Menyusun Menu MPASI Aghnan..

..ternyata super gak gampang. Bikin aku bolak balik baca literatur, cek milis dan chatting sama ibu-ibu yang sudah berpengalaman. Pusing man!! Hahahaha.. πŸ˜† Sebetulnya sih gampang-gampang aja. Cuman karena banyak rules-rules nya jadi kepentok kiri kanan. Emaknya nafsu pengen nyobain segambreng jenis makanan ke anaknya. Tapi terbatasi karena segambreng peraturan itu. πŸ˜† .

Antara lain ada peraturan mengenai:

  1. Peraturan 3-4 hari toleransi makanan untuk alergi. Jadi untuk mengetahui suatu makanan itu menimbulkan reaksi alergi atau nggak ke baby, kita harus memberikan jenis makanan tersebut selama 3-4 hari berturut-turut. Kalau lolos dan tidak menimbulkan tanda tanda alergi maka kita bisa melanjutkan pemberian jenis makanan lainnya.
  2. Tahapan pemberian jenis makanan (belum ngomongin tekstur nya yaa). Sebetulnya paham ini agak terbagi dua. Ada yang berpendapat kalau buah itu paling bagus diberikan diawal MPASI karena mudah di cerna (ini pahamnya pak Wied Harry Apriadji). Tapi ada juga yang bilang (tau dari teman yang ikut seminar PESAT) kalau baiknya bayi diperkenalkan dengan rasa makanan bertahap. Jadi mulai dari jenis karbohidrat dulu, lalu sayuran baru buah. Jadi rasanya pun meningkat. Dari yang rasanya anta sampai ke manis. Katanya sih bagus untuk memperkenalkan banyak variasi rasa ke baby.
  3. Jenis-jenis makanan yang boleh diasup sama bayi tiap bulannya. Acuan utamaku sih tetap dari wholesomebabyfood ini. Jadi kita bisa tau jenis karbohidrat, sayuran dan buah apa saja yang boleh dikonsumsi pada saat 6 bulan. Pada dasarnya 6 bulan belum diperkenalkan dengan protein (baik hewani dan nabati) dan pilihan buah dan sayurannya pun terbatas. Nah ini juga agak bikin bingung, soalnya ada beberapa yang berbeda dengan majalah Puree nya Ayah Bunda atau rekomendasi dari milis sehat.

Peraturan cuman 3 tapi cukup bikin aku gak maju-maju untuk menyusun menu MPASI nya Aghnan. πŸ˜† Apalagi kan Aghnan alergi an, somehow itu juga bikin aku lebih berhati-hati lagi. Alhasil setelah bersemedi dan lihat kiri kanan, aku mau coba ngikutin insting ku aja deh. Coba padu padan kiri kanan. Semoga ini yang optimal yang menurut aku.

Untuk batas toleransi alergi, aku menggunakan batas 3 hari toleransi alergi. Soalnya pengennya sih biar Aghnan bisa eksplor lebih banyak jenis makanan. Kemudian karena aku kerja jadinya masih campur antara konvensional dan BLW. Untuk hari kerja aku mungkin akan kasih dia Puree dan wiken baru Β ber BLW ria walaupun masih diselingi dengan Puree.

Aku pun akan memberikan makanan bertahap sesuai dengan jenis makanannya. Asumsinya kan buah itu yang paling enak. Jadi save the best for last ya Aghnan πŸ™‚ Kamu mesti kenalan dulu dengan karbohidrat dan sayuran dulu. Hehehehehe.. πŸ˜†

Untuk karbohidratnya Aghnan aku akan menggunakan tepung gasol organik di awal-awal. Gasol Merah Wangi dan Gasol Beras Coklat yang akan dicoba ke Aghnan. Kenapa gasol? Karena enak praktis, gak perlu bikin sendiri tepung berasnya. Hehehehe.. Dan organik pula sih. Pengennya sih ga melulu menggunakan tepung beras. Semoga pertengahan bulan nanti bisa dicoba nasi diblender. Tapi kembali lagi harus melihat reaksi Aghnan nanti. Selain gasol, aku juga akan memperkenalkan Aghnan dengan kentang dan sweet potatoes (ubi).


