Beautiful Spain Part 6: The Heart of Cordoba

Our last city in Andalusia.. 

Kita berangkat pagi dari Sevilla naik Renfe AVE dan sampai di Cordoba jam 09.00 pagi. Kepagian banget hahaha, soalnya tempat penyimpanan lokernya belum buka. Dulu katanya ada fasilitas penyimpanan koper di stasiun Cordoba, tapi karena alasan keamanan fasilitas itu ditutup. Browsing-browsing ternyata di seberang stasiun Cordoba itu ada tempat penyimpanan koper yang namanya Consignas Ferroviarias Baggage Service. Bukanya jam 09.30 am – 08.00 pm. Ownernya super ramah dan familiar dengan Indonesia. Udah gitu kita juga dikasih peta dan dikasih ancer-ancer point of interest.

Rute yang kita pilih untuk mengeksplorasi Cordoba adalah berangkat dari Roman Bridge. Dari stasiun kita naik bis menuju Roman Bridge. Roman bridge of Cordoba ada jembatan bersejarah dari jaman kekaisaran Roma yang dibangun dari abad 1 di pinggir sungai Guadalquivir. Sungai yang sama yang mengalir di Sevilla.

Continue reading

Beautiful Spain Part 5: Sevilla Home of Dorne Kingdom

Sevilla, salah satu kota penuh sejarah di Spanyol.  Mitosnya kota ini ditemukan dan di dirikan oleh Hercules (iyee yang demi God yang banyak film nya itu). Kemudian seiring berjalannya waktu, mengingat posisinya di pinggir sungai Guadalquivir, pada masa keemasannya Spanyol, Sevilla tumbuh pesat menjadi pusat perdagangan. Semua komoditas yang berasal dari “Dunia Baru” (Benua Amerika) pasti masuk melalui Sevilla. Tapi sebelum masa itu, Sevilla, seperti halnya Granada, sempat dikuasai oleh kaum Islam Moorish.

Rasanya kurang puasa menjelajah Sevilla dalam satu hari. Tapi, lagi-lagi keterbatasan waktu jadi kita mari kita usahakan. Pagi-pagi kita udah ngantri masuk ke Alcazar of Seville. Alcazar ini adalah royal palace yang awalnya dibangun oleh raja muslim kaum Moor. Nama lengkapnya Alcazar ini adalah Real Alcazar de Sevilla. Real sendiri artinya Royal.  Kemudian palace ini dikembangkan dan menjadi bangunan kerajaan Spanyol yang paling menonjol dan menjadi contoh arsitektur Mudejar yang paling bagus di sepanjang semenanjung Iberia. Mudejar ini adalah gaya arsitektur Iberia  terutama dari kerajaan Aragon dan Castile yang sangat dipengaruhi oleh arsitektur kaum Moor.

Continue reading

Beautiful Spain Part 4: Granada and the Mighty Alhambra

Heyhooo.. Sapuin dulu debu di blog ini yah. Gak berasa bulan puasa udah lewat dan lebaran pun juga sudah lewat. Hahahaha… Draft postingan blog makin menumpuk tapi tentu saja aku bertekad untuk menyelesaikannya minggu ini. Dari mulai sisa cerita di Spanyol, cerita mudik  dan liburan lebaran, birthday trip nya Argen sampai cerita Aghnan perdana masuk SD. Buset banyak yaa.  Caiyoo kalau begitu!!.

So, back to Spain dulu ya. Terakhir cerita soal ke Barcelona, terus ke Sevilla. Sekarang mari cerita soal Granada. Pagi-pagi banget kita udah balik ke Stasiun Santa Justa buat sewa mobil untuk ke Granada. Booking sewa nya udah dari Indo, disana tapi tetap dicek lagi kelengkapannya. Spanyol setir nya di kiri, namun karena Ayah udah gape lah nyetir di kiri karena pengalaman di US jadi pede-pede aja nyetir bolak balik Sevilla Granada dalam 1 hari.
Continue reading

Beautiful Spain Part 3: Christopher Columbus Monument, Gothic Quarter and Renfe AVE

Kita selesai di Parc Güell masih jam 10.30 wah jadi keburu banget kalau mau lihat monumennya Columbus yang namanya Mirador de Colom. Berdasarkan panduan google maps kita naik bus depan Parc Güell dan lanjut naik metro.

Mirador de Colom

Mirador de Colom atau Columbus Monument  adalah monumen setinggi 60 meter yang berlokasi di ujungnya La Rambla.  Monumen ini dibangun untuk menghormati perjalanan pertama Columbus ke benua Amerika. Monumen ini menjadi pengingat bahwa Christopher Columbus (yang mana orang Italia) lapor ke Ratu Isabella I dan Raja Ferdinand V di Barcelona setelah perjalanan pertama di benua baru (kayaknya sih karena yang mau sponsorin perjalanannya Columbus itu ya Ratu dan Raja Spanyol instead Italia).
Continue reading

Beautiful Spain Part 2: Barcelona, Home of Gaudi

Pemberhentian pertama dalam Spain trip kemarin adalah Barcelona. Berhubung aku cuman dikasih 2 hari cuti tambahan jadi sempat galau jadi apa gak ke Barcelona. Tadinya ke Barcelona itu direncanakan jadi kota terakhir, tapi setelah itinerary sukses dibolak balik akhirnya Barcelona dijadikan kota pertama. Flight dari kantor di book nya CGK-MAD-CGK. Karena naik Qatar Airways, jadi bisa di re route menjadi CGK-BCN, MAD-CGK.

Ini perdana kita naik Qatar Airways, dan bisa dibilang buat aku sih ya, agak overated. Pramugari nya itu agak jutek2 gak santai. Dipanggil dengan panggilan dari seat gak ada yg nanggapin. Minta toothpick gak dikasih-kasih padahal udah minta ke 2 pramugari yg berbeda. Sampai akhirnya minta langsung ke tempat pramugarinya, yah ternyata lagi pada ngerumpi. Agak malesin ya. Mending servisnya Garuda atau SQ. Tapi plusnya makanannya Qatar tasty sih buat gue, dan bukan yg itu-itu lagi. Perjalanan berangkat dan pulang makananya bervariasi. At least lebih bervariasi dibanding Emirates.

Continue reading