Archive of ‘Breastfeeding’ category
Hari ini hari Susu Nasional looh dan pas genap Aghnan umur 14 bulan. Sedihnya sudah lengkap seminggu lebih aku masih struggling sama nyusuin Aghnan langsung dan bergantung sama UHT. UHT bagus buat Aghnan, cuman selagi bisa tetap pengen memberikan ASI/ASIP 30% dari pemberian ASI dan UHT perhari nya. Aghnan sehari bisa habis 400 ml UHT ditambah 200 ml ASIP.
Issue nya sih sama kayak kemaren dulu. Gigi nya Aghnan mau nongol, dan emang gusi bawahnya dia bengkak banget. Kemarin sih udah nongol 2 kan. Entah ini mau nongol berapa lagi. Yang jelas sedih karena nyusuin painful banget. Ya abisaan, karena gusinya gatel ya jadi dia jadi gigit-gigit waktu nyusuin. Emang sih wajar, cuman aku horor dan sedikit trauma, karena terakhir kali nyusuin, puting sampai lecet dan berdarah. Another episode of bloody breastfeeding.
Akhirnya dipaksa kasih asip sama si mama, soalnya biar aku gak semakin trauma. Hypnoparenting sih jalan terus. Cuman kalau ngelihat bengkak gusi nya dia sih ya aku kasian juga. Wajar banget dia gigit-gigit. Apalagi terakhir kayak gini Aghnan keluar gigi langsung 4. Cuman kalau terus-terusan kasih ASIP, takutnya produksi ASI makin berkurang (dan iya terasa berkurang) karena tidak disusuin Aghnan secara langsung. Walau memang masa kejayaan produksi ASI sudah lewat (karena ASI sudah jadi pendamping makanan). Tapi setidaknya pengen tetap menjaga produksi biar bisa memberikan ASI sampai 2 tahun.
Mompa ASIP di kantor sih masih. Setok di freezer juga masih ada walau tinggal belasan. Issue nya ya menyusui langsung. Membayangkan gak bisa menikmati lagi masa-masa menyusui langsung bikin aku stres dan mewek. Karena buat aku menyusui langsung itu adalah momen paling romantis buat gw. Ngalahin waktu dilamar sama ijab kabul dulu (maaf ya ayah
). Apalagi semenjak dia minum UHT (yang alhamdulillah dia doyan dan tidak alergi), sempat merasa pupus harapan buat lanjut menyusui lagi. Tapi ngebayangin menyapih dini bikin gw mellow gak karuan. Ya gitu Aghnan minta nenen, gak tega kasih asip aku susuin langsung tapi begitu di gigit aku nangis-nangis. Dan siklusnya begitu terus. Dilema gak sih. Everyday is a battlefield. Well, I guess breastfeeding is a battlefield for me.
Tapi untung aku dikelilingi support group yang positif ASI. Timeline di twitter aja tiap hari seliweran ngomongin ASI. Dan apalagi baca tulisan Mommies Daily yang bilang Breastfeeding is Worth Fighting For. Hiks, dan mereka benar. It’s truly something worth fighting for!!. Apalagi kemarin baca tulisan nya Adenita di The Urban Mama soal Tongue Tie yang bikin putingnya bolong kayak kawah di gunung dan bikin Adenita sampai demam bolak balik. Ouch.. Perjuangannya luar biasa dan membuat aku untuk menggampar diriku sendiri karena sudah ingin menyerah dan terlena dengan kemudahan memberikan UHT.
Alhamdulillah kalau malam sekarang sudah aman menyusui langsung. Tapi mungkin karena dia masih agak ngantuk dan belum sadar sepenuhnya. But it’s okay. Aku sekarang suka tidur agak malam, nungguin Aghnan bangun minta nenen supaya bisa menikmati masa menyusui yang romantis sambil mengelus2 mukanya saat bobo.. :’)
Doakan kami yaa. Semoga masa-masa ini akan lewat dan sebentar lagi aku akan bisa menyusui langsung lagi (pagi-siang-malam) yaa. Mari berjuang untuk menyusui langsung sampai 2 tahun. Berjuang dengan semua daya upaya yang ada. Cemunguuuudddhhh!!
Siapa sih Aghnandosaurus? Hehehe dia itu bocah kecil umur 11 bulan, ganteng, pintar, most of the times very very lovely, cuman kalau lagi teething (apalagi kalau teething nya berjamaah) berubah menjadi seorang Aghnandosaurus. Bocah kecil yang hobinya menggigit semua yang ada di depannya. Ya kalau bukan semua mainannya digigitin, bola digigitin, buku digigitin, pinggir stroller digigitin, piring dan sendok digigitin, bahu ayahnya, hidung eyangnya sampai yang terparah nen Bundanya.. (asli sakitnya bikin nangis gerung-gerung).
Apalagi kemarin ditambah sakit flu yah, bikin hidung dia mampet, demam dan ekstra rewel tentunya. Mana pas lagi aku juga lagi sakit. Wah komplit deh huru hara nya dirumah. Kalau soal teething sih sudah mulai terlihat dari beberapa hari yang lalu. Soalnya makan jadi rada susah, dan mulai menolak untuk nyusuin langsung. Masa iya anak mau 1 tahun bingung puting? Tapi masa iya juga udah mulai self weaning (yang terakhir ini aku masih belum rela). Pokoknya bingung sebingung nya. Begitu mau nyusuin lagi, nah itu dia, Aghnandosaurus menjelma. Nyedot sebentar gigit, nyedot lagi gigit, sampai parahnya gigit terus tarik yang bikin uhm.. gak cuman lecet, perih dan berdarah. Namun darahnya sampai netes-netes dan bikin gw horor.. T_T.
Di coba di pillow talk tapi tetap saja begitu. Padahal kemarin-kemarin ampuh (dulu sempat digigit pas lagi teething, lewat teething nya balik normal lagi). Mungkin karena teething kali ini lumayan seru. Soalnya kalau diintip bagian samping nya atas bawah sama-sama bengkak. Oh no, mau keluar berjamaah berapa gigi lagi ini? *horor* Saking horornya sampai minta tolong tips-tips sama ibu-ibu di twitter. Rekapannya kurang lebih begini:
- Tutup hidungnya supaya kegiatan menggigit otomatis langsung berhenti dan mulutnya terbuka. Terus beri penjelasan kalau itu nyakitin bunda dan gak boleh kayak gitu. Lakukan berulang supaya anak mengerti. (udah dicoba, adanya dia malah nangis kejer banget kayak abis digebukin satu kampung T_T)
- Selipin kelingking supaya rahang terbuka dan gigitannya lepas. (udah dicoba, yang ada dia makin nangis kejar karena tangan kita kena gusinya yang lagi teething T_T)
- Tahan rasa sakitnya, dan pasang muka lempeng, soalnya anak menggigit makin senang karena lihat reaksi kita yang heboh setelah di gigit. Dan biasanya dia ketawa-ketawa cekikikan melihat ekspresi kita. (udah dicoba, gak ngefek, soalnya kasus Aghnandosaurus ini karena teething, jadi kayaknya gusinya gatel terus)
- Pillow Talk ala hypnoparenting (yang ini sedang digalakkan lagi, semoga bisa ada hasilnya dalam 2-3 hari ini)
Karena sakitnya udah ampun-ampun kemarin. Setiap mau nyusuin gw setengah horor. Sampai akhirnya daripada gw heboh jejeritan akhirnya digantiin dulu sama ASIP. Dan itu pun aku horor melihat dia gigit2in dot nya lebih heboh dibanding nen gw sebelumnya.
Tapi mari kuatkanlah iman dan perkokoh tekad baja. Dipikir-pikir nostalgia setahun lalu juga kali ya. Disaat-saat masa menyusui itu masih penuh perjuangan. Ingat kan yang gw bilang bloody breastfeeding, ternyata balik lagi yaa. Persis setahun lagi. Hihihihi.. Tapi yaa ini curhat semata saja. Walau menahan perih dan segala macam (maap ya lebay, toleransi gw terhadap sakit itu tipis banget soalnya), tapi kalau melihat Aghnandosaurus merajuk (ngajak baikan) dan senyum-senyum seperti ini,

Mana tahaaan coba. Yang ada malah aku balik kitik-kitik si bocil (ternyataaa dia gelian loh
). Doakan gw ya semoga fase teething ini cepat lewat.. Aku kangen romantisme breastfeeding sama Aghnan tanpa gigitan
..ketika melihat seorang ibu baru, tidak mensyukuri anugrah yang diberikan kepadanya:
- ASI nya berlimpah tapi ogah-ogahan meras ASInya dan tidak bersemangat untuk mengumpulkan stok ASIP nya.
- Tega banget membuang ke tong sampah ASI yang sudah di perah tanpa alasan yang jelas. Mungkin malas membawa kemana-mana ASIP karena mungkin dia nilai berat atau merepotkan. T_T
- Dia lebih sibuk menurunkan berat badannya dibandingkan makan makanan yang bergizi supaya kualitas ASI nya bagus.
Gw sebetulnya malas banget ngomongin ini di blog. Cuman rasanya sakit hati banget ngeliatnya. Di saat banyak temen-temen gw yang kepengeeen banget kasih ASIX karena produksi ASI nya kurang atau karena kendala yang lain. Ini kok kayanya menyia-nyiakan rejeki anak nya yang ada.
Kalau dibilang mungkin ibu baru itu kurang knowledgeable. Kayaknya gak deh ya, temen-temennya kayanya udah sampai doer cerita A-Z tentang ASI, ASIP dkk nya. Tapi ya, siapa sih gw bisa protes seenaknya. Itu hidupnya dia dan anaknya dia urusan dia. Cuman masih gak ngerti aja kenapa ada seorang ibu yang gak mau kasih yang terbaik buat anaknya padahal dia bisa. Prihatin banget yang jelas. Mungkin baby blues yang keterusan, insting keibuannya belum nendang, insecure sama kehidupan pernikahan dia atau apapun alasan lainnya. Yah, siapa yang bisa tau sih dapur orang masing-masing. Yang jelas hidup itu pilihan. Mungkin itu pilihan yang dia pilih. Who am I to judge her?
Maaf ya malam-malam malah nyampah curhatan gak penting ini. Carry on people.. Carry on..
Apa mau dikata, menjelang akhir tahun kan biasanya memang deadline menggunung. Rasanya waktu kerja biasa tidak cukup untuk menyelesaikan pekerjaan. Biasanya waktu jaman masih belum ada anak mah ya lembur masih ok lah. Tapi sekarang kok kayanya gak ikhlas ya kalau harus lembur demi menyelesaikan pekerjaaan. Sebisa mungkin harus bisa di maintain agar masih bisa ketemu dan main sama Aghnan sebelum Aghnan bobo.
Tapi demi menghindari lembur ini biasanya waktu untuk memompa jadi tidak maksimal. Karena kadang memompa sendiri memakan waktu cukup lama. Paling cepat 15 menit lah. Kadang malah kalau lagi penuh-penuhnya bisa habis setengah jam sendiri. Dan biasanya setelah selesai mompa aku suka lupa terakhirnya itu ngerjain sampai mana. Perlu loading lagi dan itu makan waktu lagi.
Jadi demi berhemat waktu dan efektifitas dalam bekerja akhirnya mulai awal bulan lalu aku coba untuk full memompa di cubicle. Senjata utama untuk mompa di cubicle adalah Nursing Apron. Oh God Bless whoever invented this tool
. Teorinya adalah, di mall aja aku berani mompa atau menyusui cuman ditutupi nursing apron, kenapa di kantor tidak? Uhmm yeah, awalnya sih sungkan sama para kolega yang lebih banyak berjenis kelamin pria. Tapi toh, intinya kan tidak terlihat sama sekali dengan menggunakan nursing apron.
Pertama kali nyobain aku cuman bilang: “permisi, mau mompa nih, maaf ya kalau berisik” . Hehe itu pun juga kayanya gak ada yang mudeng, soalnya pada kerja pasang kacamata kuda (baca: pasang earphone sambil denger musik
) Aku pakai hand sanitizer dulu, ngerakit pompanya, pasang nursing apron, pasang pompa nya ke payudara (didalam nursing apron), bismillah dan mulai mompa deh.
Hasilnya setelah satu bulan? Lumayan efektif. Sehari bisa mompa lebih banyak tanpa memakan waktu kerja yang banyak
. Biasanya kalau tangan kiri pegang pompa, tangan kanan bisa balas email dari bos. Atau makin kesini, karena makin jago. Pompa bisa di sangga sama ujung meja kerja dan paha, dan tanganpun bisa bebas ketak ketik kerjaan. Kemudian nyuci dan sterilize mompa sekalian kalau mau ke toilet. Hehehe multi tasking memang jagonya wanita yak
Lucunya sih bikin amaze rekan kerja dengan kegiatan aku memompa di cubicle ini. Bahkan pak bos dan ibu bos pun terkesima sekaligus penasaran aku pakai breast pump model apa, kok bisa mompa di cubicle. Quoting pertanyaan pak bos ke ibu bos “Itu Anggi kok mompa nya bisa gak ngumpet-ngumpet kayak yang lain sih? Pakai breast pump model apa?” Hehehe, kan breast pump jaman sekarang kan canggih pak bu. Dan again, kuncinya adalah nursing apron saja ko
Oh iya beberapa tips jika ada yang ingin mengikuti caraku untuk mompa di cubicle:
- Wajib punya Nursing Apron
- Wajib pakai blazer/cardigan panjang untuk menambah keamanan tutupan samping dan belakang
- Waktu memompa usahakan 2 kancing diatas tertutup. Jadi better buka kancing dibawah yang tertutup dengan nursing apron.
- LDR dapat dipicu dengan mendengarkan suara anak. Biasanya aku kalau mompa di cubicle, pasang ipod isi suaranya Aghnan. Atau melihat video nya Aghnan via blackberry. It helps buat memicu LDR aku
Memang sih awalnya pasti canggung dan kikuk. Tapi practice makes perfect
Alhamdulillah banget aku bisa menyusui Aghnan selama 6 bulan lamanya secara eksklusif. Itu perjuangan yang tidak mudah dan rasanya setelah tercapai rasanya bangga banget dan ingin sekali teriak “Yess, kita bisaaa..”
Tapi ditengah rasa bahagia itu aku sedih mendengar ada statement seperti..
“Anak saya bukan anak sapi, karena itu saya kasih asi bukan sufor..”
Ehmm.. Itu maksudnya apa ya? Kalau sekilas kan bisa berarti anak yang dikasih sufor berarti anak sapi? Heeyaaloooh.. Kok jahat banget ya statement nya. Dan sedihnya itu gak sekali dua kali aku dengar statement itu.
Kebayang kalau aku gak bisa kasih ASI eksklusif ke anak saya dan baca statement itu. Rasanya sediih banget tentunya. Karena satu dan lain hal gak bisa kasih ASI eksklusif karena sudah berusaha. Kemudian sudah sedih gak bisa kasih ASI eksklusif terus di labelin seperti itu. Ya jangan begitu doong. Apalagi pakai istilah Anak Sapi. Menurut aku siapapun yang menciptakan istilah Anak Sapi ini kejam. Terlalu jahat buat gw.
Gw sendiri support ASI sangat dan gw tau banget Kampanye ASI itu niatnya baik. Tapi gak perlu lah maksud baiknya dirusak dengan statement-statement jahat yang memojokkan orang lain.
So moms let’s continue breastfeeding without labelling and judging others yaa..
Buat gw, judging other mom, guilty as charge..
PS: disaat gw bikin postingan ini, ternyata Darina juga memposting hal yang senada.. Sehati berat yak kita
Wajib Baca:
“ASI Setengah” by Mimie
“Dukung ASI, tapi jangan bikin down para ibu yang gak bisa kasih ASI Eksklusif” by Arienda Sapari
“Any Mom Surely Wants The Best for Their Child” by Manda “Sanetya”
“I love you anakku, maafkan mama dengan segala keterbatasan ini“, by Arty Akinanthi
“Same old problem” by Woro Pradono
“Mari Berkampanye ASIX dengan ASIK” by Manda “Sanetya” @mommiesdaily
Inget gak sih dulu aku pernah posting tentang betapa keukeuhnya si mama buat kasih Aghnan sufor. Bahkan dari sebelum Aghnan lahir. Dari awal pun aku cerita soal ASI, si mama selalu bilang, “gak bakal bisa cukup kalau semuanya ASI” atau “kalau ditinggal kerja bagaimana” atau “nanti bayinya gak kenyang” dan segambreng alasan-alasan yang sedikit memaksa aku untuk memikirkan tentang sufor. Keselnya setengah mati sama si mama waktu itu. Apalagi ditengah semangat dan idealisme tinggi yang kencang tentang ASIX ko malah langsung dihancurkan berkeping-keping oleh komentar si mama.
Sedih gak digituin sama si mama? pastinya. Sempet down? pastinya.Untung si mas waktu itu support 100% untuk ASIX. Dan mungkin that’s all I need. Lagipula Anggi gitu loh, semakin ditantang semakin menjadi. Untuungnya gw orang yang suka tantangan. Dan semakin punya target buat membuktikan ke diri sendiri kalau aku dan Aghnan bisa ASIX. Karena menurut aku kalau kita debat kusir sama si mama gak akan menghasilkan apa-apa. Yang ada tambah kesal dan sedih. Kuncinya hanya perlu dibuktikan dengan hasil yang nyata bahwa itu bisa dilakukan.
Tiap kali ditanya sama si mama, “kapan mau kasih Aghnan sufor?” Dengan lantang gw bilang “insyaAllah gak pernah dan gak akan..” Terlalu percaya diri? Yah mungkin, tapi untuk dan demi ASIX aku belajar kalau kita harus super pede sama diri sendiri. Aku selalu percaya dengan pribahasa nya Paulo Coelho “If you really want something, then the universe will conspire to help you..” Dan aku percaya semakin aku tanamkan afirmasi positif ke diri aku sendiri, maka aku akan bisa mengejar target yang aku mau.
Alhamdulillah aku selalu di dekatkan dengan komunitas yang pro ASI. Ilmu aku tentang per ASI an pun aku bisa bilang cukup OK. Jadi berbekal ilmu yang cukup tentang ASI aku yakin bisa mensukseskan ASIX buat Aghnan. Gak muluk kok target aku. Step by step. Yang pertama tentunya bisa lulus S1 ASIX.
Prakteknya memang sulit, apalagi aku C-Sect. Dan ASI ku tidak langsung lancar pada hari pertama. Walau khawatir, aku tidak menunjukkannya di depan siapa pun. Pede kalau ASI akan keluar pada waktunya, dan insyaAllah akan selalu mencukupi kebutuhan Aghnan.
Melihat aku segitu gigihnya ingin memberikan ASIX kepada Aghnan dan perjuangan aku memerah tiap 3 jam sekali (bahkan sampai dini hari pun aku bangun) untuk mengumpulkan ASIP, mungkin meluluhkan juga hati si mama. Issue untuk memberikan sufor tidak terdengar lagi. Dan perlahan mama mulai belajar soal seluk beluk ASI. Dan yang terpenting adalah support nya si mama mulai terlihat. Mama pun terdengar bangga tiap kali ada orang yang tanya Aghnan mimiknya apa. Dan dengan lantang si mama bilang “ASI saja kok” .
Alhamdulillah banget. Mama pun bisa satu visi sama aku.
Senang? Pastinya.. Apalagi Aghnan besok bisa genap jadi S1 ASIX. Alhamdulillah banget. Mama ku pun sekarang bisa membantu anak temannya yang bermasalah dengan ASI nya. Mama bisa dengan lancar menjelaskan tentang seluk beluk ASI kepada anak temannya (yaah walaupun bolak balik bbm aku buat konfirmasi
). Dan Alhamdulillah karena gencarnya si mama mendukung anak temannya itu. Hasilnya dari yang tadinya anak temannya 80% memberikan babynya susu formula, sekarang sudah 80% memberikan bayi nya ASI. Dan insyaAllah bisa 100% ASI. Amiiin..
Hebat ya mamaku sekarang
I am definitely a proud daughter
Rasanya gimana? Sumpah dagdigdug gak karuan. Di satu sisi nervous berat karena MPASI udah di depan mata banget. Di satu sisi aku terharu berat kalau ternyata Aghnan (insyaAllah) bisa jadi S1 ASIX. Mengingat perjuangan kita untuk ASIX yang gak gampang, merasa bersyukuuur banget kalau ATHG semuanya itu bisa di lalui. Thank you list nya bisa panjang kalau gw buat dan pastinya bakal gw buat kalau tanggalnya tiba Aghnan lulus jadi S1 ASIX. Amiiin InsyaAllah..
Nah menjelang MPASI nya ini niih. Alhamdulillah susunan menu sudah fix. Peralatan perang juga sudah (hampir semua) terbeli. Tinggal pelaksanaannya gimana nih. Berharaaaap banget Aghnan nanti suka makan (kayak emaknya dulu waktu kecil)
. Kemarin sih sudah mulai satu-satu dikeluarin buat di cuci-steril peralatan perang MPASI nya Aghnan, dan gw baru sadar. Itu tempat makannya Aghnan ko banyak banget ya macemnya
. Perasaan gw beli cuman seperlunya, ternyata yang ngadoin juga banyak juga (alhamdulillah) sampai bingung mau dipakai yang mana
.
Walau semuanya kayanya sudah siap tempur, tapi tetap saja kekhawatiran tetap ada. Gimana kalau Aghnan gak suka. Gimana kalau Aghnan nangis-nangis di suapin. Dan lain sebagainya. Kebayang waktu dulu dia susah latch on, gimanaa nanti dia susah makan juga. Duh nak, yang pintar ya sayang. Semoga kamu suka makan dan makannya banyaak. Amiiiin..
Di saat-saat menghadapi tantangan baru sebagai ibu baru kayak begini gw suka melihat sekitar dan bersyukur. Bersyukur kalau gw dikelilingi teman-teman sesama ibu baru yang knowledgeable. Yang gw bisa tanyaaaa soal apapun perihal anak. Teman-teman di bbm/bbg ada, di twitter ada, teman-teman TUM juga ada, dlsb. Ya Allah ini salah satu hal yang sangat gw syukurin hari ini. Dari awal aku mau jadi ibu, aku sudah didekatkan dengan segambreng akses menuju informasi yang tepat guna sebagai bekal aku menjadi ibu baru.
Kalau ingat itu aku suka terharu sendiri. Karena aku tau banget banyak banget ibu-ibu muda di luar sana yang buta setengah mati tentang gimana cara membesarkan anak. Mungkin kurang informasi atau bagaimana, atau juga termakan doktrin dan ajaran orang dulu. Memang sih semua informasi dari internet ada, tapi kalau gak punya akses ke internet bagaimana. Atau kalau rada gaptek jadi gak bisa akses internet dan teman-teman sekeliling nya sama-sama buta soal membesarkan anak.
Ya Allah terima kasih atas segala kemudahan yang telah Engkau berikan selama ini. Semoga memasuki fase baru Aghnan sebentar lagi, kami diberikan kemudahan juga untuk menjalaninya. Amiin..
Call me lebay, tapi gw rada mewek nulis postingan ini. Mauu peluuuk semua teman-teman yang sudah gw repotin selama iniii.. U all know who you are.. And we can not thank you enough.. Muacchh ladies..
Alhamdulillah ini sudah hari keenam puasa. Gimana hasilnya puasa dikala masih menyusui? Score so far aku kalah 2 hari pas wiken. Hehehehe ko gitu, begini ceritanya.
Dikala weekdays dan di kantor, alhamdulillah kuat puasa. Iyalah gak terlalu berasa. Konsen kerja aja, tau-tau udah jam pulang. Pulang ke rumah, main-main sama Aghnan, gak berasa udah maghrib. Kondisi badan? Yaa, kuat-kuat aja sih. Cuman biasanya abis pulang siangnya ke rumah, nyusuin Aghnan langsung, naah itu langsung agak-agak pusing. Dibawa sholat sama raup muka seger lagi.
