Resolusi 2011?

Apa ya? Satu hal sih buat aku pribadi. Cuman pengen jadi pribadi yang jauuuh lebih sabar dibanding yang sekarang. Aku ini termasuk hot headed woman for sure. Gak percaya? Tanya aja si mas. Dia itu kebalikannya sama aku. Jadi kalau aku sudah emosian gak jelas dan berujung biasanya langsung disiram air dingin nasihat-nasihat yang menyejukkan sama si mas. Plus dipeluk dan di sayang-sayang dong.. 😛

Nah semenjak ada Aghnan, sadar setengah mati kalau sifat aku yang hobi emosi ini kudu di redam dan di kendalikan lebih nyata. Soalnya ya itu, anak itu kan mesin fotokopi paling sempurna. Apa yang dilakukan oleh ayah bunda nya pasti langsung di kopi sama dia. So, aku harus sangat berhati-hati dalam hal ini. Apalagi resiko ibu pekerja seperti saya ini adalah capek pikirannya double. Ya mesti mikirin rumah tangga, ngurusin anak suami, plus kerjaan kantor. Memang sih ada asisten yang membantu, tapi tetap saja, semua yang di rumah kan perlu di atur langsung sama kita. Istilahnya tetap kita yang jadi arsitek rumah tangga kita, bukan si asisten.

Jadi kadang semua itu, (apalagi disaat pekerjaan kantor lagi gak karuan sibuknya), bikin aku stress. Capek berat rasanya, karena kayaknya gak ada habisnya hal yang mesti aku pikirin dan selesaikan. Ditambah lagi aku orangnya perfeksionis (abweees), so to sum it up, gak jarang aja looh saking capeknya aku suka ngejogrok mojok sendirian di kamar. Biasanya kalau kayak gitu aku suka minta Me-Time sama si mas. Untung punya suami paling pengertian sejagad. Ngerti banget kalau aku udah overloaded kayak gitu dan biasanya dia yang ambil alih urusan Aghnan. :-*

Tapi ya menurut aku ini semua bisa dibuat jadi lebih baik lagi. Harus tau caranya menyeimbangkan semua itu. Dan pasti bisa. Sempet loh terbersit, aah aku jadi Stay at Home Mom aja deh. Tapi dipikir-pikir lagi, apakah itu menyelesaikan masalah, apa cuman pelarian semata. Mungkin kalau aku jadi Stay at Home Mom aku akan lebih bahagia, tapi mungkin juga tidak,secara aku tau banget diriku ini tipe orang yang butuh suatu aktualisasi diri yang nyata. Dan aku juga gak mau kalau tiba-tiba beralih jadi Stay at Home Mom, tapi ternyata tidak cocok sama aku, alhasil aku jadi makin frustasi dan bukannya jadi pribadi yang lebih baik lagi, tapi malah jadi lebih buruk. >.<

Pe-er banget buat aku di tahun 2011 ini. Motherhood is definitely not easy. Tantangannya segunung, tapi bukan berarti tidak bisa dilalui. Step by step saja. Seperti step pertama ini. Jadi pribadi yang lebih sabar dan extra panjang hati. Gak gampang pastinya, tapi pasti bisa diusahakan jika kita niat berubah. Apalagi semakin tambah usia anak, dia akan semakin kreatif dan menantang :).

Aku gak mauu banget ngebayangin kalau capeknya aku bekerja bisa membuat aku marah kelepasan sama Aghnan. :'( Membayangkannya saja membuat aku pilu. Jangan sampai Ya Allah *gebrakgebrakmeja*. Apalagi semenjak chat sama Meta kemarin, Meta cerita tentang perumpamaan kalau kita marah ke anak itu bagaikan kita memalu suatu pagar. Ketika marahnya sudah reda, kita ambil palu itu, pagarnya tetap utuh, tapi berbekas. Sama ketika kita marah ke anak, ketika marahnya reda anak kita akan tetap sama fisiknya, tapi pasti akan berbekas di hati dia.. :'(

So, gak muluk resolusi tahun 2011. Aku hanya ingin jadi pribadi yang lebih sabar sehingga bisa jadi ibu dan istri yang lebih baik lagi buat anak dan suamiku. Amiiin.. Wish me luck yak 🙂

4 thoughts on “Resolusi 2011?

  1. Astrid says:

    Hihihi.. baca ini aku terharu. I’m not alone.. Berusaha lebih sabaaar walau ujung2nya stress sendiri, wekekek. Aku seminggu ini sakit demam-sembuh bolak-balik. coba test darah, hasilnya normal smua. kata dokter krn kecapekan dan stress bok, hahaha. Ganendra pun jadi rewel, kerasa kali ya Bundanya sakit.
    Aku sering loh Nggi nangis2 sama suami minta kerja lagi. Tapi inget harus ngejar perkembangan Ganendra jadi mundur lg deh.
    Selain sabar, semoga sehat2 terus ya Nggi.. Jagain anak yang lg aktif2nya butuh tenaga ekstra kayaknya, hihihihi

    [Reply]

    Mrs.Karimuddin Reply:

    hiyaa kelewatan blom balas komen kamu say.. Iyaah ur not alone kok. Sabar emang gak mudah. Tapi ya insyaAllah kalau niat ya say, apalagi kalau inget anak. Semangat ya mommy Ganendra, pasti kamu bisa.. Dan jaga kesehatan juga yaa..
    Btw, coba deh mikir alternatif gimana kalau jadi work at home mom. Maybe bisa mulai merintis bisnis rumahan gitu? Online shop or apa? hihihihi.. 🙂

    [Reply]

  2. Meta says:

    Ah Anggi, gw terdengar sangat bijak…hahaha padahal kan itu cerita yang gw pernah baca dimanaa gitu, tapi emang mengena banget sih…gw selalu keingetan cerita itu klo mulai ga sabaran sama Nara 🙁

    Seperti kata tukang pijet langganan, klo punya anak toddler itu musti panjang usus…Gw ngga ngerti maksudnya usus gimana, emang kita bisa manjang mendekin usus sesuka hati? gw tangkep aja sebagai manjangin sabar 🙂

    [Reply]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.