Nonton Slumdog dan Langsung Termenung..

Iyah baru nih nonton Slumdog Milionaire kemarin di Star Movies. Basi yah, maafkan kalau begitu. Filmnya bagus, dan betul-betul bikin merinding. Terutama waktu bagian masa kecilnya Jamal yang mana dia di rekrut oleh “mafia anak jalanan” . Mafia itu memberi makan si Jamal tapi in return dia memaksa Jamal dan kawan-kawan untuk mengemis di jalanan. Gak cuman itu yang bikin sedih, mafia itu pun bertindak jahat sekali kepada seorang anak yang suaranya bagus. Anak itu dibius dan matanya dibuat buta. Hal itu dilakukan karena orang-orang akan membayar lebih mahal kepada anak kecil yang buta tapi pintar menyanyi.. T_T

Jahat sekali yaa, dan itu cerita di India. Aku percaya itu bukan sekedar fiksi, pasti terinspirasi dari kejadian yang sebetulnya. Dan somehow aku yakin “mafia jalanan” itu pasti ada juga di Indonesia ini. Kadang suka miris hati melihat anak-anak kecil telanjang kaki minta-minta di lampu merah. Belum lagi kalau ada anak baru umur 4tahun kemana-mana minta-minta sambil gendong adek bayi yang masih kecil banget. Makin meweek rasanya hati ini.

Kalau lihat dipojokan lampu merah ngelihat ada orang  tuanya (atau yang aku pikir orang tuanya) rasanya minta aku timpuk. Apalagi kalau diantara mereka ada yang sedang hamil lagi. Makin mikir pasti nasib anak itu pasti jadi anak jalanan juga.. Hukksss.. T_T

Langsung berfikir bagaimana ya menuntaskan nasib anak jalanan ini? Apalagi kalau ada “mafia” nya. Belum lagi anak jalanan itu renta jadi sasaran kejahatan para pedofil dan pembunuh anak-anak itu. Hiks.. Bagaimana kita bisa membantu ya. Kata Menteri Sosial sih gembar  gembornya anak jalanan sudah tidak ada lagi di tahun 2012. Tapii apa mereka sudah berpikir untuk menuntaskan sampai ke akar permasalahannya?

Belum lagi cerita kasus penculikan anak/bayi.. Hiks makin miris hatiku.. Cuman bisa memohon amat sangat kepada Allah SWT supaya Baby K dijauhkan dari segala macam hal yang jahat di dunia ini.. Itu salah satu doaku yang utama buat Baby K.

Kalau memang anak jalanan itu sebatang kara sih ok lah. Tapi kasus yang aku lihat di sekitar kebanyakan anak-anak jalanan itu masih punya orang tua. Cuman mereka terlalu malas untuk bekerja jadinya menyuruh anak-anaknya yang masih kecil-kecil itu untuk mengemis-ngemis. Heran yah ada orang tua kaya gitu. Kayak gak punya nurani. Emangnya anak dilahirkan ke dunia ini buat disuruh ngemis kayak gini. Bukannya dilindungi dan diayomi malah disuruh kerja. Dimana hati nuraninya yaa? Hiks..

Pengen rasanya kasih mereka baca cerita ini:

Suatu hari seorang bayi siap untuk dilahirkan ke dunia…

Dia bertanya kepada Tuhan : ” Para malaikat disini mengatakan bahwa besok Engkau akan mengirimkan saya kedunia, tetapi bagaimana cara saya hidup disana; saya begitu kecil dan lemah ?”

Dan Tuhan menjawab: “Aku telah memilih satu malaikat untukmu. Ia akan menjaga dan mengasihimu .”

Bayi bertanya lagi: “Tetapi disini, didalam syurga ini, apa yang saya lakukan hanyalah bernyanyi, bermain dan tertawa…Inikan sudah cukup bagi saya untuk berbahagia.”

“Malaikatmu akan bernyanyi dan tersenyum untukmu setiap hari. Dan kamu akan merasakan kehangatan cintanya dan menjadi lebih berbahagia”

Ibu mana yang gak mewek coba baca cerita diatas? Aku sih bombay habis dan rasanya pengen peluk Baby K sangat. Mangkanya punya anak itu tanggung jawabnya hebat dan berat. Anak dilahirkan bukan untuk di sia-sia. Kalau memang belum mampu punya anak ya jangan bikin anak dulu lah. Atau kalau mau nakal, ya pintar dikit lah. Kontrasepsi murah ko. Daripada nakal, gak siap jadi orang tua, terus tekdung terus anaknya disia-sia. Gila apa, kemana pikirannya coba?

Mangkanya gw salut banget sama cerita single mother yang bisa membesarkan anaknya sendiri padahal bapaknya kabur entah kemana tidak mau bertanggung jawab. Single mother seperti itu harus kita support bukannya di cemooh. Dia berani bertanggung jawab, menjaga anaknya dan membesarkan anaknya dengan kasih sayang. Walaupun keluarganya dia sangat suportif, dia tetap berusaha bersusah payah mencari nafkah untuk menghidupi anaknya tanpa bantuan orang lain. Hebat, tidak bergantung pada orang lain. Orang seperti ini jarang dan langka. Dan aku salut banget sama dia. Betul-betul wanita kuat.

Yah kurang lebih itu lah serentetan hal yang membuat aku termenung setelah menonton Slumdog kemarin. Maaf kalau menclok menclok gak jelas. Soalnya ini mengalir aja di kepalaku. Buat kasus anak jalanan, semoga ada solusi yang tepat ya. Dan berharap banget kalau bisa berkontribusi langsung untuk membantu itu. Bisa bantu apa ya kita? Any suggestion?

[thumbnail image]

7 thoughts on “Nonton Slumdog dan Langsung Termenung..

  1. vicky says:

    Masalah anak jalanan emang ribet Nggi…kalo mo nyalahin ortunya, ternyata banyak juga loh anjal yg lahir dari ortu yg dulunya juga anjal (& tentu saja jadi ortujal sejak mereka punya anak)…mereka ga punya kesempatan untuk tau kalo anak itu anugrah yang harus dijaga dst dst …bener2 linkaran setan yang ga ada ujungnya.

    Tapi ada yang bisa kita lakukan kok…ya ga besar, tapi as u said, sedikit2 dulu hehehe… coba jalan” ke http://www.sahabatanak.com deh Nggi… semoga bisa bantu mengatasi perasaan hopeless terhadap anjal 🙂

    [Reply]

    Mrs.Karimuddin Reply:

    Sempet lemot waktu baca anjal itu apaan yaa.. 😆 .. Maap maklum bumil :p
    Anihoo thanks yaah lgsg menuju sahabatanak.com 🙂

    [Reply]

  2. Anthy says:

    Hai Anggi, ini Anthy FD..sorry, mungkin posting gw ga berkaitan sama isi postingan lo skrg…waktu itu gw udah pernah minta ke elo, aplikasi buat voucher buat suami lo itu lho…ga masuk nampaknya ke email gw..boleh ga minta kirimin lagi? ke email kantor aja deh Nggi, jadi biar cepet keterima..thanks banget ya say…salam buat suami lo and baby K…:)

    [Reply]

    Mrs.Karimuddin Reply:

    Hi Nthy.. Udah aku email ke email kantor ya bu 🙂 Semoga sampai ya sekarang 😀

    [Reply]

  3. hesti says:

    aku tinggal di bekasi, pernah lihat di perempatan tol barat – MM, seorang pria dengan sendi tangan terbalik, dan aku langsung inget film slumdog ini, apa mungkin ya, tangan normal itu dipatahin? wallohu’alam

    [Reply]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.