Most Valuable Items in His First Year :)

Hiyaaa sehari lagi menuju tiup lilin nya Aghnan yang pertama. Kenapa gw yang dangdutan deg degan begini yaaa. Gak berasa bangeeet deh udah hampir setahun. Sori ya buat yang bosen denger gw ngomong kayak begini. Tapi bener-bener semuanya ini cepat sekali berlaluu.. ๐Ÿ™‚

Kayaknya udah pantas kalau aku membuat list, barang-barang apa yang betul-betul berguna dari sejak Aghnan lahir sampai sekarang. So bisa ngebantu para new moms yang sedang bingung nyusun list belanjaan buat upcoming baby nya ๐Ÿ˜€ In no particular order yaa..

Javan Canopy Bed

Parno karena banyak banget berita baby jatuh dari tempat tidur. Aku akhirnya membeli canopy bed ini setelah membaca reviewnya sahabat saya di TUM. Walau Aghnan punya box bayi nya sendiri, kalau siang atau menjelang bobo dia pasti main di tempat tidur aku. Soalnya kan lebih luas. Dan dia bisa bergerak leluasa di banding di box bayi nya yang semakin hari terlihat semakin sempit (faktor Aghnan yang makin lama makin besar juga kali ya ๐Ÿ˜› ).

Tadinya kan sempat gak percaya kan kalau bisa menahan jatuhnya bayi. Sampai suatu malam, aku jatuh dari tempat tidur (bodoh memang, jangan tanya kok bisa gitu ๐Ÿ˜† ). Dan ajaibnya, gw yang segede gini, waktu jatuh, gak menyentuh lantai sedikitpun karena tertahan sama javan canopy bed. Aghnan pun lagi bobo di kasur pun tidak bergeming, walau bunda nya bikin polah malam-malam. Walau posisi aku persis kayak ikan dijaring T_T, cuman intinya aku masih aman sentosa. Gak babak belur dan gak ada cedera sedikit pun. Hebat yaah.ย Bahkan kalau malam pun, aku berani naro Aghnan di pinggir (tentunya masih dilapisi guling dipinggirnya) karena pakai Javan ๐Ÿ˜›

Panasonic Sterilizer

Dari awal aku naksir sterilizer ini. Soalnya besarnya itu dan hasilnya yang membuat kering segala dot, botol kaca, tempat makan dll. Berguna gak cuman sterilize dot, tapi juga tempat makannya Aghnan. Walau buat dot sama botol tadinya aku rebus sendiri. Ujung-ujungnya tetap dimasukin ke sterilizer ini. ย Plusnya adalah dia MUAT BANYAK. Dan hasilnya betul-betul kering. Karena ternyata namanya itu Dish Dryer. Hehehehe… ๐Ÿ˜› Makin berguna setelah Aghnan mulai makan.. ๐Ÿ™‚ Piring, sendok tumpukin aja disitu ๐Ÿ˜†

Breastpump Medela Swing

Kalau yang ini gak usah ditanya ya. Salah satu breastpump yang membantu kesuksesan ASIX nya Aghnan. Sampai sekarang masih dipakai. Dan belum pernah rusak sekalipun. Review detail tentang Swing ini bisa baca di post sebelumnya ya ๐Ÿ˜‰

Cooler Bag

Tentunya ini andalan buat semua ibu bekerja yang menyusui ya. Aku punya 3 jenis cooler bag. Yang pertama yang medela punya. Sama yang dua lagi aku punya merk Igloo. Yang Igloo yang dari plastik sama igloo yang dari kain dengan model tas tote. ๐Ÿ™‚ Alasan beli dua yang terakhir karena mencari cooler bag dengan kapasitas lebih besar dari yang pertama. Terutama yang Igloo tote itu bisa banget membawa ASIP aku sebanyak 4L (walau sudah penuh sesak karena disumpal dengan banyak blue ice). Beli yang medela itu di ITC Cempaka Mas. Sedang yang Igloo Tote itu di Ace Hardware. Tapi, fyi aja, blue ice nya Medela itu tetap paling juara dibanding yang lain-lain.. ๐Ÿ˜‰

Kotak P3K

Berhubung ibu parnoan, pasti kotak ini wajib ada di rumah. Isinya kurang lebih ada:

