Visa Amerika Untuk Pelajar

Alhamdulillah visa untuk S2 nanti sudah ditangan. Termasuk visa buat si mas dan Aghnan. Buat aku ini visa Amerika kedua aku. Tapi walau sudah pernah ngurus sebelumnya, tetap aja keder nyiapin semua dokumennya. Entah karena faktor kita sendiri yang urus semua-semuanya, panjangnya antrian dan betapa mengintimidasi nunggu proses wawancara. Yah walaupun pede ya semua berkas-berkas lengkap tapi tetap aja mah, shit happens. Jadi super double extra nyiapinnya.

Kalau dulu apply visa Amerika untuk urusan Bisnis (B1/B2). Kali ini, karena urusan sekolah jadinya apply visa dengan kategori F1 (buat aku) dan F2 (buat mas dan Aghnan). F1 buat pelajarnya, F2 buat dependant pelajarnya. Kalau buat visa pelajar, sebelum ngisi formulir visa nya kita harus nunggu dokumen I-20 dari sekolahnya. Nah I-20 ini yang penting, bahkan kalau sudah di US I-20 ini harus dibawa kemana-mana dan dijaga laksana passpor kita.

Jadi selama nunggu I-20 datang, aku urus foto visa dulu deh buat kita bertiga. Bikinnya di Jakarta Foto di Jalan Sabang. Biayanya 40rb/orang sudah dapat 3 foto dan softcopy nya. Enaknya kalau bikin foto visa di Jalan Sabang mereka udah hapal banget deh kriteria foto visa untuk kedutaan apa aja. Soalnya waktu dulu urus visa US tahun 2006, aku bikin fotonya di Fuji Plaza Indonesia ternyata fotonya gak sesuai syarat. Jadilah aku ngibrit ke Jalan Sabang buat bikin ulang fotonya. Sungguh gak banget deh -.-“. Jadi urusan foto visa serahkan sama yang udah biasa aja ya.

Sempet denger selentingan kalau bikin foto visa US yang berjilbab kupingnya harus kelihatan. Meh, dengernya aja malas. Alasannya:

  1. Pasti jelek dan aneh banget
  2. Jadi gak syar’i duong..

Tapi begitu baca syarat-syarat foto untuk visa Amerika di sini. Jelas kok, emang gak boleh pake penutup kepala, kecuali yang memang dipakai sehari-hari. Dan batas garis rambut (hairline) keliatan jelas. Jadi trik nya aku pake inner yang rada kendor, jadi bisa dimundurin sampai batas rambut sehingga gak perlu pake buka kuping segala. Cuman ya semua pipi chubby dan bulatnya muka akan terekspos sih. Hihihi..

Nah jika I-20 dan foto sudah ditangan, berikut langkah-langkah berikutnya:

