Orientasi, Belanja dan Freedom Trail

Datang tanggal 27 Agustus itu lumayan mepet ya. Soalnya besoknya langsung sibuk urusan administrasi dengan kampus. Kayak lapor ke bagian International Student di kampus, ngecek billing dan asuransi kesehatan di kampus dan buka rekening bank disini. Kemudian lusanya udah langsung orientasi disusul dengan ketemuan dengan Profesor kepala jurusan buat diskusi mau ambil kuliah apa aja. Orientasi ini lumayan fun ya soalnya kenalan sama temen-temen seangkatan. Apalagi rata-rata yang studi disini ya kebanyakan international student . Melayu cuman diwakili Indonesiah aja. Bule bisa dihitung beberapa, Turki dan Latino segelintiir. Tapi yang segambreng dong yang datang dari China Mainland . Anjrit hampir 70% dari seangkatan ya. *pingsan* Ada juga sih dari Jepang, Korea dan Taiwan tapi segelintir juga.

Terintimidasi soal kemampuan berbahasa Enggres gak ya. Secara kebanyakan yang dari Cina ngomong Enggres nya masih kadang terbata-bata. Sesungguhnya gw lebih terintimidasi soal umur dan kemampuan berpikir 😆 Dulu waktu kuliahb S1 jadi anak kedua paling muda seangkatan. Sekarang jadi termasuk anak paling tua seangkatan -.-” .  Mereka itu rata-rata seumuran adek gw dan baru aja lulus kuliah bulan Mei 2012. Sedang gw? Yaudah lah ya, TUWIR!. Tapi yang seru sih ketika gw cerita kalau gw udah nikah dan punya anak. Mereka pada gak percaya. Terus nanya umur. Gw jawab, makin gak percaya 😆 . They said:
Continue reading

Pilih-pilih Maskapai Penerbangan

Aku pikir cari pesawat ke Boston itu gampang-gampang aja ya. Ternyata banyak faktor yang perlu dipertimbangkan. Apalagi aku tipe yang picky urusan maskapai penerbangan. Ditambah lagi, kalau ke Boston itu kan long haul flight . Jadi lebih picky lagi. 😆  Kalau temen yang lain sih kayaknya pasrah aja sama pilihan yang dikasih sama kantor. Dan biasanya sih pilihannya dikasih 2 kalau ke Boston. Kalau gak Singapore Airlines (SQ)  atau gak KLM.  Kalau mau maskapai lain sih boleh-boleh aja. Tapi ya itu prinsip nya harus cheap, direct dan refundable .

Sebenarnya sih senang sih ya kalau pakai SQ. Secara ya emang paling enak banget. Tapi begitu lihat rutenya aku melongo. CGK-SIN-FRA-NYC-BOS. Jadi 3 kali transit di Singapore, Frankfurt sama New York. Dari New York ke Boston pindah naik Delta Airlines.  Ondeh, dengernya aja pegel cin. Dan total penerbangan jadi 33 jam saja. Makin pegel jadinya. Ada sih rute yang lebih pendek dan langsung ke Boston. Yaitu CGK-SIN-LHR-BOS. Cuman maharani banget. Udah pasti ditolak mentah-mentah sama kantor 😆 Jadi walau aku kepengen banget ngerasain naik A380 dan merasakan fasilitas nya SQ lagi. Tapi ya bukan opsi yang enak sih buat aku. Apalagi kalau transit nya di NYC baru lanjut ke BOS itu biasanya kita pindah dari international flights ke domestic flights . Yang mana, kalau kata temen-temen yg udah berangkat, kita masuk imigrasi US di New York (yg mana antriannya suka panjang ampun di JFK) trus ambil bagasi kita, dan check in lagi buat domestic flights  ke Boston. Mana katanya jaraknya jauh lagi antara international dan domestic  nya. Kagak asiiik. Jadi benar-benar cari yang direct ke Boston, jadi gak perlu angkut-angkut koper lagi.
Continue reading

What to Expect in Boston

Persis sebulan lagi iniiih. Jujur udah lebih excited dibanding sedih. Sedih ninggalin anak selama 6 bulan itu default ya. Tapi daripada aku ngebawanya sedih dan kepikiran, kasihan si Aghnan nanti ikut sedih dan kepikiran. Gw percaya, ikatan batin ibu dan anak itu segitunya. Gak perduli terpisahkan jarak waktu dan time zone pasti ikatan batin itu akan selalu ada. Jadi mari kita lihat sisi-sisi positif yang bisa di eksplor di Boston ya.  Apalagi semakin baca-baca soal kotanya dan testimoni teman-teman yang udah pernah kesana jadi semakin semangat. Banyak yang bilang “Boston, salah satu kota di Amerika yang paling bagus”. Dan banyak katanya-katanya lagi yang nampaknya harus gw buktikan sendiri disana.
Continue reading

Visa Amerika Untuk Pelajar

Alhamdulillah visa untuk S2 nanti sudah ditangan. Termasuk visa buat si mas dan Aghnan. Buat aku ini visa Amerika kedua aku. Tapi walau sudah pernah ngurus sebelumnya, tetap aja keder nyiapin semua dokumennya. Entah karena faktor kita sendiri yang urus semua-semuanya, panjangnya antrian dan betapa mengintimidasi nunggu proses wawancara. Yah walaupun pede ya semua berkas-berkas lengkap tapi tetap aja mah, shit happens. Jadi super double extra nyiapinnya.

Kalau dulu apply visa Amerika untuk urusan Bisnis (B1/B2). Kali ini, karena urusan sekolah jadinya apply visa dengan kategori F1 (buat aku) dan F2 (buat mas dan Aghnan). F1 buat pelajarnya, F2 buat dependant pelajarnya. Kalau buat visa pelajar, sebelum ngisi formulir visa nya kita harus nunggu dokumen I-20 dari sekolahnya. Nah I-20 ini yang penting, bahkan kalau sudah di US I-20 ini harus dibawa kemana-mana dan dijaga laksana passpor kita.

Continue reading

An Indonesian Girl in Concord

Yesterday I went to Walnut Creek, CA with Tosa, Pianti, Mbak Parti and Naila. 🙂 There is shopping arcade and it is sale season. Uuu.. yippie, sale is always beautiful. I bought this really nice GAP jeans. And I also found something nice for my brother.. 🙂

I really enjoy hanging out with Tosa’s family. They are really nice and adorable. Pianti, his wife, is really nice. I really like talking to her. And Naila, his daughter, is soo cute. I love playing with her.. 🙂 They are expecting another baby.. 🙂 It’s due on next November. Wow.. I just wish all the best for them.. 🙂
Continue reading