Tentang RUM

RUM singkatan dari Rational Use of Medicine. Lagi ngetren ya sekarang soal RUM ini. Bahkan sampai jadi bahan berantem di twitter. Macam kayak dulu ASIX vs Sufor. Pemicunya sih sama, ada ajaa yang terlalu gatel kalau gak rempong sama urusan orang lain. Anihoo, gw gak mau ngomongin itu, cuman mau share tentang gw dan RUM.

Waktu awal gw heboh menggalakkan ASIX ke Aghnan (ini bahkan waktu masih hamil), ada satu orang temen aku yang bilang “Sukses ya ASIX nya, terus kalau sukses ASIX, RUM juga ya. Percuma kalau ASIX tapi gak RUM” Saat itu cuman diiyakan saja. Karena di pikiran gw apaan sih RUM itu? Terus sahabat baik aku juga ngasih buku nya dr. Purnamawati yang Q&A Smart Parents and Healthy Children itu. Aku lihat sekilas lalu taro di rak buku. Masih belum on soal RUM ini. Dipikiran gw waktu itu, kalau sakit ya tinggal ke dokter anak saja. Kasih obat, sembuh deh.

Mulai tergampar waktu Aghnan di diagnosis G6PD Deficiency sebagai penyebab kuningnya dia waktu lahir. Dan waktu itu aku dapat dsa yang sama sekali tidak ok, penjelasan gak lengkap dan gak jelas soal G6PDD ini. Gw cuman dikasih daftar obat-obatan yang harus dihindari sama Aghnan, dan begitu ditanya kalau ter ekspos dengan salah satu obat-obatan ini bagaimana? Jawabannya sekali lagi gak jelas dan aku cuman menangkap kata-kata “fatal” dan “kematian”. MasyaAllah.. Rasanya jantung lemes dan keluar dari ruang dsa itu dengan mata berkaca-kaca. Sangat tidak menenangkan dan bikin resah. Akhirnya pindah dsa (sampai dua kali) terutama buat konsultasi soal G6PDD ini. Sampai akhirnya pindah dsa ke dr. Purnamawati walau hanya untuk dapat penjelasan komprehensif. Dan aku bisa diskusi enak dengan apa pun yang sudah aku google perihal G6PDD ini.

Belajar dari pengalaman yang pertama itu. Akhirnya aku mulai rajin google soal ini itu. Dan berhubung banyak daftar obat yang harus dihindari sama Aghnan. Mulai deh melirik soal RUM. Apa itu RUM dan sebagainya. Buku Q&A Smart Parents and Healthy Children jadi my new best friend (thanks to PitPit). Dan mulai gabung ke milis sehat (sehat@yahoogroups.com) asuhan dr. Purnamawati.

Karena sudah baca buku itu dipadu dengan rajin google dan baca segambreng email dari milis sehat, begitu Aghnan mengalami demam yang pertama aku gak panik. Begitu juga dengan batuk dan pilek perdana Aghnan. Aku masih bisa tenang (walau rasanya udah pengen ngacir ke dokter). Tapi untung yang aku alami cuman kasus common cold biasa. Gimana kalau sampai kejang demam, diare dan muntah-muntah hebat? Bisa tetap tenang atau langsung panik ya? Apalagi ya, banyak tenaga medis sekarang yang komersil banget. Semakin panik pasien, itu daftar obat nya makin banyak. Dan terkadang, tanpa dilakukan observasi lama (kejar setoran, biar dapat pasien banyak ๐Ÿ™ ). Bahkan ada juga yang ekstrim, dipegang bayinya aja juga gak. Cuman dilihat di dengerin nafasnya (not even pake stetoskop) langsung di suruh rawat inap 3 hari, pasang infus (ini yang paling horor, gw aja benci setengah mati dipakein infus, gimana adek bayi ๐Ÿ™ ) dan in the end kasih obat yang banyak banget. Padahal kalau aku dengar ceritanya pasti cuman kasus common cold biasa.ย ๐Ÿ™ย Yang berarti penyebabnya adalah virus (apalagi kalau tertular dari orang dewasa), dan virus itu tidak ada obatnya. Anti biotik itu untuk mengobati infeksi bakteri bukan virus. CMIIW.

Gw yakin kasus kayak gitu banyak banget terjadi. Dan yang bikin ngilu, soalnya ya itu. The patient doesn’t treated fairly. Disuruh terima aja. Dan kalau kita argumen, dibilang kita sok pintar dan sebagainya ( oh yes, sudah ngalamin seperti itu ). Padahal buat kita yang penting kita dapat penjelasan yang jelas dan komprehensif. Itu kan hak kita. Padahal, kalau tenaga medis itu memang merasa pintar karena sudah sekolah bertahun-tahun, harusnya bisa dong menjelaskan sesuatu yang kompleks dengan bahasa yang bisa dimengerti orang umum dan tetap dengan logika.

Sadar ilmu aku soal RUM ini masih sangat super cetek. Akhirnya begitu Pesat12 Jakarta dibuka pendaftaran. Langsung daftar komplit ke 5 sesinya. Soalnya ya itu. Walaupun RUM tapi aku default nya itu panikan. Jadi takut kalau anak sakit, panik, heboh, ngacir ke dokter dan dokter menyarankan apa aja aku akan iya iya aja karena gak cukup ilmu. Padahal bisa jadi segala saran itu tidak diperlukan atau bisa over treated

Topik yang dibahas di kelima sesi tersebut antara lain adalah:

SESI I
Topik 1: Kesehatan Gigi pada Anak
Kapan sebaiknya anak mulai dibawa ke dokter gigi? Bagaimana membersihkan gigi anak dengan baik dan benar? Kapan ya anak perlu pasta gigi? Tahukah Anda bahwa kesehatan gigi susu akan mempengaruhi gigi tetap anak kelak? Temukan jawabannya di sini.
Topik 2: Seputar Imunisasi
Bagaimana kerja vaksin dalam melindungi tubuh? Apakah imunisasi ada efek sampingnya? Apa yang dimaksud dengan catch-up immunization? Apa itu imunisasi simultan? Dan banyak lagi. Semuanya akan dikupas tuntas di sini.
Topik 3: Common Problems I (Batuk Pilek, Bronchitis, Radang Tenggorokan, Asma)
Batuk pilek dan asma adalah beberapa penyakit yang sering diderita anak-anak. Apakah setiap anak pilek dengan napas โ€grokโ€ berarti asma? Bagaimana membedakan pilek dengan asma? Apakah radang tenggorokan itu? Bagaimana gejalanya? Kebanyakan penyakit anak-anak disebabkan oleh infeksi virus. Sudah tahukah kita tata laksana yang tepat untuk itu? Diskusikan disini.

SESI II
Topik 1: Demam, Kejang Demam, Demam dengan Ruam
Tuhan menciptakan mekanisme demam, pasti ada maksudnya. Tahukah kita bahwa demam bukan penyakit, melainkan gejala atau petunjuk adanya suatu penyakit atau infeksi? Kapan saat yang tepat untuk memberikan obat penurun demam? Berbahayakah kejang demam?Apakah tiap kali anak mengalami demam perlu diberi obat anti kejang? Agar tak selalu bingung dan panik ketika anak demam, ikuti penjelasan tentang demam dan kejang demam,berikut tata laksana penanganannya secara rasional.
Ketika demam, muncul ruam merah di leher dan dada anak saya, berbahayakah? Kenapa setelah demam turun justru muncul ruam merah pada anak? Kenali macam-macam demam dengan ruam di sesi ini.
Topik 2: Menilai Perkembangan Anak
Seorang anak tidak hanya bertambah berat badan (BB) dan tinggi badan (TB) saja, tetapi ia juga mengalami perkembangan emosi dan intelektual. Bagaimana menilai perkembangan anak dengan bijak dan obyektif? Bagaimana memberikan stimulasi dini yang tepat pada anak? Bagaimana sebaiknya menangani perilaku tantrum (temper tantrum) pada anak? Dan masih banyak lagi yang dapat Anda diskusikan bersama narasumber pada sesi ini.
Topik 3: Pendidikan Seks pada Anak
โ€Bu, adik bayi asalnya dari mana?โ€ โ€Bagaimana bisa adik bayi dikeluarkan dari perut Ibu?โ€ Sering bingung menjawab pertanyaan-pertanyaan sejenis itu yang ditanyakan oleh anak Anda? Bagaimana cara yang tepat untuk menjelaskan masalah seputar seks pada anak? Temukan jawabannya pada sesi ini.

SESI III
Topik 1: Kegawatdaruratan pada Anak serta Cara Penanganannya
โ€œBagaimana nih, anak saya tanpa sengaja terkena air panas!โ€ โ€œTolong, anak saya jatuh, apa yang harus saya lakukan?โ€ โ€Anakku mimisan, bagaimana ya menghentikannya?โ€ Bagaimana cara penanganan yang tepat untuk keadaan gawat darurat seperti ini pada anak? Temukan pada sesi ini.
Topik 2: Menilai Pertumbuhan Anak
Orang tua cenderung menghabiskan banyak pikiran dan energi untuk urusan berat badan (BB) anak. Apakah anak gemuk itu pasti sehat? Dan apakah anak yang cenderung langsing/kurus itu pasti kurang gizi? Bagaimana cara membaca growth chart yang benar? Apa itu Body Mass Index (BMI) dan apa fungsinya? Mari kita menilai pertumbuhan anak dengan bijak.
Topik 3: TBC
Flek di paru-paru = TBC, benarkah demikian? Tahukah kita bahwa menegakkan diagnosa TBC pada anak itu sangat sulit? Over diagnosed of TB berkonsekuensi anak harus rutin minum obat anti TBC yang akan berefek pada kesehatan hatinya. Temukan penjelasan yangsebenarnya pada sesi ini.

SESI IV
Topik I: Layanan Kesehatan terbaik untuk Konsumen, Rational Use of Medicine (RUM)
Bagaimanakah konsep layanan kesehatan yang seharusnya? Dapatkah terjalin suatu kemitraan yang kuat antara pasien dengan dokter? Siapakah yang memikul tanggung jawab layanan kesehatan? Apakah setiap gejala penyakit harus diobati (a pill for an ill)? Perlukah kita mengetahui efek samping dari obat? Apa beda obat paten dengan obat generik? Apa itu polifarmasi? Dan banyak pertanyaan lainnya. Jangan sampai ketinggalan diskusi ini agar kita dapat lebih bijak dan rasional menggunakan obat.
Topik 2: Common Problems II (Diare, Konstipasi, Muntaber, Gastroenteritis)
Diare, muntah, sakit perut, batuk dan pilek adalah beberapa penyakit yang sering dideritaanak-anak. Kebanyakan penyakit anak-anak disebabkan oleh infeksi virus. Sudah tahukahkita tata laksana yang tepat untuk itu? Does my child really need drugs? Bagaimana caramenghentikan konstipasi berulang pada anak? Diskusikan disini!
Topik 3: Mikroba dan Antibiotika
ANTIBIOTICS, NEW THREAT IN YOUR LIFE: ANTIBIOTIC RESISTANCE (Antibiotik, krisis yang mengancam: bakteri yang sudah kebal/resisten terhadap antibiotik).
Antibiotik adalah obat yang istimewa, mereka membantu tubuh kita melawan infeksi bakteri. Pemakaian antibiotik yang tepat dapat menyelamatkan jiwa saat kita terancam infeksi bakteri yang serius.
Ingus anak sudah berwarna hijau. Apakah itu pertanda ia perlu diberi antibiotik? โ€Kalau diresepkan antibiotik, harus dihabiskanโ€ฆ.โ€. Benarkah? Temukan penjelasan tentang antibiotika, saat tepat untuk mengkonsumsi dan tata laksana konsumsi antibiotika, dalam sesi ini.

SESI V
Topik 1: Kuning pada Bayi (Jaundice)
Apa yang menyebabkan kuning pada bayi baru lahir? Berbahayakah itu? Apakah tes bilirubin mutlak dilakukan pada setiap bayi baru lahir? Apakah untuk menghilangkan jaundice in newborn mutlak dilakukan penyinaran? Diskusikan pada sesi ini.
Topik 2: Makanan Pendamping ASI dan Nutrisi Tepat untuk Tumbuh Kembang Anak
Bagaimanakah cara yang paling baik untuk memperkenalkan solid food? Bingung ketika anak mengalami GTM (Gerakan Tutup Mulut)? Pusing karena anak sedikit atau susah sekali minum susu? Seperti apa konsep pemberian makan yang baik pada anak? Bagaimana menterjemahkan piramida makanan dalam pola makan anak sehari-hari? Temukan pembahasannya disini.
Topik 3: Demam Dengue, Demam Berdarah Dengue, dan Typhus
Bagaimanakah mengetahui gejala demam berdarah sejak dini? Apakah jumlah trombosit yang turun berarti positif demam berdarah? Dan bagaimana tata laksana penanganan demam berdarah? Apakah gejala typhus merupakan diagnosis yang valid? Bagaimana mengetahui seorang pasien positif typhus? Semua akan dibahas panjang lebar di topik ini.

Sesi I dan II sudah diikuti. Dan bersyukur bisa ikut Pesat. Soalnya ilmu nya jadi nambah banget. Yang tadinya cuman setengah yakin jadi lebih yakin. Yang aku suka. Tiap pembicara, memberikan makalah yang lengkap untuk masing-masing topik. Jadi waktu dirumah kita bisa baca-baca lagi. Kalau dulu aku rekomen kelas menyusui nya AIMI. Aku juga rekomen PESAT ini buat semua new parents.

Gak sabar sampai semua sesi selesai. Jadi orang tua memang never ending learning process yaaa..

35 thoughts on “Tentang RUM

  1. pitpit says:

    me like this!
    emang kalo punya anak musti banyak belajar ya .. biar jadi smart mom ๐Ÿ˜€
    alhamdulillah kalo bukunya berguna ^^

    [Reply]

    Mrs.Karimuddin Reply:

    bangeeet Pit.. Thanks ya cyiiin buat bukunya.. Seneng deh gw punya sahabat-sahabat yang pintar.. Jadi gw tidak tergeret ke lembah kegelapan.. ๐Ÿ˜†

    [Reply]

  2. capcaibakar says:

    Iya bener.. kalau dokter ngerti banget sama ilmunya pasti bisa ngejelasin ke pasien pakai bahasa orang awam. Cari dokter memang kaya’ cari jodoh deh. Belum lagi nyari asuransi kesehatannya juga. Halah. hihi

    [Reply]

  3. Meta says:

    Nggi, i like this theme better…hehe
    Btw share dong nggi materi dan rangkuman lo waktu ikutan Pesat sesi 1 dan 2. Klo lo yang rangkum kan pasti komplit deh.

    Gw cuma ikutan yang 3&4 karena yang 1&2 bentrok sama seminar yang itu.

    [Reply]

    Mrs.Karimuddin Reply:

    Banyak banget Met.. Mending gw kopiin bahannya aja gimana? :p

    [Reply]

    Meta Reply:

    *tersipumalu* mau… ๐Ÿ˜€

    [Reply]

  4. Vita says:

    Waah mau ikutan PESAT ya? Gw juga belum lengkap ikutannya. Kapan ya bisa ikutan lagi? Dulu gw ikutnya bareng ama Pipit….yang juga sempet ngajakin loe (pas kita hamil), tapi loe kelupaan daftar. Hehehehe….
    Iya nih, gw juga agak2 sedih sekarang, dari screening terakhir Riana defisiensi zat besi alias anemia ringan. Hiks…Semoga aja segera bisa teratasi (akhirnya terpaksa dikasih suplemen karena sepertinya susah dipenuhi dari makan, apalagi anemia bisa jadi rantai setan: anak anemia, jadi males makan, kalo males makan, anemia tambah parah).

    [Reply]

    Mrs.Karimuddin Reply:

    Iya Vit defisiensi zat besi memang lagi issue ya. So far Aghnan makannya banyak sih. Tp tetep aku worried. Mau coba di screening juga ah nanti. Gpp lah Vit, yg ptg biar ga anemia..
    Iyaa dulu gw telat daftar pesat jdnya sekarang balas dendam :p

    [Reply]

    Vita Reply:

    Eh emang lagi jadi issue di banyak ibu2 kah? Apa kayak jaundice bayi baru lahir ya? Dulu perasaan gak jadi issue banget….tapi sekarang kok buanyak banget new born yang kena jaundice (termasuk riana).

    [Reply]

    Mrs.Karimuddin Reply:

    Lagi jadi issue banget Vit. Bahkan di Pesat di bahas. Soalnya kebutuhan zat besi di bayi ASIX cuman terpenuhi sampai 4 bulan saja. Mangkanya AAP (asosiasi dsa di emrik sana) menyarankan MPASI start dari 4 bulan. Dan langsung dikasih red meat bow.. CMIIW..
    Di Indonesia IDAI nya masih jadi perdebatan whether 4 atau 6 bulan..

  5. lydia says:

    Anggi sesi 3 dan 4,5 nya blm mulai ya? Daftarnya dimana? Btw yg gw alami, klo keluarga ga ngedukung n ga ngerti RUM juga susah, contohnya waktu gw protes kok danish dikasi antibiotik segala n sampe rawat inap, suami gw bilang “udah,gpp.. Dokter lebih tahu,jd nurut aja”.. Dan nyokap gw blg “kalo anak sakit itu cepet2 bawa ke dokter biar dikasih obat,jgn cuma di semprot n di balsem aja”.. Dan kalo gw jelasin yg gw baca, dikira sotoy krn kok jd nyalah2in dokter. ๐Ÿ™

    [Reply]

    Mrs.Karimuddin Reply:

    Blom mulai say. Coba cek ke websitenya aja sesuai link diatas. Iya bener dukungan keluarga sama suami jg penting. Harus mau ngerti dan belajar soal RUM jd ga terima mentah2 kata dokter. Dokter harus bisa jadi partner diskusi kita. Sabar ya Lyd..

    [Reply]

    lydia Reply:

    Iya nih, hr ini gw ngotot ke dokter kalo danish udah harus copot infus dan bisa rawat jalan, krn cuma sisa batuk aja. Tp malah diomelin nyokap, krn anak blm sembuh bener udah maksa pulang. Menurut gw anak kecil kan biasa batuk, ga perlu masih diinfus segala. Ah, sudah deh pelajaran berharga milih dokter.

    [Reply]

  6. ananta jeumpa says:

    Dear Mbak Anggie,

    Gw salut banget nih sama smart moms kayak gini. Udah smart tapi masih mau menggali sana sini.
    Sama mau nanya, gimana caranya siih bagi waktu.. kayaknya gw udah rempong sama kerjaan kantor, rumah dll dsb jadi update blog hanya tinggal angan-angan.

    ngomong2 soal pesat, gue gak kebagian nih.. jadi nanti kalo udah ikutan share lewat postingannya yah.. (biar jari pegel). hyekekek..

    cheers,

    [Reply]

    Mrs.Karimuddin Reply:

    hehehe nanti gw coba share yang buat aku penting yaa… Tapi nunggu mood dulu. Wkwkwkwk..

    [Reply]

  7. mio says:

    samaaaa.. gw juga walau tau RUM, tetep aja defaultnya panik.. Untung udjo gak panik-an.. Dia yang kalem.. Ada untungnya juga dia yang ikutan 2 sesi awal. Jadi dia yg bisa ambil keputusan dgn jernih. Soalnya gw pasti panik dan emosi duluan. Hehehe..

    Jadi penasaran pengen ngikut yang sesi selanjutnya.. *colek2 bapake biar tukeran* ๐Ÿ˜€

    [Reply]

    Mrs.Karimuddin Reply:

    hahahahaha.. ๐Ÿ™‚ mamir sama aja ya ternyata.. emang ibu2 itu defaultnya panik.. ๐Ÿ˜›

    [Reply]

  8. ira says:

    salam kenal mbak anggi..aku pengunjung setia blog mbak anggi ni..pengen punya handoutnya ni..aku ganti d ongkir n biaya fotocopinya boleh ndak..hehe..

    [Reply]

    Mrs.Karimuddin Reply:

    mending mbak nya ikut pesat aja langsung deh.. lebih bermanfaat dan bisa tanya2 langsung..

    [Reply]

  9. tika says:

    seneng banget baca postingan mbak anggi..banyak ilmunya..
    yup..stuju dengan RUM (walo masih cetek bener ilmunya)
    ,skrg Qeela sakit, blas tidak saya kasih apa2..common cold juga..cuma sabar tetep asi + uap buat ngelegain jalan nafasnya..

    tfs ya mbaa

    [Reply]

    Mrs.Karimuddin Reply:

    iyaaa ku juga masih cetek.. mangkanya nafsu langsung ikut kelima sesi pesat.. wkwkwkwk..
    Iyah Aghnan juga kalau common cold mah home treatment aja.. ๐Ÿ™‚

    [Reply]

  10. Ivo says:

    Tadi baca thread Group di FB dari temen2 seangkatan dulu tentang peresepan rasional, jadi inget postingan blog2 tentang RUM, hehe.
    RUM itu masalah rumit, karena banyak yang terlibat. Dokter, Rumah Sakit, Perusahaan Farmasi, dll dll, dan nggak gampang mengurai benang kusutnya. Jadi, RUM bukan sesuatu yang bisa jadi bahan mainan, IMO. Orang tua harus kritis juga Bravo to all the smart parents!

    [Reply]

    Mrs.Karimuddin Reply:

    masalah utama di Indonesia adalah biaya kesehatan itu mahalnya gila.. Bukan sesuatu yang di endorse sama pemerintahnya. JAdi instansi kesehatan juga walau melayani masyarakat juga mesti mikirin harus untung biar bisa tetap berjalan semuanya. karena itu banyak dokter yang kejar setoran dan rada komersil.
    untuk itu WAJIB banget jadi smart parents kalau mau tinggal dan hidup di Indonesia.. ๐Ÿ™‚

    [Reply]

  11. agnes says:

    hai mba…………..salam kenal, br nemu blog ini dan ternyata kerennn………ntar boleh ikut numpang promo PESAT 4 Tangerang disini ga mba? ๐Ÿ˜€ kebetulan aku panitianya hihihihihi……
    Awal tahun dpn kita mulai, ikutan lagi ajaa….. ada topik baru di PESAT kali ini ๐Ÿ™‚

    [Reply]

    Mrs.Karimuddin Reply:

    hihi sesungguhnya aku jg volunteer jd panitia pesat 13 Jakarta.. jadi pasti bakal ikutan lagi yg Jakarta ๐Ÿ™‚

    [Reply]

    agnes Reply:

    heibatttt…………lancar n sukses jaya ya utk pesat 13 jakarta….muuaahhh

    [Reply]

  12. tiwi says:

    iya ih,,pengen ikutan juga,,
    punya gak jadwal pesat mulai dr nol.

    kesehatan anak tanggung jawab orang tua bukan apa apa dokter,,,hehe

    [Reply]

  13. akirarvie says:

    Mbaa.. Aku terkesan banget baca tulisannya, jd pgn belajar banyak soal RUM. Jujur aku org tua yang panik kalo anak sakit.. Kdg memang si kalo ke dokter klo blm dikasi obat ko kyknya krg afdol ( obat minded).. Tp lama” berpikir jg efek sampingnya. Gimana cara gabung ke PESAT? Biar makin + ilmu nih.. Thank for info

    [Reply]

    Mrs.Karimuddin Reply:

    Gabung ke milis sehat dulu aja mbak di yahoo groups. Nanti info pesat bisa dapat dari situ..

    [Reply]

  14. mommilo says:

    Halo mbak, anak saya (laki”, 7m) jg terdeteksi g6pd def (nilai nya 0.7) 1 minggu stlh lahir. Di kota saya tinggal skrg, belum pernah bertemu dgn DSA yg bs memberi penjelasan memuaskan ttg ini, bahkan saya pernah dijwb “silakan google aja, bu”, pdhal saya berobat ke dsa di rsia yg cabangnya ada dmn2. Fiuuh. Krn itu saya pun masih minim ilmu hanya berdasar google sana-sini yg kdg malah makin membingungkan krn info nya yg berbeda2. Skrg anak saya sdh 1 bln mpasi, dan saya masih kuatir dlm memberikan makanannya. Saya mau tanya, dulu waktu mpasi anak mbak, sama sekali tdk memberi kacang2an atau bgmn? Dan apa yg hrs saya perhatikan utk anak dgn g6pd def. Adakah bacaan2 atau artikel2 ttg g6pd yg direkomendasikan? Kemudian bagaimana perkembangan anak mbak skrg, sama sajakah dgn anak lainnya? Terimakasih mbak.

    [Reply]

    Mrs.Karimuddin Reply:

    Halo mbak, untuk referensi tentang G6PDD bisa baca disini ya http://g6pddeficiency.org/. Cukup komplit ya informasinya disitu. Terutama dari list makanan dan obat yang harus di hindari. G6PDD pun ada kelas-kelasnya menurut WHO:
    Class I: Severe deficiency (<10% activity) with chronic (nonspherocytic) hemolytic anemia
    Class II: Severe deficiency (<10% activity), with intermittent hemolysis
    Class III: Mild deficiency (10-60% activity), hemolysis with stressors only
    Class IV: Non-deficient variant, no clinical sequelae
    Class V: Increased enzyme activity, no clinical sequelae
    Biasanya kalau kita punya anak cowok dan G6PDD,kita sebagai ibunya pasti G6PDD juga mbak karena itu ditularkan dari kromosom X. Tapi untuk diet aku moderate sih mbak. Sekali-kali aku kasih tahu atau tempe atau soy products. So far gpp. Tapi gak sering-sering juga dan pasca mpasi. Aku perbanyak makan anti oksidan, asam folat, daging2an supaya zat besi nya banyak dan vitamin C. Dan sangat menghindari yang namanya fava beans.
    Perkembangannya Aghnan so far sama dengan anak2 yang lain. Tapi emang sih hal ini masih belum familiar sama dsa2 disini. Mangkanya mending kita yang cari tau dulu. Pastikan referensi webnya dari luar.

    [Reply]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.