  1. Bayar SEVIS Fee (Student and Exchange Visitor Programs: SEVIS I-901 Fee) di sini. SEVIS Fee ini baru bisa dibayar jika I-20 sudah ditangan. Karena ada informasi di I-20 yang harus dimasukan disitu. Bayarnya bisa pakai credit card. Dan receipt nya akan dikirim ke alamat rumah (atau alamat kantor).
  2. Bayar Aplikasi Visa Non-Immigrant. Pembayaran bisa dilakukan di Standard Chartered Bank dan Bank Permata. Untuk lebih jelas bisa baca di sini. Biayanya 1.520.000 IDR / aplikasi. Dan setelah melakukan pembayaran ini akan mendapatkan nomor konfirmasi pembayaran.
  3. Isi aplikasi elektronik DS-160 yang ada di sini. Sebelum aplikasi dimulai kita bisa test foto kita (softcopy nya) apakah sudah sesuai ketentuan apa belum. Kemudian sisanya isi informasi di dalamnya dengan sebenar-benarnya. Formulir elektronik ini bisa kita cicil ngisinya kok. Jadi bolak balik masuk ke aplikasinya buat ngecek apakah yang diisi sudah tepat. Biasanya dikasih nomor konfirmasi aplikasinya. Dan jika sudah yakin dengan isinya. Baru kita tekan tombol Submit. Yang perlu diperhatikan ya. Jika tombol submit sudah kita klik, maka aplikasi tidak bisa kita revisi lagi. Setelah aplikasi kita submit, kita akan mendapatkan lembar konfirmasi nya. Konfirmasi ini bisa di print langsung atau kita kirim ke email kita. Kalau misalnya pada saat kita submit tidak ada printer berwarna disekitar kita, mending kirim via email aja ya. Isi aplikasi tidak perlu di print. Namun lembar konfirmasi HARUS di print berwarna dengan kertas putih.
  4. Setelah itu semua selesai, baru kita tentukan jadwal wawancara di sini. Untuk mendapatkan jadwal wawancara kita harus memasukkan nomor konfirmasi aplikasi dan nomor konfirmasi pembayaran aplikasi visa. Kemudian lembar konfirmasi jadwal wawancara harus di print dan di bawa pada saat mau wawancara. Biasanya untuk pelajar sudah disiapkan hari Senin untuk jadwal wawancara.
  5. Siapkan diri beserta dokumen-dokumen pendukung lainnya pada saat wawancara visa. List dokumen yang aku bawa kemarin antara lain:
      • -Passport
      • -Dokumen I-20
      • -Bukti pembayaran SEVIS Fee
      • -Bukti pembayaran aplikasi visa
      • -Lembar konfirmasi aplikasi DS-160
      • -Surat penerimaan dari Universitas
      • -Fi-nancial Certification document: dari pihak yang akan membiayai kita sekolah. Bisa berupa surat pernyataan kantor/pihak yang membiayai kita. Jika individu yang membiayai kita bisa lampirkan bank statement yang dana nya mencukupi untuk membiayai hidup kita nanti disana selama masa kuliah. (ini yang kritis pentingnya, bila bersama keluarga pastikan di surat pernyataan juga ditulis bahwa pihak pemberi beasiswa akan menanggung living expenses dan health premium fee untuk keluarga kita)
      • -Akte Nikah: menunjukkan hubungan menikah dengan spouse.
      • -Akte Lahir Anak: menunjukkan bahwa benar itu anak kita soalnya di passpor anak informasi kedua orang tua nya cuman pake bahasa Indonesia aja.
      • -Foto passpor 5×5
      • -Kartu Keluarga
      • -Ijazah SMP-Kuliah (ini gak ditanyain, cuman buat jaga-jaga aja terutama buat pria)

 

Kurang lebih itu sih. Oh iya untuk anak dibawah 14 tahun tidak perlu ikut wawancara (yang bagian ini aku sungguh ngelap keringat, gak kebayang Aghnan ikut mengantri lama seperti itu 🙁 )Beberapa tips yang bisa aku kasih adalah. Usahakan ambil jadwal wawancaranya jam 7 pagi. Dan usahakan datang dari jam 6-6.30. Gilak gak kurang pagi? Ember. Tapi semakin pagi, semakin cepet nunggu dan semakin cepat prosesnya selesai. Kemarin aku datang jam setengah 7. Telat 30 menit aja antrian udah langsung panjang mengular. Dan itu akan kebawa-bawa sampai di dalam. Jadi datang pagi untuk ngurus visa US, yes banget. Mempercepat waktu menunggu soalnya.

Kemudian, suasana di ruangan wawancara bisa sangat mengintimidasi. Soalnya kita bisa mendengar percakapan yang sedang terjadi di loket-loket wawancara itu. Dari 4 loket yang dibuka. Aku mendengar penolakan visa dari masing-masing loket tersebut -.-” . Dan pertanyaan mereka pun kadang ajaib dan detil banget. Alasan kenapa ambil bidang itu untuk sekolah? Hubungannya dengan pekerjaan sekarang? dll..dll.. Jadinya rileks, santai tapi tetap fokus sama tujuan pun harus ya. Kalau kita nervous, akan mengundang pewawancara untuk bertanya lebih detil karena tidak nampak meyakinkan.

Alhamdulillah pada saat aku di wawancara (walau dapat interviewer yang rada judes) tapi gak ditanya macam-macam secara detil dan bikin keder. Cuman ditanya pernah ke US tahun 2006, dalam urusan apa dan berapa lama. Terus sekarang mau ngapain dan beasiswa dari mana. Begitu dia ngomong beasiswa, langsung aku sodorin Financial Statement dari kantor deh. Tunjukin bagian kalau beban keluarga ikut ditanggung. Abis itu udah. Beralih ke visa nya si mas cuman ditanyain berapa lama nikah (untung jawabnya kompak dan bener) dan ditanyain akte nikah aja. Beralih ke visa si Aghnan cuman ditanyain akte lahirnya saja. Dan it’s done!. Visa approved dan akan dikabari 2-4 hari lagi jika sudah selesai. Alhamdulillah..

Buat yang mau urus visa bisnis/turis juga harusnya lebih simpel. Yang penting ada surat pernyataan punya pekerjaan disini (menunjukkan niatan kita buat balik ke home country tinggi), atau surat pernyataan punya usaha (buat yang enterpreneur), bank statement yang mumpuni dananya dan rencana perjalanan (itinerary) yang jelas. Jika dulu pernah punya visa Amerika itu juga bisa ditunjukkan karena akan jadi poin plus tersendiri. Apalagi jika punya track record travelling yang tinggi (baca: visa dan stempel passpornya banyak) itupun akan menjadi poin plus juga.

Walau ribet urus visa Amerika, cuman enaknya sekalinya dapat kita bisa langsung dapat visa sampai 5 tahun berlakunya. Dan enaknya lagi kita bisa masuk ke beberapa negara tanpa visa dari negara tersebut jika kita punya visa Amerika. Misalnya: Korea Selatan atau Taiwan. Yay! 🙂

Goodluck buat yang mau urus-urus visa pelajar ke Amerika ya 🙂

19 thoughts on “Visa Amerika Untuk Pelajar

  1. Leny says:

    Postingan ini mengingatkan aku dulu 17 tahun yll, apply visa buat kuliah di US, jaman dulu gak seketat sekarang yah sama gak secanggih skrg hehe.. kalau dulu I-20 gak harus dibawa2 nggi, bawa gpp just incase aja taro dompet tapi gue dulu dapet Social Security dari kampus gue, itu kyk NPWP (buat work on campus/part time spt tutoring, teaching assistant dsb) sih tp fungsinya sebagai tanda pengenal juga, SSN ini penting bgt krn dgn SSN ini kita bisa buka rekening bank, apply credit card dan juga apply buat ID card. Gue wkt itu pake SSN ini utk buka rekening dan apply ID card (gak pernah work on campus). Oh ya penting juga untuk apply asuransi kesehatan minta dari kampus nggi..sakit disana muahaal apalagi dental hiks . Saran gue sih sampai sana loe ke international counselor, untuk bertanya surat-surat apa yang loe mesti punya sebagai pegangan selain I-20 disana dsb.

    [Reply]

    Mrs.Karimuddin Reply:

    Oh noted Len. Emg kl udah nyampe lgsg disuruh ngadep International counselournya. Utk health insurance premium fee insyaAllah nanti ditanggung kantor juga. Jadi nanti tinggal apply aja disana 🙂
    TFS Len 🙂

    [Reply]

    Leny Reply:

    ur welcome nggi..itu pengalaman 17thn yll udah lamaa banget kemungkinan skrg ada kebijakkan baru utk SSN itu, better ask aja disana, iya betul nggi langsung hadap Intl. Counselor. Wah alhamdulillah insurance fee ditanggung kantor tinggal apply aja yah :). Harus punya insurance deh terutama buat aghnan … Good luck yah nggi 🙂

    [Reply]

  2. regina says:

    Pak, bs minta pin bb atau email bapak? Sy mau tanya2 ttg interview visa di embassy dong. Soalnya tgl 27 juli ini jadwal sy interview. Trims

    [Reply]

  3. C says:

    Bener, bikin visa USA gak susah2 amat kok.

    Kalo buat turis kayak gue, duit di bank dan jaminan usaha/properti yg kita miliki di Indonesia / home country itu sungguh sangat PENTING bagi si Amerika krn meyakinkan mereka bahwa kita gak niat jadi imigran tapi buat jalan2 aja.

    Menurut gue, USA Visa Services di Jkt cukup OK kok. Kdg suka sebel denger cerita orang2 yg ditolak terus dengan nyebelinnya berkoar2 bahwa USA rasis lah, anti agama Islam lah…gak ngaruh kali, asalkan dokumen lengkap dan jelas tujuan kesananya ngapain pasti dikasih.

    Good luck di Boston ya Anggi K, dirimu mau sekolah dimana sih? Babson?

    [Reply]

    Mrs.Karimuddin Reply:

    Iya bener dan menurut gw dari 5 tahun yg lalu jadi berasa lebih gampang. Isi visa nya online. Foto visa layak apa gak pun bisa di cek dari aplikasi online juga. Sesungguhnya lebih efisien dan informasinya pun (dos or don’ts) nya pun informasinya jelas di websitenya. 🙂
    Gw nanti di Boston University dear.. 🙂 Thanks tambahan infonya ya, aku ganti bold biar kebaca sama yang lain.