Untuk sayurannya aku mau memperkenalkan Aghnan dengan Buncis, Zuchini dan Butternut Squash . Tadinya semangat ingin kasih bayam / brokoli / wortel. Cuman ternyata dua sayuran tersebut mengandung nitrat yang cukup tinggi. Jadi mungkin dikenallinnya nanti deh ya pas 8 bulan saja. Untuk Buncis kan gampang ya diperoleh. Untuk Zuchini dan Butternut Squash ini nih yang agak-agak susah. Belinya pasti mesti di premium supermarket macam Ranch Market atau Kem Chicks. Alternatifnya ya kalau gak Kabocha (Labu Parang versi Jepang) ya Kacang Polong.

Untuk buah nya aku mau memperkenalkan Aghnan dengan Alpukat, Pisang, Pepaya dan Apel. Untuk Alpukat katanya yang enak itu Alpukat Mentega. Terus kalau Apel yang bagus, Apel Royal Gala atau Apel Washington. Pisang nya pun juga Pisang Ambon.

Yah kurang lebih begitulah beberapa jenis makanan yang akan aku perkenalkan ke Aghnan di awal-awal MPASI nya. Detail jadwalnya bisa diunduh di: MENU MPASI AGHNANDO 6 BULAN (UPDATED!!). Buat para ibu-ibu yang sudah berpengalaman, mohon masukannya yaa πŸ™‚

Bismillah, 2 bulan lagi menuju MPASI nya Aghnan. Bunda semangat sayang. Kamu juga semangat yaa.. πŸ˜€

BLW vs Konvensional

Masih seputar MPASI niih.. Yes I’m addicted to it. The thought of Aghnan is going to have his first meal is making me super excited.. πŸ˜€ Anihoo, setelah kemarin-kemarin belajar tentang konsep konvensional MPASI dan me list segambreng peralatan perang nya, sekarang aku pun sedang mendalami tentang konsep BLW (Baby Led Weaning) untuk penerapan MPASI nya Aghnan nanti.

Okeh start with the definition yaa. Mahluk apakah BLW itu? BLW itu adalah salah satu cara memperkenalkan makanan ke baby, yang membolehkan si baby untuk makan makanannya sendiri. Konsep BLW ini agak ekstrim ya. Soalnya dari yang biasanya Baby selama 6 bulan makan hanya ASI yang cair, langsung makan makanan solid layaknya orang dewasa. Dalam BLW ini, segala macam pemberian Puree-Pureean di SKIP bok!!

Kalau konvensional ngajarinnya pemberian puree ke baby harus bertahap teksturnya (dari yang halus, kasar, dan solid). Kalau BLW ini gak. Baby langsung dikasih finger food. Dan finger food itu ditaro aja di depan si Baby. Tidak boleh disuapin atau di arahkan, dan biarkan si baby untuk eksplorasi sendiri. Jujur aja, aku sih mikirnya dengan cara seperti ini proses makan pasti jadi jauh lebih menyenangkan buat si baby. Dan seru, makanan dipegang-pegang sendiri, dicium-cium kemudian sampe akhirnya digigit-gigit dan di telan. Betul ga?

Sesuai dengan namanya, BLW akan membuat Baby menjadi juru kemudi keinginannya untuk belajar makan. Dengan BLW, Baby dapat mengandalkan segenap insting dan naluri nya untuk mulai makan sendiri tanpa harus diaturΒ  oleh orang dewasa. Awalnya mereka akan mulai makan dengan tangannya sendiri dan nanti akan mulai belajar menggunakan alat makan pun sendiri.

Keuntungan BLW antara lain adalah (diambil dari website http://baby-led.com/ ):

  • membuat baby untuk mengeksplorasi rasa, tekstur, warna dan bau suatu makanan
  • mendorong rasa kepercayaan diri dan kemandirian si baby
  • membantu baby untuk mengembangkan motoriknya terutama koordinasi mata-tangan dan juga belajar untuk mengunyah
  • mengurangi kemungkinan anak GTM (Gerakan Tutup Mulut) atau menjadi Picky Eater)

Memang sih awalnya dengar soal BLW ini cukup bikin aku mengernyitkan alis. Ah really, masa iya baby dibiarkan makan sendiri. Dipikiran aku adalah, masa iya umur 6 bulan udah bisa makan sendiri? Emangnya makanannya akan cukup masuk ke mulutnya? Nanti kalau dia kurang gizi bagaimana? Tapi setelah baca-baca tentang BLW makin dalam hoo makin tertarik soal konsep BLW ini.

Pada dasarnya kan BLW ini kan salah satu konsep pembelajaran makan MPASI untuk anak. Pada masa MPASI (6-12 tahun). Makanan itu hanya sebagai penunjang kecukupan gizi si baby. Komponen pemenuhan gizi utama si baby pada umur 6-12 tahun itu tetap dari ASI ibunya. Mangkanya MPASI itu sendiri kan singkatan dari Makanan Pendamping ASI. Pendamping dan bukan yang utama.

Yang bikin aku super tertarik adalah, dengan BLW anak jadi cepat pintar makan sendiri. Anak akan belajar untuk mengunyah lebih cepat. Dan anak jadi belajar tentang kemampuan dan kapasitas perutnya dia. Jadi dengan BLW ini anak jadi suka makan dan GTM (Gerakan Tutup Mulut) bisa dihindari. Yang terakhir itu yang bikin aku super horor. Kalau anak mogok makan alias GTM itu. Weleeeh ngebayanginnya aja langsung mules-mules sampe pengen guling-gulingan di lantai.

Buat para ibu-ibu yang malas masak makanan baby, metode ini kayaknya bakal pas banget nih. Terus kalau travelling, dengan BLW ini akan sangat super membantu kita. Tapi BLW ini tidak tanpa pengawasan ya. Baby memang harus eksplorasi sendiri, tapi kita tetap harus memantau. Metode BLW ini tapi tidak segampang yang diceritain ya. Ada prosesnya, dan mesti ekstra sabar, soalnya perkembangan baby kan beda-beda. Dan buat yang clean freak, metode BLW ini sangat tidak cocok, soalnya sudah dipastikan itu makanan akan berhamburan di muka si baby, di high chair bahkan sampai tumpah ke lantai.. Seruu ya bok πŸ˜†

Aku sendiri super tertarik dengan metode BLW ini. Tapii buat yang control freak kaya aku, metode konvensional sebetulnya lebih bikin hati ayem. Aku sendiri pun excited buat masak masakan homemade buat Aghnan. Cuman, melihat benefitnya BLW yang banyak aku kayanya akan menerapkan metode BLW ini. Jadi macam campuran gitu sih. Mungkin bisa diterapkan metode BLW kalau Aghnan makan snack nya. Atau juga bisa full BLW saat weekend. Dimana ada aku dan mas yang bisa memantau langsung.

Yang jelas, BLW atau konvensional tetap ada plus minusnya. Kembali lagi dilihat bagaimana perilaku si baby nya dan apa yang paling cocok kita terapkan. Kita mesti lihat apakah si baby sudah siap untuk diterapkan metode BLW ini. Cocok-cocokan juga sih menurut aku. Jadi ya kayanya aku akan go with the flow, menyesuaikan mana sih yang paling cocok buat Aghnan ku sayang πŸ™‚

Buat yang mau tau soal BLW ini bisa dibaca link-link dibawah ini:

Kayaknya pengen baca buku Baby-led Wening karangan Gill Rapley & Tracey Murkett deh next step nya. Terus pe-er juga nih, bagaimana ngejelasin konsep ini ke Eyang nya Aghnan yang kayanya akan sangat bersemangat buat masukin makanan ke mulutnya Aghnan.. πŸ˜†

[thumbnail image]

Serba Serbi Peralatan MPASI

Setelah menghatamkan beberapa buku tentang MPASI, bolak balik buka wholesomebabyfood, membaca thread MPASI dan BLW di The Urban Mama dan memantau dengan seksama milis mpasirumahan, aku sudah mulai dapat bayangan tentangΒ  MPASI buat Aghnan. Baik cara pembuatannya, bahan-bahan yang boleh dan tidak diperbolehkan, tahapan-tahapan pemberian bahan makanan tersebut serta jadwal makan MPASI Aghnan nanti.

Nah, next nya adalah mulai mencicil peralatan perang buat MPASI ini. Jujur aja ini cukup clueless, terutama peralatan masak-memasaknya yaa.. Bingung, masa iya mesti dibeli semuanya. Takutnya kepake cuman sebentar dan gak optimal. Atau malah gak kepake sama sekali. Jujur aja, untuk peralatan masak dan makan MPASInya Aghnan ini aku pengennya dipisah penggunaannya dari yang dipakai sehari-hari di dapur. Call me mrs. sterilizer.. Cuman kan pencernaan baby delicate banget. Takut aja kalo nyampur-nyampur jadi terkontaminasi dengan yang lain-lainnya.

Anihoo, karena bingung akhirnya aku melempar pertanyaan di twitter tentang top 5 peralatan MPASI. Alhamdulillah di respon oleh banyak ibu-ibu cantik nan eksis di twitter. Dan responnya itu cukup mencerahkan. Yak mari kita lihat rekapannya berikut ini, peralatan perang favorit untuk MPASI:

Blender

Penting buat menghaluskan dan menghancurkan makanan. Secara baby kan mulai makan dari tekstur yang halus dan secara bertahap diubah teksturnya menjadi padat.Β  Nah untuk Blender ini aku juga bingung antara pengen pakai blender biasa / hand blender atau bahkan food processor. Ketiganya punya kegunaan yang sama untuk menghaluskan makanan tapi masing-masing punya pro dan cons nya.

Kalau ditanya di forum sih lebih banyak yang pakai blender dan hand blender. Banyak yang pakai hand blender juga dengan alasan tidak susah dibersihkan dan bisa dipakai untuk menghaluskan porsi kecil atau besar.

Suprisingly, cukup jarang yang pakai food processor. Alasannya sih karena food processor tempatnya terbatas dan kalau si baby sudah tidak ber puree lagi tidak akan kepake. Tapi ada juga yang bilang food processor bisa dipakai buat menggiling daging2 atau adonan untuk buat nugget dkk. Nah loo.. bingung gak eike.. Untuk food processor itu aku naksir Avent Wasabi dengan penampakan seperti berikut ini:

Itu steamer dan blender jadi satu gitu.. Menarik ga siih πŸ˜›

Kukusan/Steamer

Penting karena biasanya sebelum membuat puree buah (macam Apel dan Pir), buah tersebut di kukus dulu baru di haluskan menggunakan blender. Atau nanti kalau mau buat finger food macam nugget sendiri gitu, kukusan penting banget.

Slow Cooker Takahi

Langsung sebut merk, soalnya ini paling bagus (katanya) dan paling favorit. Gunanya slow cooker ini jujur aja masih belom kebayang sama aku. Yang jelas sih ngebantu banget buat working mom. Bisa masak dari malam sebelumnya, terus kalau masak sekaligus untuk beberapa porsi, tinggal cemplung masukin bahan-bahannya dan jadi deh (quoting kata temen gw). Mungkin kalau si baby sudah makan macam nasi tim/risotto /nasi lembek gitu kali yaa..

Pigeon Home Food Maker

Hehehe, langsung sebut merk lagi deh, soalnya ini juga yang paling favorit juga diantara ibu-ibu itu. Dalam satu set itu ada tempat saring makanan, tempat memeras buah, tempat memarut dan tempat menggerus makanan.

Aku sendiri mau coba lihat penampakan langsungnya. Kalau terlalu mini/kecil, kayanya enakan punya parutan yang gedean dan mangkok stainless steel buat mengaduk makanannya. Biar manteeb. Tapi dipikir-pikir lagi kan masaknya buat si kecil, yang mana porsinya juga ga banyak-banyak amat. Nah lo, jadi bingung sendiri kan gw πŸ˜†

Baby Cubes

Ini aku sudah beliii.. Hoahahahahaha.. Dasar emak emak gatel.. Ngeliat online shop ada yang jual, terus katanya Anthie ini penting langsung sikat buat dibeli. πŸ˜†

Jadi baby cubes ini berguna buat menyimpan kaldu/puree yang sudah dibuat dan ingin dibekukan. Biasanya kan kalau puree gitu buat working moms kayak aku, bikin sekaligus buat 2/3 hari kedepan. Nah tinggal disimpan saja di baby cubes ini per porsi.

Nanti kalau mau dimakan tinggal dipanaskan saja. Selain puree, yang jelas berguna buat bekuin kaldu. Bikin kaldu ayam/sapi/sayuran seminggu sekali saja. Terus bekuin di baby cubes ini dan kalau mau pakai tinggal ambil dan panaskan. Baby cubes isi 8 dan masing-masing cubes volumenya 70 ml. BPA free dan aman di taro di freezer, microwave atau dishwasher πŸ™‚

Kursi Makan

Ini juga penting. Sama halnya kayak car seat, aku ingin mendisiplinkan Aghnan dalam hal makan. Biar Aghnan ngerti kalau makan itu harus duduk. Aku gak mau jadi ibu-ibu yang mesti ngejar-ngejar anaknya buat nyuapin satu sendok makan. Itu horor buat aku, soalnya aku gak punya luxury waktu untuk ngeladenin kayak gitu. Dan menurut aku itu bukan kebiasan yang bagus. Yah emang sih gak gampang, cuman bismillah deh semoga Aghnan pintar dan bisa diajarinnya. High chair idaman sih yang merk Chicco Polly kayak gini:

Hohoho cakep yaa.. Harganya juga cakeeep. Tapi buat high chair ini gak akan langsung dibeliin sih. Lihat sikonnya Aghnan dulu. Bulan depan sih Aghnan sudah aku sewain perdana bumbo seat sekaligus tray nya. Jadi nanti pas mulai MPASI, Aghnan mam dari bumboo dulu yaa.. πŸ™‚

Feeding Spoon and Dish

Ini mah standar yaa, namanya juga mau makan ya mesti punya sendok dan piring buat makan. Hehehe.. Menambahkan saja, dari referensi yang aku baca, ada baiknya piring dan sendok makan buat anak mempunyai warna-warna yang cerah dan menarik. Soalnya untuk membantu menarik perhatian anak dan membuat suasana makan jadi menyenangkan (penting ini). So, pilihlah peralatan makan untuk si baby dengan warna warna berani dan menarik seperti dibawah ini πŸ™‚

Training Cups

Ini membantu anak untuk belajar mimik dari gelas. Tapi namanya training jadi ada tahapannya. Mungkin kayak mag mag nya Pigeon punya. Tapi yang punya training cups ada banyak merk ko sekarang. Kan menurut referensi yang aku baca. Setelah makan MPASI baby disarankan untuk mimik air putih. Nah bisa dipake deh training cups ini. Salah satu training cups yang lagi ‘in’ adalah yang namanya Doidy Cups ini.. Penampakan seperti dibawah ini.

Food Feeder

Hehehe ini juga aku gatal untuk membelinya.. πŸ™‚ Sebetulnya dipakai disaat baby masih belum 7 bulan. Yang mana baby sebelum umur segitu kan belum bisa duduk tegak (dan katanya agak berbahaya kalau dipaksakan untuk duduk). Jadi dengan food feeder ini, cukup membantu kita untuk nyuapin MPASI si baby (dengan posisi seperti kalau nyusuin dengan botol). Aku belinya yang Boon Squirt.

Alesannya norak, karena suka bentuk dan warnanya. Versi murahnya ada ko merk Pigeon punya. Tapi entah BPA free atau gak πŸ˜› Eh yang jelas, food feeder ini it will come handy when you’re travelling πŸ™‚ Betul kan? *mencarijustifikasi* πŸ˜›

Yak kurang lebih begitulah peralatan yang harus disiapkan. Kalau ada masukannya monggo comment yaaa.. πŸ™‚Β  Untungnya sudah dapat beberapa dari kado waktu Aghnan lahir. Tapi masih banyak juga yang belum nih.. Yang berartii, saatnya belanjaaaa!!! *jingkrakjingkrak.. Ayah pasti langsung tepok jidat.. πŸ˜†

Friday Night Date With Hubby :)

Setelah 2 minggu terjebak di nista nya sertifikasi moneter itu.. Akhirnya aku minta refreshing sama hubby. Mau date night hari Jumat malam pulang kantor πŸ˜€ . Biasanya sih nonton, cuman kemaren kepengen banget ngupdate wawasan kuliner kita. Iya nih, semenjak ada Aghnan kan ke mall jadi jarang. Kesempatan nyobain restoran-restoran baru juga makin jarang. Hehehe sekalian bisa ngerasain masa-masa pacaran duluu..

Aghnan sendiri ngapain? Hehehe dia mah di rumah saja, asik main sama om dan para eyang nya. Hihihi gini nih, enaknya tinggal dekat sama orang tua.. πŸ˜‰ Hari Jum’at kemarin emang bikin capek banget. Ujian ada dua dan kayaknya otak udah fully loaded bangeet. Alhamdulillah sih lulus dua-duanya, jadi tenang deh menjalani wiken.. πŸ™‚ Pulang dari tempat sertifikasi pun udah hampir setengah 6. Alhasil langsung deh janjian ketemu di Grand Indonesia sama si mas.

Sebelum ngider aku yang sudah kelaparan langsung narik si mas buat makan ke Yoshinoya. Bah, ngeliat antriannya (iyesss, masih ngantri aja gituu) langsung banting setir ke restoran Ismaya yang terbaru di GInd. Namanya Mr. Curry. Ini juga kita telat dikit masuk langsung waiting list aja gitu.. T_T

Ini restoran setali dua uang dengan Pasta de Waraku. Plus dekorasi dalamnya juga mirip-mirip. Semua replika makanannya di pajang di luar restorannya. Terus susunan menu, gaya waiternya plus harga-harganya juga mirip-mirip dengan Pasta de Waraku. Mungkin melihat lakunya Pasta de Waraku, Ismaya ingin membuka restoran yang mirip namun dengan spesialisasi makanan yang berbeda yaah.

Suasana di Mr. Curry

Untuk Mr. Curry ini, sesuai dengan judul makanannya, spesialis mereka adalah Curry. Dari seafood, ayam, daging, telur semuanya disiram dengan saus curry andalan mereka. Pilihan saus curry nya juga terdiri dari 3 tingkat kepedasan. Non spicy, spicy dan very spicy.

Chicken Katsu Curry

Aku sih kalo di restoran baru milih makanannya yang best seller di mereka. Untungnya kalo disini kita gak perlu nanya-nanya lagi. Di meja sudah tersedia list top ten best seller mereka. Jadinya aku pesan Chicken Katsu Curry Rice (58k IDR) pakai original curry sauce spicy yang katanya nomor 1 best sellernya mereka..

Gak pake lama, makanan kita pun datang. Awalnya sih kecewa, kok tidak sebesar yang dibayangkan.. Hihihi.. Tapi berhubung lapar jadi langsung sikaat. Enak rasanyaa.. Dan karena enak langsung tandas seketika. Enaknya tiap porsi curry didampingi dengan extra salad. Jadi rasa pedas curry nya bisa diimbangi dengan segarnya salad. Yang aku gak suka cuman bentuk piringnya aja sih. Menurut gw kurang ergonomic. Sisanya.. Puaass.. Mau balik lagi kesini untuk coba menu yang lain.. πŸ™‚

Setelah perut kenyang langsung deh jalan ngiderin Grand Indonesia. Tujuannya sih masih gak jauh-jauh sama urusannya Aghnan. Hihihihi.. πŸ˜† Mau ke Zara lihat sale Zara baby nya.. Iyaa Zara baby nya aja.. Emaknya blom mau belanja Zara melihat baby fat di perut masih menggelantung dengan manisnya.. Ntar aja deh kalo badan dah kayak dulu lagi baru mau belanja di Zara lagi.. πŸ˜›

Terus mampir Gramedia buat beli buku Puree keluaran Ayah Bunda. Buku Puree ini sudah aku nanti-nantikan, soalnya buat persiapannya MPASI nya Aghnan nanti. So far, ini buku MPASI yang cukup memuaskan buat aku. Bukunya tebal, resep-resepnya ada banyak, panduannya jelas tentang MPASI, segala peralatan perang MPASI dijabarin disini plus panduan membekukan MPASI juga kompliit.. Terus udah bukunya tebal harganya pun cuman 35k IDR saja.. Wiih puas to the max bangeet deeh..Walau kayaknya satu dan lain hal perlu dibandingkan lagi dengan wholesomebabyfood .

Puree

Abis dari Gramedia, mampir ke La Senza dulu. Nyari strapless bra buat pake kebaya. Iyeee, naiknya ukuran cup membuat strapless bra yang dulu-dulu sudah tidak bisa dipake. Dan akhirnya mampir ACE deh. Ngapain? Beli tong sampah gede buat menampung limbah nya Aghnan yang banyak itu.. Hihihi.. Kalo pake tong sampah yang sekarang kasian si mbak beresinnya. Sehari sekali mesti ganti plastiknya deh.. πŸ˜› Akhirnya aku sama mas beli tong sampah yang sekalian gede. Ukurannya 50L.. Hikikiki..

Selesai di ACE langsung pulang deh. Pegel encok.. Kencan yang gw harapkan ternyata ujung-ujungnya beresin kebutuhan domestik rumah tangga yak.. Daaan gak jauh-jauh sama urusannya Aghnan. Hihihihihi.. πŸ˜† Yaah namanya udah ada Aghnan, pasti pikiran kita makin kompak, mikirin Aghnan. Yang jelas selama kencan, aku senang bisa berkolaborasi pikiran dengan si mas tentang Aghnan. Bagaimana perkembangan dia, concern kita apa saja, dan style parenting kita mau bagaimana ke dia. Huhuhu, he’s my perfect partner in life yang jelas.. Kita betul-betul sehati dan seirama.. Alhamdulillah πŸ™‚

Belajar Tentang MPASI

Buat gw, jadi seorang ibu adalah proses pembelajaran yang panjang. Dan mau gak mau, kita harus cari tau sebanyak-banyaknya informasi tentang perkembangan anak kita. Thanks to Internet dan mbah Google, semua informasi sekarang gampang banget didapetin. Plus lagi thanks to BBM dan Twitter, komunikasi dengan sesama emak-emak senasib jadi semakin cepat dan lancar. Kalau dulu sebelum Aghnan lahir aku belajar tentang segambreng persiapan melahirkan, handling newborn/babies sampai belajar tentang ASI, ASIX, Breastfeeding dkk. Sekarang saatnya gw belajar banyak tentang MPASI. Oh and of course issue yang akan selalu ada, gw (HARUS) belajar banyak tentang parenting Dos and Don’ts. Soal parenting ini aku bahas kapan-kapan deh. Mungkin sekaligus dengan hutang postingan tentang hypnoparenting ini..

Sekarang aku mau cerita tentang MPASI. Aghnan memang baru 2 bulan, cuman pasti gak berasa sampai dia berumur 6 bulan deh. Saatnya dia mulai masuk fase makan. Dan saatnya diberikan MPASI (Makanan Pendamping ASI). Hihihihi, jujur aku buta setengah mati soal MPASI ini. Yang aku tau makanan baby ya itu ada macam Nutricia lah, dan berbagai makanan instant baby lainnya. Gegegege, dari judulnya aja makanan instant, ko kayanya gak banget ya buat baby kita dikasih yang instant-instant. Secara emak-emak yang gw kenal pada heboh soal persiapan MPASI ini, mangkanya langsung deh browsing-browsing soal MPASI.

Kapan bayi boleh diberikan MPASI? Kalau berdasarkan WHO dan IDAI, bayi baru boleh diberikan MPASI itu pada 6 bulan pertama kehidupan seorang anak. Mengapa baru usia 6 bulan diberikan MPASI? Browsing dan google, akhirnya menemukan beberapa alasannya. Ini aku copy paste dari link iniyaa:

  1. Pemberian makan setelah bayi berumur 6 bulan memberikan perlindungan besar dari berbagai penyakit. Hal ini disebabkan sistem imun bayi berusia kurang dari 6 bulan belum sempurna. Pemberian MPASI terlalu dini sama saja dengan membuka pintu gerbang masuknya berbagai jenis kuman. Belum lagi jika tidak disajikan higienis. Hasil riset terakhir dari peneliti di Indonesia menunjukkan bahwa bayi yg mendapatkan MPASI sebelum ia berumur 6 bulan, lebih banyak terserang diare, sembelit, batuk-pilek, dan panas dibandingkan bayi yang hanya mendapatkan ASI eksklusif. Belum lagi penelitian dari badan kesehatan dunia lainnya.
  2. Saat bayi berumur 6 bulan keatas, sistem pencernaannya sudah relatif sempurna dan siap menerima MPASI. Beberapa enzim pemecah protein spt asam lambung, pepsin, lipase, enzim amilase, dsb baru akan diproduksi sempurna pada saat ia berumur 6 bulan.
  3. Mengurangi resiko terkena alergi akibat pada makanan. Saat bayi berumur kurang dari 6 bulan, sel-sel di sekitar usus belum siap untuk mengolah kandungan dari makanan. Sehingga makanan yg masuk dapat menyebabkan reaksi imun dan terjadi alergi.
  4. Menunda pemberian MPASI hingga 6 bulan melindungi bayi dari obesitas di kemudian hari.

Okeh setelah baca artikel tersebut aku langsung ngangguk ngangguk. Jadi kalau ada orang iseng gemes pengen kasih makan Aghnan macem-macem bisa di ‘CIAAAT’ pake argumen diatas πŸ˜€ .Apalagi kalau ada yang ngasih Aghnan es krim/coklat sebelum waktunya.. Langsung *asahparang* πŸ˜†

Untungnya banyak banget teman senasib sepenanggungan (baca: temenan sama emak-emak nan cihuy dan asoy). Ibu-ibu TUM, teman-teman WK, bahkan teman kantor yang sama-sama berstatus ibu muda beranak satu batita πŸ˜€ . Dari kemarin mulai deh baca-baca tentang MPASI. Baca pengalaman teman-teman via blog nya mereka tentang pengalaman MPASI nya. Terus khusyuk baca thread tentang MPASI di TUM dan Mommies Daily. Dan berdasarkan blog walkingΒ  dan browsing thread di forum-forum nemuin deh referensi link yg bagus buat belajar tentang MPASI, tahapan-tahapannya, variasi menu-menunya serta tips tips menghadapi isu-isu dan problem seputar MPASI anak.

  • Wholesome Baby Food: disini lengkap banget panduan MPASI. Dijelasin detail bahan makanan apa saja yang boleh diberikan sesuai dengan tahapan umur. Tata cara penyajian, pembuatan serta penyimpanan. Dan juga segambreng tips and trik nya. Pencerahan banget baca site ini.. πŸ˜€
  • MPASI Rumahan: Ini versi Indonesianya. Ini juga wajib baca dan wajib ikut milisnya di mpasirumahan@yahoogroups.com . Resep-resep disini juga menggiurkan sekali. Nyam.. Semakin semangat masak buat Aghnan πŸ˜€ Blog ini juga mengacu ke Wholesome Baby Food sebagai referensi nya. Soo setali dua uang, sepaham dan seirama.. Hoehehehehe.. πŸ˜›
  • Annabel Karmel: Dia ini nutritionist special makanan bayi dan anak. Sudah ngeluarin berbagai macam buku resep masakan. Dia bahkan mengeluarkan line tempat makan persiapan MPASI yang bisa dibeli di Mothercare (FYI, perlengkapan makan MPASI dia lagi diskon 50% di semua Mothercare looh). Aku suka browsing ke websitenya. Soalnya terorganisir dengan baik sekali.. πŸ˜€

Yah kurang lebih itu dulu yang mau aku khatam in. Humm Aghnan udah 2 bulan. Woow 4 bulan lagi menuju MPASI dia.. Pasti gak bakal berasa. Yaiyalaah, dulu gw juga hamil 9 bulan gak berasa, tau-tau sudah brojol aja gituu. Aaah syemangaaat mempersiapkan MPASI nya Aghnan. Pokoknya Bunda akan selalu senantiasa kasih yang terbaik untuk kamu ya sayang. Mwuaaah.. πŸ˜€

[thumbnail image]