Archive of ‘thinking cap’ category
Dari awal ngeblog itu awalnya iseng. Mulainyapun gak kreatif, dari jaman blog di Friendster, yep, alm. Friendster yang jaman dahulu kala itu. Kemudian ketularan Amir (dulu masih manggil nama) jadinya pindah ke WordPress. Orang-orang kan pada pake blogspot, kenapa wordpress? Sok anti mainstream judulnya
Lama ngeblog jadi hobi dan keterusan deh sampe sekarang. Dari jaman blog masih jaman single, persiapan nikah sampai yang terakhir ini.
Senengnya nge blog ya macem-macem. Buat gw sih jadi kayak diary online aja yang kebetulan bisa dibaca orang sejagat. Terus jadi kayak pengingat aja kalau dulu tuh kita kayak gimana. Apalagi semenjak punya Aghnan, kalau bisa semua milestone nya ditulis di blog. Bukan demi pamer, tapi demi jadi kenangan dan pengingat aja. Gak jarang gw sering cari arsip-arsip resep lama buat di contek. Atau kalau pas ada yang tanya Aghnan 7 bulan MPASI apa aja ya langsung bisa liat-liat lagi. Jadi buat gw pribadi berguna banget buat pengingat gw yang otaknya makin lama makin berumur hehehe.
(more…)
Kenapa ya bawaannya kalau puasa itu jadi suka merenung-merenung bin berkontemplasi atas semua pertanyaan-pertanyaan yang ada di kepala ya? Apa efek karena tiap bulan puasa kalau ibadah jadi lebih khusyuk? Apa karena efek dari beribu-ribu pintu rahmah yang dibuka pada saat bulan puasa? Atau karena efek menahan nafsu lahir batin jadi memperuncing aktifitas indra yang lain? Yang pasti akhir-akhir ini aku jadi sering banget mikir tentang apa sih yg terpenting buat aku di dunia ini.
Sebelum nikah, apa pendapat orang tua aku itu penting banget buat aku. Entah faktor otorisasi membekas atau kontak batin yg terlalu erat, cuman kalau orang tua udah gak ikhlas rasanya enggan seenggannya buat melakukan hal tersebut. Apalagi si mama. Kalau mama udah gak komen atau yah terlihat lah gak setuju, rasanya kok hati gak tenang. Dan ituu sampai sekarang masih kebawa. Apa pendapat mereka penting banget buat aku. Istilahnya, mau melakukan apa-apa harus minta restu mereka dulu. Doa orang tua kan makbul, pokoknya selalu minta doa restu sama mereka agar semua urusan bisa dilancarkan sama Allah semua-muanya.
(more…)
Selalu kangen sama bulan Ramadhan. Soalnya di bulan Ramadhan ini gak sekedar kita beribadah puasa saja. Tapi dalam ibadah puasa ini juga menjadi kesempatan kita buat berintrospeksi diri dan memperbaiki keimanan kita ke arah yang lebih baik lagi. Memang yah, kesempatan untuk berubah itu harus dimulai dari diri sendiri, baru deh kita bisa membantu membuat perubahan yang lebih besar terutama buat orang dan lingkungan di sekitar kita. Apalagi di bulan Ramadhan ini rasanya wajib ya untuk berbuat kebaikan yang lebih karena pahalanya berlipat-lipat dibanding bulan-bulan lainnya.
Rasanya ya keinginan berbuat kebaikan sambil memberikan perubahan di kota masing-masing pas banget sama Warnai Kotamu Photo Contest yang bisa dibaca di artikel nya Fashionese Daily di http://fdly.me/WarnaiFD atau Mommies Daily di sini http://fdly.me/WarnaiMD . Jadi di kontes ini kita bisa memilih satu area publik yang akan di cat ulang oleh tim kreatif Jotun Paints. Public area ini bisa berupa sekolah, mesjid, taman, jembatan dll.
(more…)
Sebetulnya udah dari tahun lalu aku kalau belanja bawa kayak tas belanja sendiri. Terutama kalau belanja bahan makanan ya di pasar swalayan. Bukan sekedar mau ber go green ria buat mengurangi penggunaan kantong plastik. Tapi terutama aku suka mumet aja sama kantong-kantong plastik abis belanja yang lama-lama menuhin laci di dapur. Eh sebenarnya sama semua barang yang gak bisa di simpan secara baik sih. Itu tandanya sudah kebanyakan dan harus dikurangi hehehehe. Awal-awal semangat sih bawa tas belanja sendiri. Cuman suka gak nyaman karena dilipatnya suka gak rapih dan jadinya gak ringkas. Terus gak waterproof dan susah dibersihin kalau kena noda. Emang sih di supermarket kayak Ranch Market gitu jual tas belanja sendiri. Cuman modelnya kurang ok dan mahal bok.
