Proyek Utama 2014

Horeee, preliminary design si rumah sudah jadii. Masih awaaal banget dan belum masuk ke gambar kertas kerja. Tapi udah excited banget. Maklum ini kan proyek impian udah lama banget. Namun ketunda-tunda terus dari jaman hamil Aghnan, lahiran, aku sekolah dan baru deh kita beneran kick off ya tahun ini. Seperti yang udah cerita sebelumnya, kita emang menggunakan jasa biro arsitek khusus. Bukan arsitek/kontraktor ya. Jadi kita bisa cari kontraktor terpisah walau sesungguhnya lebih prefer pakai kontraktor yang sudah biasa kerja sama biro arsiteknya. Menghindari drama antara kontraktor dan mandor soalnya *pengalaman*.

Proses browsing biro arsitek ini pun gak pake lama. Si mas udah “temenan” lama sama arsitek nya di twitter. Begitu di kontak sama si mas responnya cepet banget. Ketemuan sama dia dan partnernya langsung klik. Kemudian ketika cerita sama si Anggoro ternyata partnernya ini masih temennya Anggoro. Dunia sungguh kecil. Karena tek tok nya cepet, dan kita udah suka sama konsep biro arsiteknya yang memang mengusung tema rumah tropis dan hemat energi. Oh ya nama biro arsiteknya ArsitektropiS yang diusung sama mas Ren Katili dan mas Berto. So far kita suka sama proses kerja mereka yang tektok-nya cepat.

Dari awal ketemu udah asik dan begitu mereka datang ke rumah, malah mereka yang ngusungin ide “rumah lama nya di preserve aja, jangan di robohin”. Ini sangat unlikely, soalnya aku gak pernah mention kalau punya preference itu. Biasanya buat beberapa arsitek, lebih gampang mulai dari nol daripada bongkar pasang dengan rumah lama. Jadi jujur ini yang menangkap hati kita banget. Mereka punya visi dan cerita mau dibawa kemana desain renovasi rumah kita nanti. Aku pribadi sih seneng-seneng aja berarti kan less cost atau budget bisa dialokasikan lebih optimal ke tempat lain. Tinggal sisanya aku challenge aja dengan segambreng kebutuhan yang kita mau. Ini pun masih kebutuhan dasar seperti berapa kamar tidur yang kita mau, butuh dapur seberapa besar, ruang tamu seperti apa dll. Hal ini pun ditambah dengan tambahan syarat kalau aku gak pengen punya rumah dua lantai. Karena ya itu, ngepelnya dua kali kan yak :lol:, dan dari dulu emang gak suka punya rumah dua lantai.

Begitu ketemu lagi mereka langsung kasih ide yang bikin aku dan si mas suka banget. Konsep old and new yang diusung buat rumah kita dirasakan klik banget dan sesuai dengan bayangan aku, mas dan Anggoro. Diceritain ke orang tua juga mereka suka. Yabiiss rumah itu memori nya banyak. Ya masa kecil aku sama eyang-eyang, ya ijab kabul disitu juga. Jadi kalau romantismenya bisa dijaga sangatlah bagus 🙂 So setelah menunggu dan berdiskusi bolak balik jadilah preliminary design nya yang menurut aku udah ok banget. Penampakannya nanti yah, kalau udah mulai dibangun. Semoga kenyataan seindah di kertas kerja ya. 🙂 Amiin.

Next step nya adalah diskusi sama kontraktor buat nentuin RAB nya dan rencana kerja pembangunannya. Kontraktor dilibatkan dari awal supaya ketika desain dituangkan di kertas kerja lebih realistis dan sesuai dengan keadaan di lapangan. Mungkin mulai diskusi juga sama interior desain juga sih. Yang terakhir impian juga tapi tentatif lihat budget. Semua orang yang aku tanyain bilang hal yang sama. “Kalau ada budget pakai aja interior desain biar gak nyesal” Kebetulan ada sahabatnya Anggoro juga yang jadi desainer interior. Portfolio nya udah kita lihat dan kita suka. Walau rada jiper karena kliennya dia keren-keren banget 😆 . Yah, semoga dikasih harga sahabat yak 🙂

Sekarang sih kita mulai cari inspirasi ruangan dan di taro di pinterest. Terus khusyuk nonton LiTV yang banyak nayangin program-programnya HGTV yang selalu kita tonton waktu di Boston. Semoga lancar-lancar ya semuanya. Harap-harap cemas sih sesungguhnya sama hasil RAB nya. Ya berdoa aja semoga rejekinya dicukupkan selalu. Amiin 🙂

10 thoughts on “Proyek Utama 2014

  1. astrid says:

    Anggiii, aku juga suka LiTV. Cuma skrg krn sementara nomaden ke Mama, jd jarang liat. Huhuhu. Salah satu fave-ku Home Paradise kalo gak salah. Acara designnya org jepang. Aku takjub sama mereka. Dengan lahan seminimalis, rumahnya itu designnya keren2 dan pemanfaatan ruangannya maksimal banget. Kalo liat acara2 gitu, hasrat renovasi rmh menggebu-gebu jadinya hehehe

    [Reply]

    Mrs.Karimuddin Reply:

    Kalau ada ipad or iphone download apps yang namanya Houzz deh dijamin mupeng-mupeng ngeliat desain-desainnya 🙂

    [Reply]

  2. Karina says:

    Kok ngak beli rumah baru aja dan kok rumah ortunya yang di re-build ?

    [Reply]

    Mrs.Karimuddin Reply:

    Sebetulnya ini bukan rumah orang tua saya sih mbak. Kebetulan rumah eyang yang dikasih ke saya yang mana karena lokasinya yang dekat dengan kantor kita berdua jadi lebih nyaman buat beraktivitas karena lebih mudah kemana2.
    Kita malah pengen jual properti kita yang lokasinya jauh dari kantor dan gak kita tinggalin karena ga ada waktu buat ngurusinnya dan gak segampang itu juga nyari orang yang mau ngontrak. Hehehe..

    [Reply]

  3. roswitha jassin says:

    Hai anggi, aku setuju dgn usul arsitek nya yg bilang rmhnya jgn semua dirobohin, apalagi ini dari eyang ya? Ada yg bilang “kurang berkah” hehehe indonesia bgt sih tapi benar juga banyak yg aku kenal ,ko kebetulan rmh lama dirobohin semua terus maaf divorce gitu..ga lama dr rumahnya jadi 🙁 ada jg yg saat lg renov rmhnya.. just share ya say..

    [Reply]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.