Taman Burung dan Kereta Gantung Taman Mini Indonesia Indah

Lagi semangat banget ngajakin Aghnan ke tempat-tempat yang bukan mall tiap weekend, mangkanya kemarin tiba-tiba pengen ngajakin Aghnan ke Taman Mini Indonesia Indah. Maklum, lama-lama bosan juga kalau ke mall terus dan sebagai warga Jakarta yang haus ruang hijau terbuka jadi dari beberapa minggu yang lalu kalau weekend pasti ajak Aghnan ke Taman Kota kayak Monas, Taman Menteng atau Taman Suropati. Pengen cari pengalaman yang beda aja buat Aghnan.

Kita berangkat pagi jam setengah 9. Aku pikir bukanya dari jam 9. Ternyata TMII itu udah buka dari jam 7 pagi. Hehehe, maklum trip impulsif jadi gak pake browsing-browsing apalagi nyusun itinerary segala. Jadi mengandalkan ingatan waktu terakhir kali ke TMII, dan ituuu kurang lebih 1 dekade yang lalu, waktu bikin buku tahunan SMA. 😆 Begitu sampai TMII ternyata bad timing banget, soalnya pas ada gathering grup Astra. Jadinya muaceeett edan mau masuk TMII aja.. T.T

Untung si bocah kalau masuk ke tempat baru hepi hepi aja. Jadi walau macet tetap seneng nunjuk sana nunjuk sini. Terlepas dari kemacetan, langsung deh aku suruh cabcus ke Taman Burung. Di Taman Burung ini stroller bisa masuk dan lumayan stroller friendly. Cuman berhubung pengennya Aghnan bisa eksplor bebas, aku tinggalin stroller di mobil. Kebetulan masih dapat parkir di depan pintu masuknya.

Taman Burung ini ternyata masih sama kayak dulu yah. Gak berubah. Tapi alhamdulillah bersih, burung-burungnya banyak (bahkan banyak yang berkeliaran bebas) dan yang bikin aku senang adalah segar banget udara di dalam. Hijau royo-royo dimana-mana. Ini baru ruang terbuka hijau yang enak banget. Coba ada taman ditengah kota yang kayak gini di Jakarta ya. Di Taman Burung sendiri ada 2 kubah. Kubah Barat dan Kubah Timur. Isinya pun beda, di Kubah Barat isinya burung-burung yang hidup di sebelah barat Indonesia. Dan di Kubah Timur isinya burung-burung yang hidup di sebelah timur Indonesia.

Cuman saking gak berubahnya dari jaman dulu, jadi ya obsolete banget. Kalau si mas bilang old school. 😆 Gak semua kandang burung ada informasinya. Kalaupun ada masih yaa old school style.. Peta Taman Burung pun saking udah lamanya gak diganti jadi udah karatan gitu ujung-ujungnya. Hihihi.. Coba bisa di upgrade dan di modifikasi jadi bisa lebih menarik dan terkini 🙂 

But we had fun tough. Aghnan semangat menjelajah sana sini. Bahkan semangat ngejar-ngejar burung yang berkeliaran bebas disitu.. -.-” Kalau aku sendiri paling suka sama Kubah Timur. Ya soalnya burung-burung di Indonesia Timur kan emang lebih colourful. Lucunya sih si Aghnan semangat waktu lihat Kakaktua. Dia kan suka sama lagu Burung Kakaktua. Jadi pas dikasih lihat burung kakaktua beneran dia lama di depan kandangnya, dan pengen pegang-pegang. Apalagi burungnya pun juga bawel dan berani deket-deket kita. 🙂

Selesai dari Taman Burung, kita langsung nyebrang ke stasiun Kereta Gantung B yang ada di seberang Taman Burung. Di stasiun Kereta Gantung B emang gak sepanjang antrian di stasiun A atau C sih. Cuman ya agak lama juga nunggunya. Untung si bocah anteng ngeliatin kereta gantung lalu lalang. Dia ngeliatin mesin yang muterin kereta gantung juga. Hehehe semua yang berbau-bau mekanik dia doyan lah. Bikin anteng. Pas naik kereta nya pun dia excited. Alhamdulillah gak takut sama sekali. Bahkan saking excited nya sampai mau ngelongok dari jendela kecilnya (yang asli bikin aku dan mbak nya jantungan -.-” ).

Selesai dari kereta gantung kita tadinya pengen langsung cari makan, cuman berhubung kita gak bawa uang cash banyak dan ATM sungguh susah dicari di dalam TMII, ditambah dengan penuhnya pengunjung karena gathering, akhirnya aku sama mas mutusin langsung balik aja keluar buat cari makan. Si bocah untung bawa makanan dari rumah, jadi gak crancky karena kelaparan. Next time pengen ajak Aghnan masuk ke Museum Transportasi, Museum Keprajuritan dan Akuarium Air Tawar ah. We’ll save it for another weekend. 🙂

HTM Taman Mini Indonesia Indah
Dewasa: 9.000 IDR
Mobil: 10.000 IDR
Taman Burung: 13.000 IDR/orang
Skylift: 25.000 IDR/orang –> anak diatas 82 cm dihitung tiket penuh.

6 thoughts on “Taman Burung dan Kereta Gantung Taman Mini Indonesia Indah

  1. ananta jeumpa says:

    Ragunan patut di coba juga lho…
    Tipsnya: datang jangan lebih dari jam 6.30… lalu keluar jangan lebih dari jam 9.. Jadi pas waktu pengunjung sedang ramai-ramainya masuk kita sudah selesai keliling.
    Tapi kalau mau naik gajah dan delman-delmannya, itu baru buka jam 10.

    Selamat menjelajah sisi lain jakarta selain mall yaaa..

    [Reply]

  2. Lulu says:

    Anggi…kalau suka naik kereta gantung, coba deh Gondola di Ancol, lebih bagus, pemandangannya juga bisa liat laut..tapi sayang lebih mahal 40 ribu per orang 🙂

    [Reply]

    Mrs.Karimuddin Reply:

    huee mahal ya 40rb per orang.. Ancol lebih komersil juga sih ya.. But thanks for the info 🙂

    [Reply]

  3. anis says:

    bener banget…aku juga udah ajakin Nay ke tempat2 wisata lokal kaya seaworld, ragunan, the junggle, oceanpark, monas, tmii, taman safari dan taman2 kota sekitaran rumah budget terkontrol dan yang penting anaknya syenangggg…tapi ya bok mall tetep paling banyak kunjungannya 🙂

    [Reply]

  4. jeany says:

    klo ke tmii lg coba deh ke museum transportasi. bagussss n luas bgt. surprisingly,hrg tiketnya cm 2rb. my 4-year-old excited bgt liat kereta kuno kepresidenan scr dia addicted to thomas n friends. transportasi lain jg banyaaakkk bnr. bnr2 must visit place. taman burung mnrt aq krg bersih. kotoran burung dimana2.
    next mau coba pusat peraga iptek.

    [Reply]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *