di situ lagi. dan hanya ada di rs pondok indah. Kalau boleh tahu, kira2 ada contact no. atau emailnya dr yovita yang bisa dihubungi? Terima kasih.

    [Reply]

    Mrs.Karimuddin Reply:

    yaa dr. Yovita udah gak di Puri Indah 🙁 Huaaaa.. Aku punya emailnya sih bisa ke yovitananta@gmail.com selalu dibales kok sama dia..

    [Reply]

    linda Reply:

    Thanks emailnya. Dari balasan emailnya, dr. Yovita hanya praktek di pondok indah, terpaksa mencari dokter lain yang lebih dekat dari rumah.

    [Reply]

  7. Niken W says:

    Hellow Mom…
    wah ternyata sudah banyak ya mom yg menerapkan imunisasi simultan, saya sendiri baru tau ada imunisasi simultan sejak bulan lalu ikut seminar pesat di surabaya, agak telat yaa..tp better late than never 😉 btw adakah para moms disini yg memberi imunisasi simultan sampe 3 atau 4 vaksin sekaligus? krn imunisasi anakku yg pending ada 3 jenis nih… hiks…mau sekalian dikasih biar gak tertunda terus.. thanks ya mom 🙂

    [Reply]

    Mrs.Karimuddin Reply:

    aku pernah simultan sampai 3 vaksin sekaligus. alhamdulillah no issue.. 🙂

    [Reply]

  8. dewi says:

    mom, ini saya ibu yang baru melek kesehatan. untuk imunisasi HIB kebetulan saat itu saya menolak, denger2 bikin autis, ternyata hanya hoax setelah baca2.putra saya sudah 6 bln, untuk HIB gimana ya..lalu untuk vaksinasi yang lain kira2 apa ya ? saya baca2 tapi bingung menetukan pilihan.terima kasih

    [Reply]

    Mrs.Karimuddin Reply:

    mungkin bisa diskusi dengan dsa nya buat bikin plan catch up immunization.. soalnay saya kan gak tau sejarah imunisasi yg sudah apa belom gimana..

    [Reply]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *