Hai.. hai.. udah lihat tampilan themes baru kita? Suka gak? Oh well, kita pribadi sukaaa banget sama themes ini. Apalagi banyak balon-balonnya jadi mengingatkan sama Film UP kan. Hihihi UP itu emang salah satu film favorit kita berdua. Dan pokoknya kita berdua bercita-cita supaya terus bisa saling mencintai kayak Carl dan Ellie. Forever and ever deh pokoknya. Bahkan sampai after life (Amiin..)
Emang agak beda ya sama beberapa themes kita sebelumnya yang di dominasi banner besar berisi foto-foto kita (maklum, kadar kenarcisan sungguh membuncah-buncah
). Dan informasi mengenai kita pun lebih gampang dibaca orang. Hehehe, kalo yang ini lebih nampak anonymous gak sih? Kenapa pengennya begitu, ya salah satu alasannya gara-gara kasus kemarin itu. Ya kalo kasus kemaren di facebook, sekarang lebih dibikin preventif aja hehehe.
Terus emang pengen cari themes yg lebih minimalis aja. Supaya biar lebih fokus ke isi post nya. Dan themes baru biasanya kayak recharge aja ke kita. Biar bloggingnya lebih semangat lagi. Hihihi..
So, nantikan postingan-postingan lainnya yaaa..
Tahun lalu aku pernah ngalamin ini tapi isi blog aku yang di copas. Kali ini yang jadi korban si mas dan Aghnan. Aku taunya dari mbak Melly yang mention di twitter dan kasih tau kalau dia lihat foto si mas dan Aghnan di FB nya orang lain. Langsung cari namanya. Dan jeng jeeng.. Jadi, ada oknum yang pasang fotonya si mas (yang di pake sebagai profil picturenya si mas) yang lagi sama Aghnan di profil picturenya dia di facebook. Meh meh meh..
(more…)
Yes it is, even in the internet. Bahkan kalau di US, di beberapa negara bagian sudah ada hukumnya tersendiri dan orang yang melakukan itu bisa masuk bui beneran. Gak percaya, coba deh tanya mbah google. Definisi impersonate itu sendiri kalau lihat di dictionary online salah satunya adalah:
| 3. |
impersonate – pretend to be someone or something you are not; sometimes with fraudulent intentions; |
Kalau di Indonesia gimana? Hehehe, secara menteri yang berwenang cuman sibuk ngurusin situs porno jadi ya maneketehe kayak gini diurusin. Lagipula, tingkat kejahatan internet di Indonesia mungkin belum se canggih di US sana sehingga perlu dibuat hukum sendiri.
(more…)
….kalau ternyata isinya cuman kopi pasti cerita kehidupan orang lain. Yak pertanyaan ini ditujukan buat si nyonya tukang kopi paste postingan orang. Kalau ditanya pertanyaan itu ke aku ya jawabannya adalah (mohon cek yang saya bold dan garis bawahi ya mbak):
Because I want to express my feelings and my opinions, and share it to my communities..
Tapi itu pendapat saya loh ya mbak. Mungkin jawaban versi mbak adalah to express others feelings and others opinions kali ya. Dunno deh.. 
(more…)
Sabtu kemarin aku dapat kesempatan diundang sama mas Agus dari DDB Indonesia buat datang ke acara bincang santai dan demo masak bersama Chef Winny yang bertempat di Q Smokehouse Senopati. Dengar ada demo masak cencu dong langsung konfirm ikutan, apalagi yang di demokan adalah bagaimana mengolah oatmeal menjadi hidangan yang nikmat dan sehat. Kalau bagian sehat nya tentu kita sudah tau dong ya, kalau Oatmeal itu bagus banget buat mengurangi kolesterol. Apalagi kan penyakit Jantung itu pembunuh nomor satu sedunia, jadi ya memang kolesterol itu harus di sayang-sayang supaya selalu normal. Salah satu caranya ya dengan mengkonsumsi oatmeal yang sudah terbukti, jika di konsumsi setiap hari akan menurunkan kolesterol.
(more…)
Harap maklum ya, memang pada dasarnya aku ini orangnya gampang bosenan. Berhubung sudah jenuh dengan tema blog lama yang bernuansa hitam sebagai back ground nya. Untuk tema yang baru memang mencari yang lebih cerah (prefer putih sebagai latar belakangnya), berkesan modern (simple minimalis lah seperti nuansa favoritnya Ayah) tapi tentunya dengan ada nuansa warna yang cerah dan kontras. Seperti yang aku mau.
(more…)
Lagi banci bikin blog nya kumat. Hihihihi.. Gak sih, latar belakangnya lebih dalam kok alasannya. Ya karena aku sama si mas kan sama-sama pekerja. Dan somehow, banyak banget yang pengen kita ceritain ke Aghnan. Mengenai pikiran-pikiran kita tentang dia. Harapan-harapan kita tentang dia. Dan bagaimana dia itu sangat menginspirasi kita sehari-hari. Lalu, pengen ada aja semacam diary yang komprehensif (jyah.. bahasanya) tentang Aghnan. Harapannya sih, kalau Aghnan sudah besar nanti dia bisa menengok ke diary ini dan bisa melihat perkembangan dia day to day.
Sengaja cari platform yang simpel dibanding wordpress. Pilihannya antara tumblr atau posterous. Cuman karena tumblr di blok kantor, jadinya buat di posterous aja. Lebih simpel karena buat manajemen fotonya juga ok. Dan bisa posting via email. So anytime and anywhere bisa capture segala kegiatannya Aghnan dan di posting. Cerita ke si mas, eh malah sama si mas dimasukin ke domain karimuddin.com juga.
Buat yang penasaran pengen lihat bisa tengok ke
But don’t expect anything more ya. Semua ceritanya berputar tentang Aghnan tersayang..
Lama-lama kebal juga deh dapat hate comments anonymous. Setelah dulu banget pernah ngalamin kayak begini. Book, ada lagii looh. Tapi kali ini sih gw tau dia orang yang mana.
Dulu banget ada mbak yang add gw di YM nanya-nanya soal wedding prep. Oklah gw bantu. Pas udah ada Aghnan, sering banget tanya ini itu juga. Selama gw bisa bantu, ya gw bantu. Tapi lama-lama komentarnya suka ganggu, nge judge, dan bikin gak nyaman hati. Alhasil daripada gw emosi jiwa ya gw block aja gitu ya itu orang.
Ternyata kesel kali ya gw block. Hari ini dia posting hal yang sama dari yang terakhir dia chat ke gw, tapi sok sok pakai nama lain. Gw taunya darimana? Yaa masa iya sarjana IT bisa loe kibulin. Plis deh. Gw approve kok mbak biar mbak puas. Mbak bisa nilai aku apa aja. But frankly, I don’t give a damn.
Gw bikin postingan ini bukan sebagai respon spesial buat komennya mbak ya. Lebih buat ngingetin ke gw atas 3 hal dibawah. Quoting RT nya Woro kemarin:
A Person hates u for 1 of 3 reasons.
- They wanna be you
- They hate themselves
- They see you as a threat
Have a great life ya mbak. Semoga hidup mbak kedepannya bisa dipergunakan untuk hal-hal yang lebih bermanfaat dibanding ngurusin hidup orang lain yak.
Kebanyakan dari kita baru mengenal layanan microblogging paling lama satu tahun. Di antara sekian banyak layanan tersebut, Twitter adalah de-facto microblogging utama. Twitter digunakan oleh pejabat negara — seperti Barack Obama, selebritis, so-called selebritis, media, corporates, hingga kita-kita.
Secara umum, menggunakan Twitter itu tidak susah. Kita cukup nge-tweet (berkicau) terhadap sesuatu hal yang menurut kita menarik. Fitur umum yang ada dari Twitter adalah menulis status, @replies/mentions, dan direct message (DM). Contohnya adalah sebagai berikut:
amirk: saya makan nasi goreng (status)
dadidedo: @amirk nasi goreng pake apa mas? (replies)
amirk: @dadidedo pake telor dadar dan ayam goreng beb (replies)
dadidedo: sedang menikmati weekend yang menyenangkan dengan @dadidedo dan @amirk , just the two of us
(mentions)
amirk: d dadidedo I’m having great time with u sayangku..
(Direct Message)
Simpel bukan? Nah, setelah API Twitter dibuka, yang memungkinkan adanya third party client untuk mengakses Twitter — seperti di PC, Mac, BlackBerry, atau iPhone — muncul satu fitur baru yang sebenarnya tidak secara resmi dikeluarkan oleh Twitter. Fitur ini adalah ReTweet, biasa disingkat RT.
RT ini semacam fitur Forward di email. Sebagaimana nature-nya Forward, yang kita lakukan adalah “meneruskan” suatu tweet yang dianggap menarik, dengan kadang-kadang menyelipkan opini pribadi. Bentuk umum ReTweet adalah “RT @.. <tweet>”, tapi bisa juga dimodifikasi menjadi “<tweet> (via @..)”. Contohnya sebagai berikut:
dadidedo: ada restoran Jepang baru di Pacific Place.. (status)
amirk: Ingin berkunjung secepatnya RT @dadidedo: ada restoran Jepang baru di Pacific Place.. (RT)
amirk: ada restoran Jepang baru di Pacific Place.. (via @dadidedo) (RT)
Sebenarnya mengikuti “aturan” ini simpel. Masalahnya, banyak orang — sayangnya kebanyakan orang Indonesia — yang baru ikutan Twitter dan merasa bahwa RT itu “lebih cocok” digunakan sebagai ReplyTo. Padahal bukan itu tujuan awalnya. Walhasil, tweet pun rasanya makin ribet karena terlalu banyak informasi di dalamnya. Coba saya contohkan dengan contoh yang ada di awal:
amirk: saya makan nasi goreng
dadidedo: di mana mas? RT @amirk: saya makan nasi goreng
Biasanya, alasan terhadap penyalahgunaan seperti ini adalah yang bersangkutan bisa kehilangan informasi tentang topik atau bahasan yang mana yang dibicarakan. Bandingkan jika tweet-nya hanya seperti ini:
dadidedo: @amirk di mana?
Kemungkinan @amirk bingung terhadap pertanyaan @dadidedo cukup besar karena tidak mengerti maksud pertanyaannya. Nah, salah satu “cara” supaya pengguna Twitter tidak kehilangan jejak pembicaraan adalah menggunakan “re:<topik>”, persis seperti apa yang dilakukan dalam pembicaraan email. Contohnya sebagai berikut:
dadidedo: @amirk di mana? re:nasi goreng
Sesuai contoh di atas, @amirk seharusnya tidak ada akan bingung karena topik pembicaraan ini adalah tentang nasi goreng. Jika Anda peduli pada “penggunaan Twitter yang baik dan benar” dan Anda merasa melakukan kesalahan dalam penggunaannya, silakan perbaiki kebiasaan ini
[thumbnail image]