Review Baby Zen Yoyo

Tak pikir setelah pengalaman Aghnan dengan strollernya, sudah membuat diriku tidak melirik stroller baru lagi. Ternyata salah saudara-saudara. Perkembangan stroller di jagad per mamahan ternyata rapid banget ya. Setelah puas banget dengan yang namanya Quinny Zapp dan MacLaren ternyata ketika harus travelling dengan bayi 3 bulan membuat gw melirik stroller yang super duper ringan. Salah satu stroller yang membuat aku tergugah antara lain adalah strollernya Baby Zen Yoyo.

Pertama kali lihat di youtube ternganga, soalnya cara ngebuka Baby Zen Yoyo itu super simpel. Stroller sekali kepret langsung kebuka. Hahahaha.. Nih coba lihat cara membuka si Yoyo dari youtube.

Kemudian pas baca-baca lagi ternyata selain super simpel beratnya pun cuman 5.9 kg aja untuk Baby Zen Yoyo yang 6+, dan yang terpenting, ketika dilipat dimensinya memungkinkan untuk strollernya dimasukan ke cabin. Jadi gak usah dititipin sebelum gate lagi.

Bikin super galau, apalagi mengingat waktu mau ke HongKong tahun lalu aku bingung mau bawa stroller yang mana. Argen belum bisa naik quinny zapp (generasi lama jadi belum bisa di recline). MacLaren XLR pun terasa berat sekali apalagi melihat kondisi jalan di HongKong itu agak tricky. Butuh stroller yang gampang dilipat dan ditenteng jika harus tukeran dengan baby carrier. Mau full baby carrier juga kasihan masa si baby gak bisa ngelurusin punggung. Akhirnya setelah pikir bolak balik mencoba mencari lah dimana beli si Baby Zen Yoyo.

Nyarinya di online shop di Instagram. Karena belum ada distribusi resmi Baby Zen Yoyo di Indonesia. Mothercare isinya bugaboo sama MacLaren semua. Terus begitu nemu online shop yang jual dilema lagi beli yang 0+ atau yang 6+.  Iya, Baby Zen Yoyo itu ada dua jenis yang untuk 0+ (infant 0 – 6 bulan) sama 6+ (6 bulan keatas). Kenapa dibedain begitu karena Baby Zen Yoyo yang 6+ itu gak bisa full recline.

Argen waktu itu harusnya ya masih pakai yang 0+ karena yang 6+ belum bisa full recline. Tapi setelah diskusi sama mbak baik dari online shop @aust_babyshop akhirnya memutuskan langsung beli yang 6+. Servisnya oke banget ini online shop (recomended). Pas dicobain ke Argen ternyata dia udah pas pakai si 6+. Rada nekat sih, tapi Argen nyaman-nyaman bobok disitu dan sesungguhnya recline mentoknya sama kayak Argen main di baby bouncer juga. Cuman emang kalau baby nya beratnya sesuai aturan (well, Argen kan emang chubby monkey yah) bisa agak loose ditaro yang di 6+ (walau sudah pakai harnest paling mentok)

IMG_8051

IMG_8053

IMG_8052

Selama di HongKong pakai Baby Zen Yoyo sangat nyaman. Argen pun enak tidur di stroller. Keluar masuk MRT dan pesawat pun simpel karena dibuka tutupnya gampang pisan. Sampai sekarang pun jadi favorit kita kemana2 sama Argen. Manuver nya pun juga lumayan ok.

Sayang si Baby Zen Yoyo cuman sampai berat 15 kg. Mengingat Argen 7 bulan sudah 11 kg, siap-siap dijual lagi kayaknya. Iya, kayaknya dua anak cukup deh hahahahaha :p

 

18 thoughts on “Review Baby Zen Yoyo

  1. Shinta says:

    Waaaw, Argen aslinya bongsor banget yaa, montok ginak ginuk, mirip banget sama abang Aghnan.. pernah ketemu di RSPI tapi nggak sempat sapa Anggi :)… Baby Zen Yoyo, light weight stroller pas untuk travelling.. warna pilihannya juga netral, keren.. kalau jadi dijual mau ganti stroller apalagi ni?

    [Reply]

    Mrs.Karimuddin Reply:

    Oya? Lain kali sapa ajaaa.. 🙂 Kalau dijual balik pakai MacLaren XLR andalan Shin. 🙂

    [Reply]

  2. Fenny says:

    Hi mba waktu pertama pakai baby zen yoyo ini berat bayinya brp ya? Babyku soalny baru 2 bulan dengan berat 5.3 kg, uda ba pake 6+ blm ya?

    [Reply]

    Mrs.Karimuddin Reply:

    Kalau gak salah ini Argen 1 tahun yg lalu, jadi kurang lebih dia 3-4 bulan. Beratnya tapi udah 7.5 – 8 kg pas dia umur segitu..

    [Reply]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *