Workshop Hypnoparenting Part 4: Temper Tantrum Pada Anak

..lanjutan dari part 3 Hypnoparenting..

Fiuuh akhirnya sampai juga di part 4 dan terakhir ini. Jangan bosen ya bacanya. Yang part 4 ini mau cerita tentang anak Temper Tantrum dan bagaimana cara mengatasinya.

Temper Tantrum itu apa sih? Temper Tantrum itu adalah ledakan emosi anak-anak yang diwujudkan dalam bentuk teriakan, tangisan kencang, bahkan sampai berguling-guling atau parahnya bisa sampai menjedot-jedotkan kepalanya ke tembok. Dan ini adalah suatu kondisi yang umum terjadi pada anak-anak berumur 1-4 tahun. Jadi ya memang salah satu fase yang harus dilewati oleh semua orang tua.

Temper Tantrum tiap anak pun kadarnya beda-beda. Ada yang paling cuman menangis dan merengek. Tapi ada juga yang ekstrim seperti menjedot-jedotkan kepala atau guling-gulingan. Biasanya sih temper tantrum akan sering muncul pada anak yang sifatnya keras, hiperaktif, emosi yang mudah berubah-ubah atau beberapa anak yang kurang dapat beradaptasi dengan lingkungan baru.

Biasanya sih temper tantrum bisa dipicu oleh apapun terlebih lagi jika anak dalam kondisi lapar, mengantuk dan capek.

Kita harus hati-hati menghadapi anak tantrum. Soalnya respon kita terhadap anak tantrum akan menentukan sifat dia ke depannya. Jadi jangan sampai salah treatment .Β Untuk menghadapi anak yang sedang mengalami tantrum, mbak Eva memberikan langkah-langkah efektif sebagai berikut:

1. Sabar

Kesabaran memegang kunci terpenting dalam menghadapi temper tantrum anak. Jika anak sedang tantrum itu berarti anak sedang dalam kondisi gelombang otak Beta yang mana anak tidak bisa kompromi. Jadi kalau kita menghadapi tantrum dengan cara marah, hanya akan memperparah suasana saja. Kita harus sabar dan menunggu sampai dia tenang.

2. Konsisten

Kita harus teguh dengan pendirian kita. Misalnya: jika anak mengamuk karena ingin dibelikan mainan baru padahal baru kemarin dibelikan mainan, kita jangan menyerah pada pendirian kita. Biarkan saja dia mengamuk tetapi kita tetap tidak akan menuruti keinginannya. Kita harus siap untuk menerima konsekuensi atau mengorbankan hari berlibur jika sampau terbentur masalah ini. Harus dilakukan demi mendidik anak. Kita harus tunjukan ke anak bahwa kita adalah suatu figur otoritas yang perlu dia hormati. Jika kita sampai “kalah” dalam menghadapi anak tantrum, ke depannya anak akan menganggap kelakuan dia saat tantrum adalah suatu senjata untuk mendapatkan keinginan dia.

3. Transisikan gelombang otak

Seperti yang sudah saya bilang, pada saat anak tantrum, gelombang otak mereka langsung naik ke Beta yang menunjukkan bahwa anak pada saat tantrum tidak bisa diberikan masukan atau sugesti apapun selama ia masih mengamuk dan gelombang otak masih di Beta. Tunggu sampai dia tenang kembali baru kita nasehati dia dan mengingatkan akan perbuatan dia yang kurang baik tadi.

4. Alihkan pola tindakan

Salah satu cara yang efektif dalam mentransisikan gelombang otak anak adalah dengan mengalihkan perhatiannya pada hal lain yang menarik. Hal ini akan lebih mudah kita lakukan jika kita sudah memahami tipe belajar seperti apakah anak kita. Gunakan apa yang mereka suka untuk mengalihkan fokusnya dan biarkan gelombang otaknya turun agar dapat diberikan sugesti yang baik dan menasehati dia.

5. Saat semua sudah reda, jangan biarkan anak melupakan kejadian tadi.

Setelah anak reda, kita jangan lupakan perbuatan dia yang tantrum sebelumnya. Kita harus melakukan komunikasi yang serius pada anak dan dilakukan dengan cara eye to eye. Tatap mata anak kita, dan suruh anak kita menatap mata kita juga. Jangan melepaskan eye contact supaya kita yakin dia dalam kondisi yang fokus.Β Hal ini berhubungan dengan fiksasi mata, agar sugesti yang kita berikan saat melakukan komunikasi terekam ke dalam pikirannya.

6. Hug Therapy

Setelag semuanya reda dan kita sudah melakukan pembicaraan kepada anak kita. Berikanlah dia pelukan yang menenangkan buat dia. Tunjukan bahwa kita sayang sama dia dan bicara bahasa kasih ke anak kita. Pelukan merupakan terapi emosi yang baik. Dan kegunaan hug therapy antara lain adalah:

  • Penyaluran energi ketenangan dan kedamaian
  • Mengendurkan urat syaraf yang tegang
  • Meningkatkan kadar hemoglobin
  • Terapi masalah emosi maupun fisik

Yak sekian sudah cerita oleh-oleh dari workshop hypnoparenting kemarin. Semoga menjadi bekal untuk aku dan mas dalam mendidik Aghnan. Satu hal yang membuat harus kita ingat, bahwa

Anak itu titipan Allah

Bukan kepunyaan kita dan bukan hak milik kita. Kita harus menjaga titipan Allah dengan sangaaaaat baik. Aku yakin, pada dasarnya semua baby di dunia ini murni jiwanya. Jika kita mendidiknya dengan baik, insyaAllah anak tersebut akan tumbuh jadi anak yang baik.

Bukan tugas yang mudah dan gampang, namun kita beruntung telah dipercaya oleh Allah untuk menjaga titipannya. It’s not an easy job but I think we must try our best. Amiiin.. πŸ™‚

Sumber: Workshop Hypnoparenting oleh Ibu Evariny Adriana

17 thoughts on “Workshop Hypnoparenting Part 4: Temper Tantrum Pada Anak

  1. ayu says:

    Makasih ya nggi share-nya. Open mind banget. Jadi tau lebih banyak urusan mendidik anak. Dulu gw pernah ikutan ESQ Parenting waktu lagi hamil. Yah mau belajar dikit2 jadi orang tua. Boleh dicoba juga tuh nggi πŸ˜‰

    [Reply]

    Mrs.Karimuddin Reply:

    Iya aku pernah ikutan ESQ dulu. Tapi gak tau kalau ada ESQ Parenting nya. πŸ™‚ Nanti coba cari info deh πŸ™‚

    [Reply]

  2. astuti says:

    Makasih anggi sharingnya. Thumbs up. Enggak bosen ko bacanyaa, malah udah nunggu-nunggu ^^ jadi kepikiran kapan ya ada workshop hypnoparenting di jogja..
    Moga2 bisa jadi orangtua yang baik dan Aghnan bahagia selalu..

    Btw, gimana perkembangan mamamnya Aghnan? udah masuk fase tambah sayur kan ya? ayo review favoritnya Aghnan..hehehe

    [Reply]

  3. ietoh says:

    lagi googling nyari apa ya tadi, mampirnya ke sini. baca nama keluarganya kok kayanya kenal. ealaaaah, temen baru di twitter.

    hai mak, @ietoh di sini. pas banget aku baca artikel yg ini soalnya anak keduaku keras, suka tantrum. semua tips2 nya akan aku praktekan. doakan berhasil πŸ˜‰

    thanks for sharing mak.

    [Reply]

  4. elvaza says:

    lagi googling tentang tantrum karena akhir-akhir ini anakku sudah mengarah tantrum, nemu post ini, lengkap padat jelas ^ ^ . Thx yaaa nggi sudah share workshop hypnoparentingnya…

    [Reply]

  5. Ummi fatma says:

    Memang dilema yaa ..kalau disekolah, kita menghadapi anak yang luarbiasa punya temper tantrum, bukan saja menyakiti dirinya ..tapi menyakiti orang terdekatnya.. kami dibuat kreatif hanya untuk sekedar menenangkannya!.” padahal sudah banyak teman dan guru yang terkena tendang .. pukul dll, jika kami mengingatkan .. justru, semakin menjadi-jadi ! jika kami biarkan ..dia akan terus seperti ini ?? mungkin ada saran .. untuk kami ?

    [Reply]

    Mrs.Karimuddin Reply:

    humm mungkin bisa dibicarakan dengan kedua orang tua nya? nampaknya anak tersebut punya issue di rumahnya. Apalagi kalau sudah menjurus ke kekerasan seperti yg mbak ceritakan. Cari sumber kemarahannya.

    [Reply]

  6. vivi says:

    mba anggi,, makasih ya sudah berbagi info yg sangat2 berguna… anak sy msh 6 bulan skrg,,,insya Allah nanti sy terapkan…

    [Reply]

  7. murni says:

    Waah… Bagus banget nih infonya, thx banget ya udah mau share… Anakku 6m21d, bisa belajar buat menerapkan ilmunya, mau coba pillowtalk soalnya anakku agak susah makan

    [Reply]

  8. Dikdik says:

    Mo ijin save untuk dibaca, sangat bermanfaat ilmu nya…maaf cuma bisa ngucapin trima kasih atas ilmu nya, smoga menjadi pahala dan mendapat balasan kebaikan yang lebih…amiin.

    [Reply]

  9. nunik says:

    makasih banget infonya……sangat bermanfaat buat saya
    oh iya apakah dengan berjalannya waktu atau semakin bertambah usia si anak tempra tantrum akan berkurang ?

    [Reply]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.