  • Ear Thermometer: Kalau Aghnan sumeng sedikit pasti langsung jadi andalan buat ukur suhu tubuhnya. Soalnya kalau dari kuping lebih akurat dibanding dari jidat. Penggunaannya praktis, bacanya enak dan masih sangat dipakai sampai sekarang.
  • Paracetamol : Alhamdulillah Aghnan belum pernah panas sehingga aku harus menggunakan ini. Ini wajib punya, karena jika anak panasnya sudah lebih dari 38.5 derajat Celcius dan sudah sangat tidak nyaman. Kasih paracetamol ini agar panasnya bisa sedikit turun dan dia bisa lebih nyaman. Merknya variatif di pasaran. Yang aku punya sih yang merknya Tempra.
  • Transpulmin BB: Balsem bayi yang jadi efektif dipakai kalau Aghnan kena pilek. Biasanya meredakan hidung tersumbat dan membuat Aghnan tidur lebih nyaman lagi. Pemakaiannya tipis-tipis saja biar tidak kepanasan. Namanya juga balsem ๐Ÿ˜›
  • Breathy: Ini juga jagoan kalau Aghnan kena pilek. Biasanya kalau hidungnya sudah tersumbat dan mengganggu dia banget, aku tetesin breathy, dan abis itu dia meler semeler2nya.
  • Sudocream/Minyak Tawon: ini jagoan kalau Aghnan kena gigit serangga. Biasanya dikasih itu, dan ampuh. Kalau di muka-mukanya Aghnan kena rash merah-merah karena suatu hal (sensitif terhadap udara/debu/air kotor/ dll). Biasanya kasih sudocream tipis-tipis di mukanya dan langsung mereda.
  • Minyak Kayu Putih: ini juga jagoan buat meredakan pilek ย dan hidung tersumbat. Biasanya ditaro di saputangan, kemudian ditaro di dekat hidungnya Aghnan biar dia enakan. Atau biasanya, kita nyalakan pemasak air listrik. Buka tutupnya, teteskan minyak kayu putih, dan ruangan jadi beruapkan kayu putih. Aromanya yang hangat bisa meredakan hidung tersumbat.

Car Seat (Infant and Toddler)

Untuk urusan safety aku memang paling bawel sejagad. Jadi Aghnan sudah dari bayi dibiasakan untuk ditaro di car seat. Pengecualian satu dua kali. Tapi aku selalu disiplin membiasakan dia duduk di car seat kalau bepergian. Soalnya ya jalanan di Jakarta kan liar. Kalaupun kita sudah nyetir hati-hati. Tapi yang namanya motor, angkot, metro mini kan kalau sudah beraksi bikin kita ngelus dada. Dan kadang bikin kita spot jantung kalau sudah mulai ngerem-ngerem mendadak.

Kalau Aghnan pakai carseat pun, dan kita bepergian keluar kota. Aku kalau mau tidur pun tenang. Soalnya pasti Aghnan aman tentram di car seat nya ๐Ÿ™‚ย Kalau yang infant car seatnya kan berpasangan dengan strollernya Aghnan. Jadi praktis banget kalau dijalan Aghnan tidur, dipindahin ke stroller gak mengganggu tidurnya dia ๐Ÿ™‚

Light Stroller

Hail to Quinny Zapp atas kepraktisannya dan offkors ke kerenannya juga. Jadi walau sudah berganti kursi ke Zapp XTra tapi tetap praktisnya juaraa.. Kalau yang ini aku gak ada favorit yang lain ya. Soalnya kepengenannya punya stroller ini udah dari jaman Aghnan di perut soalnya.. ๐Ÿ˜† Thanks buat para Eyangs yang sudah mensponsori Quinny Zapp ini. Jadi waktu kita beli seat Zapp Xtra masih tersisa budget beli stroller dari jaman Aghnan masih di perut. Langsung sikaaaatt.. ๐Ÿ˜€

Walau sekarang sudah jarang dipake Zapp yang lama kecuali kalau pergi ke luar kota. Kemana-mana pakai Zapp Xtra juga gak rempong kok. Yang jelas. Aghnan bisa tidur dengan sangat amat nyaman disitu. Hurrraaaahh.. ๐Ÿ˜€ Jalan-jalan ke mall pun lebih enak karena Aghnan bisa bobo/istirahat enak di strollernya ๐Ÿ™‚

High Chair

Wajib punya agar mendidik Aghnan kalau makan itu harus duduk. Dari Aghnan 6 bulan, dan masih terus dipakai sampai sekarang. Pengecualian gak dipakai kalau Aghnan lagi sakit aja. Tapi ya Alhamdulillah sampai sekarang dia masih mau makan di high chair nya. Semoga akan terus ya seperti itu. Aku stres kalau acara makan harus pakai kejar-kejaran sama si bocah. Hehehehe.. Bisa jambak-jambak rambut, ngejogrok nangis di pinggiran deh. Yang pintar terus ya ganteng ๐Ÿ™‚

Bak Mandi Puku

Sampai sekarang masih terpakai. Karena besar. Walau sudah mulai sempit Aghnan disitu.Dan ada saluran air nya dibawah. Jadi kalau mengeluarkan airnya praktis. Gak perlu di tunggingin itu bak nya. ๐Ÿ˜› ย Mungkin kalau Aghnan sudah bisa jalan, mulai dibiasain mandi tanpa bak kali ya. Aghnan gak pernah pakai baby bather di rumah. Cuman waktu travelling aja kepakenya.ย Waktu masih bayi, pake jaring-jaring mandi dari puku. Lebih enak aja dipakenya buat gw dibanding baby bather ๐Ÿ˜‰

Ergo Carrier

Carrier paling ideal buat kita selain kain jarik tentunya. Karena aku gak jago pake kain jarik, jadi Ergo ini jadi andalan. Aghnan nyaman di Ergo, bisa bobo dan praktis kalau travelling. Sekarang walau banyak saingannya Ergo, tetap menurut aku carrier ini paling orisinil dan enak. Dan warna-warnanya makin banyak loohh. Hihihihi. Review soal Ergo sudah pernah di tulis disini ย ya.

