Beautiful Spain Part 7: The Underestimate Madrid

Sampai di Madrid udah jam 7 malam, tapi berhubung masih Summer jadi masih terang benderang. Kita naik taksi dari stasiun ke hotel kita dan langsung istirahat saja di sisa malam itu. Besok paginya aku dan Stephanie udah mulai Conference nya, yang practically kita baru bisa menjelajah Madrid setelah Conference. Untungnya hotel kita di sebelah tempat conference nya. Jadi bisa tinggal ngesot jalan, dan aku pas istirahat bisa balik ke hotel buat mompa atau sekedar bobo bobo ciang.

Kalau kata temen kantor Madrid biasa aja, tapi menurut aku kotanya oke banget. Perpaduan modern dan klasik. Transportasi publik nya bagus, tempat belanja nya lumayan banyak pilihan dan pilihan makanan lebih beragam daripada waktu di Andalusia. Jalan-jalan disempatkan setelah selesai conference. Yang untungnya karena pas summer, jadi jam 9 malam baru gelap. Walau selesai jam 6 sore tapi matahari masih oke dan kita masih bisa menjelajah. Beberapa point of interest yang kita kunjungi selama 3 hari di Madrid.

Continue reading

Tantangan Mendidik Anak di Era Digital

Ini sebenarnya post utang, soalnya acaranya emang sudah seminggu yang lalu. Jadi ceritanya Sabtu yang lalu saya ikutan acara Tantangan Mendidik Anak di Era Digital yang diadakan oleh Supermoms Indonesia dengan pembicara utama Ibu Elly Risman. Banyak saya lihat muka-muka familiar di sana dan Supermoms Indonesia dan Mommies Daily kalau tidak salah sudah melakukan live tweeting untuk acara tersebut. Jadi yang tersisa sekarang adalah poin-poin penting yang ingin saya bahas dan analisis sebagai seorang orang tua yang terus-menerus belajar ilmu parenting.

Pertama saya setuju dengan Ibu Elly bahwa Tantangan Mendidik Anak di Era Digital jauh berbeda dengan jaman kita masih kecil dulu. Waktu kita kecil, waktu bermain dua jam mungkin biasa melakukan permainan bersama teman di lapangan dekat rumah, bermain sepeda atau ya paling “parah” ya main Nintendo di rumah. “Kekerasan” yang mewarnai games itu (baik game yang berantem maupun perang-perangan) SAMA SEKALI tidak membuat saya jadi berpikir aneh-aneh, entah itu ingin meniru atau melawan orang tua. Ini bukan berarti malas ya soalnya toh dengan bermain gak pernah tuh kena marah sama guru karena tidak mengerjakan PR.

Jaman sekarang, mendidik anak Generasi Z (atau mungkin generasi berikutnya yang entah apa namanya) bagi kita yang kebanyakan merupakan Generasi Y pasti tidak jauh dari kegiatan yang berhubungan dengan Internet. Lapangan bermain semakin sedikit, playground kebanyakan cuma ada di mall, ketersediaan konektivitas di mana-mana membuat kita cenderung memberikan solusi mudah bagi anak kita. Well, perangkat tablet merupakan salah satu tersangka utamanya. Malas menghadapi anak yang rewel dan banyak tanya, akhirnya mereka kita sumpal dengan perangkat yang terkoneksi dengan Internet.

Continue reading

Field Trip Ke Monas

Satu rahasia, yang bukan rahasia juga, adalah ayahnya Aghnan belum pernah masuk ke Monas. Well, dulu pas jaman Jakarta Fair masih di Monas sih ya main juga ke area ini, tapi sampai saat beberapa hari yang lalu belum pernah punya kesempatan untuk main-main ke puncak Monas. Maklum, saya gak sekolah di Jakarta, jadi ya wajar saja kalau darmawisata dulu tidak termasuk mengunjungi puncak Monas ini.

Jadi pas ada kesempatan dari sekolahnya Aghnan untuk ikutan field trip ke sana, Ayahnya ini langsung pengen ikut. Gak tahu apakah Aghnan juga sama excited-nya, meskipun pasti kalah sama minatnya tentang kereta api atau air mancur šŸ˜€

Akhirnya pas Jumat kemarin, Aghnan, ayah, dan mbaknya ikutan field trip ke Monas. Karena rumah kita dekat jadinya kita bawa kendaraan sendiri dan janjian ketemuan di sana. Ternyata yang ikutan dari sekolah tidak banyak, cuma dua anak lagi yang dua-duanya sudah cukup besar. Aghnan jadi yang paling kecil yang ikutan.

Continue reading

Review Nissan March (Part 7): Conclusion

Disclaimer: Tulisan ini merupakan bagian dari kampanye Nissan Motor Indonesia yang bertajukĀ 7 days with March. Ikuti keseluruhan rangkaian cerita yang terdiri dari 7 tulisan dengan tagĀ berikut ini. Semua yang ditulis di sini bersifat obyektif.

Tak terasa rangkaian tulisan ini telah mencapai akhir. Tujuh tulisan yang di-posting setiap hari telah terlampaui. Saya juga telah puas menikmati Nissan March yang dipinjamkan selama tujuh hari penuh (seminggu) — tentu plus bahan bakarnya dong šŸ˜€

Nah, kita kembali ke pertanyaan awal yang ingin kita ketahui jawabannya. Di sini saya mempertanyakan apakah Nissan March yang ditujukan untuk lajang dan orang yang sudah menikah tanpa anak, masih cocok untuk kalangan yang sudah menikah dan memiliki anak setidaknya berusia di bawah lima tahun, atau harus terpaksa naik kelas. Mari kita telaah satu persatu temuan kita sebelum menentukan kesimpulan final.

Continue reading

Review Nissan March (Part 6): Pricing and Competition

Disclaimer: Tulisan ini merupakan bagian dari kampanye Nissan Motor Indonesia yang bertajukĀ 7 days with March. Ikuti keseluruhan rangkaian cerita yang terdiri dari 7 tulisan dengan tagĀ berikut ini. Semua yang ditulis di sini bersifat obyektif.

Nampaknya hingga tulisan saya yang sebelumnya, masih banyak teman-teman pembaca yang masih belum pas mengetahui positioning Nissan March. Nissan March memang berada di dua dunia. Di satu sisi, dia memiliki kapasitas mesin yang digolongkan dalam grup A platform. Di sisi lain, berdasarkan dimensi bodinya, Nissan March juga bisa masuk ke dalam kelompok B platform. Begitu yang dijelaskan oleh pihak Nissan Motor Indonesia kepada kami, peserta kegiatan ini. Apa ini grup A dan grup B platform?

Continue reading