    [Reply]

  4. miund says:

    omagah ribet juga ya! tapi thanks for sharing ya, Nggi. kali2 suami gw kapan mau balik lagi sekolah di sana jadi ada referensi 🙂

    [Reply]

    Mrs.Karimuddin Reply:

    Gw sungguh keder nyocokin informasinya biar gak ada yg salah (no. passport, expired date, no sevis dll). Ampe jereng mata gw 😆 . Tapii walau ribet it paid off sih und. 5 tahun visa itu endeus banget rasanya. Dibanding Schengen ya yang sungguh pelit ngasih jangka waktu visa.. -.-“

    [Reply]

  5. Ivo says:

    Halo Anggi, boleh tanya yaa, ada link nya nggak buat keterangan pemegang visa/PR Amerika bisa masuk korea tanpa visa tambahan? Soalnya suka2 touch and go kalau denger2 cerita orang tentang permit masuk Korea. Ada yang bilang ga perlu visa kalau punya Visa/PR tertentu (misalnya Jepang), tapi ada juga yang bilang tetep mesti applu visa kalau WNI. Kalau ada link nya mau ta’ print buat bukti. Makasih banyak sebelumnya ya Anggi 🙂

    [Reply]

    Mrs.Karimuddin Reply:

    Hi Ivo, gw kmrn baca di wiki sm disini: http://idn.mofat.go.kr/languages/as/idn/visa/visa/index.jsp . Ada di halaman kedua bagian Kunjungan tanpa visa.
    Jadi kalau ke Korea Selatan msk tanpa visa tambahan (selama punya visa US) selama sifatnya transit.
    Jd kl dr US ke Korea trus tiket selanjutnya bukan ke US lg tp misalnya Indo itu boleh mampir Korea beberapa hari tanpa visa. Tp kl balik laginya ke US atau negara asal hrs tetap pk visa. Kalo gak salah ngartiinnya ya 🙂

    [Reply]

    Ivo Reply:

    Thanks Anggi! 🙂

    [Reply]

  6. Dadan says:

    Selmat Siang, nama saya Dadan, pada tanggal 12 September 2012 saya pernah mengajukan visa USA karena dapat beasiswa sandwich like program ke Illinois university Urbana-Chmpaign, tapi visa saya ditolak, alasan ditolak karena tidak dapat menunjukkan bahwa rencana dan tujuan untuk kunjungan ke AS memenuhi persyaratan dalam visa nonimigran yang saya ajukan. Padahal teman saya yang kebetulan apply bareng saya dengan beasiswa dan tujuan sama, visanya berhasil disetujui. Yang ingin saya tanyakan adalah sbb:
    1. Apakah dalam waktu dekat (belum seminggu) bisa apply ulang Visa USA?
    2. Apakah Sevis Fee yang sebelumnya bisa digunakan lagi dalam apply visa yang baru?
    Terima kasih, jika ada yang dapat berbagi informasi yang saya tanyakan tsb.

    [Reply]

  7. Hui says:

    Mau tny,kalau sdh punya visa USA,bias masuk ke Taiwan atau Korea selatan Tanpa visa negara tsb ya?gimana caranya?bisa di infokan ga? Thanks

    [Reply]

  8. Jenny says:

    Hi,
    Mau tanya nih Kak untuk interview visa F2,
    1) apakah akte nikah harus bawa yg suami dan istri, atau boleh punya istri saja?
    2) Kabarnya, harus bawa album pernikahan dan undangan nikah juga ya?
    3) Boleh sharing pertanyaan untuk visa F2 nya yang terkait dengan apa yang akan dilakukan dependent selama di US ? dan adakah pertanyaan yg menjurus ke pekerjaan baik di Indo dan rencana di US?
    Thank you so much

    mohon sarannya ya Kak.

    [Reply]

  9. Demas says:

    mau tny, sy berencana menyusul istri yg sdg belajar, sy mengajukan form F2. untuk pengajuan i-20, apakah bs menggunakan dokumen i-20 atas nama istri?
    mohon penjelasannya.
    terima kasih.

    [Reply]

    Mrs.Karimuddin Reply:

    Hi Mas Demas,
    Kayaknya gak bisa mas. Harus dokumen i-20 atas nama mas. Kalau istri sudah disana minta dibuatkan saja sama bagian International Student nya. Saya dulu suami dan anak saya punya i-20 satu-satu.

    [Reply]

  10. tia says:

    hi kak. salam kenal aku tia. kak waktu kemaren nungguin I-20 untuk suami berapa lama ya?. trus dokumen yang musti di urus untuk I-20 apa2 ya? minta tolong sharing syaratnya ya kak.. makasi banyak..

    [Reply]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.