Road Trip Journal: Philadelphia Part 1

Saatnya menjelajah Philadelphia šŸ™‚ Philadelphia ini bisa dibilang kota saingannya Boston dalam urusan sejarah kemerdekaan Amerika. Boston Massacre memang pemicunya gerakan kemerdekaan Amerika dari kolonial Inggris. Tapi setelah kejadian itu, semuaĀ founding father nya Amerika berkumpul ke Philadelphia dan menghasilkan the Ā Declaration of Independence. šŸ™‚

Dari sisi kotanya sih jujur agak mengecewakan. Mungkin ekspektasi aku ketinggian, yang mana, aku pikir Philadelphia bakal mirip sama Boston. Gak cuma sekedar jadul-jadulnya ya, tapi juga kebersihannya, tata kota nya dll nya. Tapi aku ngerasa Boston lebih nyaman banget. Cuman boleh dibilang, dibanding Boston, Philadelphia lebih canggih jualan obyek wisata nya dibanding Boston. Ini diwujudkan dengan adanya PhlashĀ . Ini alat transportasi yang sangat memudahkan turis untuk mengunjungi semua obyek wisata di Philadelphia. Modelnya kayak trolley Hop On Hop Off. Bedanya kita bisa bayar bebas. Mau ambil pakeĀ unlimited atau yang sekali jalan. Untuk sekali jalan tarif nya 2 USD. Yang mana lebih murah dibanding naik angkutan umum di Philadelphia yang harganya 2.25 USD sekali jalan. Enaknya lagi kita langsung turun di depan obyek wisata yang kita mau. Gak perlu mikir mesti nyari-nyari/transfer transportasi umum yang mana.

Continue reading

Road Trip Journal: Cedar Points and Sesame Place

Tadinya tujuan utama dari Chicago adalah langsung ke Philadelphia. Tapi berhubung lama ya bok perjalanannya, akhirnya kita memutuskan mampir ke Ohio tepatnya ke Sandusky, Ohio buat aku menjajal salah satu roller coaster paling cepat di Amerika šŸ˜† Jadi, mampirlah kita ke Cedar Points. Kalau kata Sandy, yang menggilai Roller Coaster wajib mampir kesini. Total ada 18 Roller Coaster disini. Dan macem-macem. Dari yang paling tua sampe yang paling anyar. Dari yang rollercoaster duduk biasa, duduk digantung sampe berdiri juga ada šŸ˜† Dan disini jugaĀ home of the fastest roller coasterĀ in US.

Dari semuaĀ roller coasterĀ aku paling penasaran sama Top Thrill Dragster. Dengan kecepatan 0 ke 120 mph dalam 4 detik kita dibawa naik vertical setinggi 420 ft dan kemudian turun vertical. šŸ˜† Si ayah tentu langsung menolak ajakan manis aku. Jadi ya kuat-kuatin iman deh naik sendirian. Rasanya gimana? Cepet abeees pas naik, dan begitu turun ngehe curam banget. Inget pas diatas mau turun gw teriak “BANGKEEEEEEE..” šŸ˜† Sekali cukup ya. Pas lihat youtube nya aja rasanya lutut masih ngilu gimanaa gitu šŸ˜†
Continue reading

Summer in New York Part 1

Terakhir kali ke New York itu pas Januari dan itu dinginnya poll banget. Udah ngebatin kalau udah summer mesti balik lagi ke New York, karena pasti bakal lebih hidup dan menyenangkan. Tadinya kita mau 4th of July di Boston ya. Birth city of America. Tapi berhubung pengen ke Woodbury Premium Outlet juga karena Independence Day Sale, jadi kayaknya nanggung kalau cuman 2 malam di NY. Akhirnya kita memutuskan nambah 1 malam lagi biar lebih khusyuk belanjanya :lol:. Mulai nyicil lah ya buat balik nanti. Terutama buat baju-baju Aghnan, mulai nyicil beli yang ukuran besar sampai umur 7 tahun nanti. Soalnya di Jakarta kan kaos GAP anak aja kalo diskon paling murah dapat 120rb. Disini kalau diskon bisa dapat 5-7 dollar saja. Karena gak mungkin belanja sekaligus banyak, jadinya nyicil setiap ada kesempatanĀ sale.Ā Independence Day SaleĀ kemarin. Nanti bakal adaĀ Labor Day Sale dan puncaknya tentunyaĀ Black Friday.Ā Kita udah book hotel di daerah Queens. TapiĀ as usual,Ā sesuai tips dari temen.Ā Last minute coba cek lagi deal di priceline atau kayak atau hotwire. Lumayan akhrnya dengan harga yang relatif sama bisa dapat di daerah yang tengah kota.

Itinerary nya sih santai aja. Yang jelas kenapa kita memutuskan berangkat wiken kemarin itu karena. Pertama kita pengen banget ke Liberty Island. Semenjak si Sandy, Liberty Island baru dibuka setelah 4th of July. Dan kedua pengen makan enak sebelum puasa di mulai šŸ™‚ Dari pertama kali ke New York jujur aku gak terlalu suka. Lebih seneng Boston kemana-mana. Tapi lama-lama mulai berasa “kerennya” New York. Tiap kesana pasti ada sesuatu yang baru. Ditambah pilihan makanannya beragam dan lebih murah dibanding Boston. Dan entah kenapa itu kota fotogenik banget deh. šŸ˜† Ā Tapi aku sama si mas udah berniat jangan berkunjung ke tempat yang sama dua kali. Contoh: no more Times Square šŸ˜†
Continue reading

The Fort and The Ocean

Another gem in South Boston. It is used to be a real Fort for English since 1963. Now it is a state park with playground and great open space for picnic with families or just relax to enjoy the weather. Ā There are several memorials also in there, like South Boston Korean War Memorial. The unique thing about this Fort that the shape is like pentagon (if we see it from above). We can see the ocean from the Fort, and we had a great day played in the playground and walked around the Fort. Aghnan really enjoyed playing in the playground. And somehow, he enjoy the swing set more than usual. Maybe the effect of the roller coaster from Six Flags still lingered. šŸ˜†
Continue reading

Boston’s Restaurant Week

It’s Boston’s Restaurant Week!Ā 

Mungkin salah satuĀ eventĀ yang ditunggu-tunggu Bostonian di penghujungĀ winterĀ ini. 200 restoran di Boston berpartisipasi dalam Boston’s Restaurant Week. Dan banyak restoran-restoran top di Boston ikutan juga. Semua restoran yang berpartisipasi menawarkan pakeĀ lunchĀ danĀ dinner 3 coursesĀ dengan harga yang relatif murah dibanding harga aslinya. Lunch 2 coursesĀ sebesar 15.14 USD,lunch 3 coursesĀ sebesar 20.14 USD danĀ dinner 3 coursesĀ sebesar 38.14 USD per orang. Jangan diĀ convert ke rupiah yaa, tapi untuk ukuran sini dan standar restauran $$$ di Boston iniĀ great bargainĀ banget. Soalnya dengan tipe menu dan komposisi yang sama, satu orang bisa habis sekitar 60-80 USD *gubrak*. Ā Kuncinya sih biar optimal, pilih restoran yang top, yang kalau hari biasa gak mungkin makan disitu karena maharani. šŸ˜†

AdaĀ berbagai macam tipe restoran yang ikutan. Dari mulaiĀ JapaneseĀ sampaiĀ Steakhouse ada semua. Dan dari website resminya kita bisa lihat berbagai macam menu yang ditawarkan oleh semua restoran yang berpartisipasi. Jadi bisa kita milih dan atur strategi restoran mana yang mau kita kunjungi. Karena lagi pengen pengen banget makan steak dan udah lumayan bosen sama Longhorn, jadiĀ googleĀ lah kita 5Ā best steak house di Boston. Salah satunya ada restoran namanya Mooo… yang mana review nya bagus banget di Zagat, Best of Boston dan Urban Spoon.Ā Browsing di internet pun keliatan kalau restorannya nampakĀ fancy sekali Ā tapi sayangnya nampak tidakĀ kids friendly. Jadi daripada gak boleh masuk bawa anak, jadinya kita buat 2 kali reservationĀ disana. Satu buat aku dan mama dan satu lagi buat mas dan Anggoro. Jadi gantian jagain Aghnan di rumah. SemuaĀ reservationĀ tinggal dibuat viaĀ Open TableĀ application.
Continue reading