Hasil pumping ASIP bagaimana? Surprisingly masih surplus. Ternyata kombinasi air berliter-liter, sari kurma dua kali sehari dan organic milkmaid tea itu maknyuus juga yaa.. Dan kualitas ASI nya pun kental gitu. Hihihihi alhamdulillah banget. Gak nyangka juga sih bakal surplus. Dan enaknya kalau pumping itu adalah gak bikin lemes. Kondisi before and afternya sama aja. Beda banget kalo nyusuin langsung. Anaknya keringetan, ibunya keringetan. Dan parahnya langsung haus luar biasa, lemes dan biasanya disusul dengan rasa lapar yang gragas.
Nah mangkanya begitu ketemu wiken makan sahurnya agak dikencengin. Tapi hasilnya ternyata sama aja ya. Disusuin langsung terus-terusan bikin aku jadi lemes. Entah kemana itu asupan makanan pas sahur itu. Abis selesai nen langsung lapar dan super haus. TAdinya masih mau puasa. Tapi pas tengah hari, aku berkunang-kunang gitu. Walaaah, cerita sama si mas, langsung diomelin suruh buka aja. Daripada kamu ambruk, gak usah dipaksain katanya. Yo wis lah. Jadinya aku buka puasa deh. Hari Minggu nya juga begitu.
Kalau ada yang tanya, kalo gitu kenapa gak wikennya pake ASIP aja? Duh, aku suka sedih, kalau kasih anak ASIP sementara gentongnya dia ada di depan mata. Apalagi Aghnan kalau tau ada aku, gak mau minum ASIP nya. PAsti langsung gak konsen. Terus ujung-ujungnya dilepeh botolnya. Ini sih kalo aku perhatiin udah sekitar sebulanan dia kayak begini. Mungkin karena udah kenal Bunda nya yaa.. Dan udah ngerti sumber utama gentongnya
Oh well, yah, mungkin tahun ini puasa aku gak bakal sempurna. Cuman I’ll do my best lah. Yang penting dan terutama kebutuhan Aghnan tercukupi dan stok ASIP aman sampai 1 tahun. Amiiin..
Tau produk ini awalnya dari thread Breasfeeding di TUM. Ibu-ibu lagi heboh bicara soal produk yang bisa memperbanyak produksi ASI. Ada yang mention Lactamam, Lancar ASI dan banyak juga yang menyebutkan produk ini. Organic Milkmaid Tea adalah produk teh keluaran Earth Mama Angel Baby, yang di dalamnya terkandung fenugreek. Fenugreek itu semacam herbal yang katanya dapat memperkaya produksi ASI. Produk teh ini dijamin organic dan caffeine free. Organic Milkmaid Tea ini hanya dijual di USA. Satu kotaknya berisi 16 bungkus teh.

Karena hanya dijual di USA, tadinya aku mau nitip suaminya temenku yang akan training ke sana. Karena trainingnya diundur aku gak jadi nitip deh. Untungnya, jeng Meryl sudah mengimpor teh ini dan dijual di Mother and Baby Fair kemarin. Tentunya dibawah naungan online shop mamabebeshop yang kondang itu. Beli di pameran kemarin dapat bonus harga pameran yaitu 75k IDR. Normalnya di jual 85k IDR.
Beli hari Jumat, langsung deh dicobain. Ternyata di gue langsung kerasa banget khasiatnya. Udah lama banget gak nyut-nyutan heboh di payudara, abis minum itu mulai senut-senut. Gak sabar pengen segera pumping. Pada saat pumping ternyata jumlahnya pumpingnya lumayan nambah sekitar 40-50 ml. Agak dibawah ekspektasi sih, soalnya dibayangan gw, bisa nambah sektar 100 ml kalau minum itu
.
Tapi satu hal yang pasti. Semenjak minum itu, tekstur ASI ku jadi kembali kayak waktu awal-awal produksi. Kental, lengket banget dan agak yellowish..
Oh iya, rasa teh ini ternyata enak loh. Kalau yang pernah minum camomile tea, ya kurang lebih mirip-mirip lah. Gak pahit ko, dan very enjoyable kalau pagi-pagi minum teh hangat ini sebelum kerja..
Ini baru 4 hari minum teh ini. We’ll see deh kalau sudah semingguan. Semoga ada penambahan yang signifikan lagi yaa..