Sampai akhirnya beberapa minggu yang lalu lihat twitter ownernya Family Matters, mereka mau ngeluarin produk Neon Ecobags. Belum resmi di launch aku udah langsung ngetek. Dan begitu sudah resmi di launch di websitenya, langsung order, transfer dan gak lama nyampe ke rumah deh. Jadi dengan harga 180.000 IDR kita dapat 3 Neon Eco Bags dengan warna-warna cerah dan desain yang keren. Kualitas bahannya kuat, waterproof dan mudah dibersihkan. Paling suka lagi karena tiap tas bisa dilipat dan dimasukan ke dalam pouch kecil yang dijahit di tasnya. Jadi gak bakal hilang pouch kecil itu. Apalagi karena warna nya yang gonjreng jadi gampang keliatan dimana-mana. 
(more…)
Siapa yang pernah masuk ke dalam fase denial terhadap kondisi dirinya? Aku pernah dan beberapa kali sih. Dan menurut aku wajar. Kalau ada penolakan terhadap suatu kondisi yang kita kira jauh dari ideal. Tapi seberat apapun denial yang sedang kita hadapi, gak bagus kalau terus menerus di hindari. Karena kalau kita gak bisa menerima segala hal yang kita denial kita gak bisa menerima dan gak bisa mencari penyelesaian masalah tersebut.
Contoh kasus di bawah termasuk contoh kasus yang berat ya, soalnya gara-gara denial satu manusia yang repot satu kampung. Kita panggil saja namanya mbak R. Seumuran sama eike cuman dari dulu memang beda prioritas hidupnya. Singkat cerita mbak R ini hamil diluar nikah dan statusnya waktu itu masih jadi mahasiswi tingkat 2 di suatu universitas swasta. Denial tahap pertama adalah tidak mengakui dirinya hamil, dan tiap bulan masih berpura-pura minta pembalut sama kakak ceweknya. -.-”
(more…)
Setelah 2 tahun berjuang melawan kanker otak, akhirnya kemarin Om ku menghembuskan nafas terakhirnya. Sesungguhnya hal tersebut sudah di prediksi, namun sebagai keluarga tentunya kita tidak boleh berhenti berharap. Apalagi mengharapkan keajaiban dari Allah. Namun, Allah sudah berkehendak dan meminta beliau untuk berpulang kepada Nya.
Kemarin siang ditengah-tengah rapat, aku ngelirik ada missed call berkali-kali dari si mama. Sampe akhirnya baca chatnya si mas bahwa ternyata si Om sudah meninggal jam 10.00 pagi. Selesai rapat akupun langsung pergi ke Siloam MRCCC dan langsung menuju Mortuary nya. Tadinya di mobil masih bisa ketawa-ketawa sama si mas kayak gak ada apa-apa. Mungkin itu denial nya aku aja ya. Karena begitu ketemu si Bulek, aku sama adekku langsung meluk Bulek dan Blaaaarr.. Tumpah air mata kita. Aku pelukin si bulek erat-erat dan bulek pun bilang seperti ini..
(more…)
Jadi minggu lalu aku dikasih tau teman di twitter kalau foto pribadi aku (yang sudah di watermark dengan tulisan HOTD dll) di pakai oleh seorang oknum pemilik OLS di Facebook sebagai contoh pemakaian barang dagangannya. Langsung menuju TKP dong, dan jeng jeng gak cuman 1 tapi ada 3 foto HOTD aku yang pakai Kaffah Scarf nya Saturday Market dipakai buat contoh pemakaian barang dagangannya dia.
Mending ya dia jualan Kaffah Scarf juga, gak ini namanya _ _ _ _ _ shawl (Kaffah KW versi dia kayaknya) trus dipajang fotoku yang sedang pakai Kaffah Scarf tapi seolah-olah pakai Shawl nya dia. Widiiii.. mau jualan kok gak mau usaha toh ya mbak. Setidaknya permisi dulu dong sama yang punya foto.
(more…)
Jumat Gloomy..
Maaf ya kalau postingannya sedikit sentimentil. Tapi kepikiran terus dari kemarin. Mau cerita tentang Om ku. Ini Om ku yang paling deket sama aku. Waktu aku masih 7 bulan, aku ditinggal mama nyusul papa ke Jerman, dan salah satu babysitter ku waktu itu selain Almh Eyang ya Om dan Tanteku ini. Kebetulan mereka masih tinggal satu rumah sama Eyang waktu itu dan belum punya anak. Jadinya aku udah kayak anak pertama mereka. Aku sama Om ku bahkan punya salam spesial yang kayaknya cuman berlaku buat aku doang dari semua ponakannya si Om.
(more…)
Masih optimis kalau bisa weaning 3 bulan lagi sama Aghnan. Udah mulai di hypno-hypno. Bahkan kadang suka straightforward sama si bocah.
Bunda:
Boleh, puas-puasin nenen sekarang, tapi 3 bulan lagi kamu udah 2 tahun, kamu mimik dari gelas ya. Okeee..
Aghnan:
Oceeee..
(more…)