Clodi

Atas nama penghematan dan ramah lingkungan tentunya aku pakai clodi. Soal clodi, udah pada khatam kali ya karena sudah berkali-kali aku cerita betapa memakai clodi itu adalah sebuah investasi penting :D. Bisa di search disini Aghnan sudah pernah pakai clodi apa saja. Yang jelas, Aghnan pakai clodi sudah seharian tentunya ๐Ÿ™‚

Overall itu semua deh. Nanti kalau kepikiran akan aku update lagi disini ๐Ÿ˜›

Respon Marche Indonesia

Uhm, setelah misuh-misuh di postingan yang lalu. Dan link postingannya aku RT ke twitternya MarcheIndonesia dan GrandIndo, ternyata aku dapat respon dari Marche. Awalnya dapat reply dari RT ku itu. Kemudian mereka tanya alamat email aku. Dan malamnya aku dikirimin email panjang lebar seperti ini.

Waktu dapat email nya kemarin malam. Reaksi pertama adalah speechless dan reaksi kedua adalah “Asiik dapat voucher” *lonjaklonjakgirang* ๐Ÿ˜† Yang jelas, salut banget sama manajemen Marche. Kalau kemarin aku sempat ikut training service excellence, yah inilah yang diterapkan sama Marche. Mendengarkan keluhan-keluhan pelanggan. Menanggapi nya dengan elegan (tanpa membela diri/defensif berlebihan). Ya overall, inilah jenis customer service yang ideal menurut aku.

Ini kedua kalinya aku mendapatkan respon bagus setelah melayangkan komplain di blog. Dulu banget pernah komplain soal Garuda Indonesia di blog lama. Dan surprise-surprise ditelpon langsung sama Garuda dan mendapatkan permintaan maaf dari mereka. Yang kedua ya Marche ini. Memang harusnya customer service tuh kayak begini. Kalau di komplain menanggapi dengan elegan. Bukannya malah defensif berlebihan sampai balik menuntut pelanggan yang komplain. Banyak lah kasus yang seperti itu. Yang kasus rumah sakit vs ibu Prita kan. Terus dulu juga temenku Arienda sama Igiet juga mengalami hal yang serupa. Tentunya banyak kasus-kasus seperti ini yang membuat para pelanggan jadi takut untuk komplain. Hal ini kan jadi aneh.

Kalau dapat respon seperti ini kan, kitanya jadi respect juga kan ke mereka. Yang tadinya aku misuh-misuh gak bakal mau makan lagi ke Marche, jadi mikir dua kali kan (takut voucher nya mubazir) ๐Ÿ˜† .

Btw, akhir kata. I salute you Marche Indonesia. Ini salah satu contoh service excellence. Kita sekeluarga jadi respect dan semoga oknum “I” itu benar-benar diberikan penataran yang baik dan benar yaaaa… ๐Ÿ˜€

Marche Grand Indonesia dan Security Odong-Odong

Sabtu kemarin, habis ikut Pesat 12 Jakarta, aku dijemput mas sama Aghnan buat langsung ke Grand Indonesia. Mau ada meeting sama tim bebibobu, dan berhubung bawa Aghnan, jadinya pilih tempat yang rada “menghibur”. ย Kebetulan juga para Eyangs juga mau nyusul Akhirnya pilihan jatuh ke Marche yang lokasinya berada di sebelah Air Mancur Menari nya Grand Indonesia. Kebetulan ini bukan pertama kalinya kita ke Marche. Sekeluarga suka makan di Marche waktu masih ada di Kuningan (sebelahnya Gran Melia Hotel). Namun waktu itu konsepnya sedikit berbeda dengan yang sekarang dan kayanya masih beda manajemen.

Marche interiornya dibuat sedemikian mirip dengan pasar makanan yang umum ada di Swiss. Walau aku menemukan kemiripan waktu travelling ke Austria pada tahun 2006 lalu. Lucu banget sih, dan favorit aku di bagian jual dessert, asli itu bikin mupeng banget. Walau interior nya sebagian besar okay, tapi kayaknya untuk kursi dan meja makan ada beberapa bagian yang terlalu mepet-mepet. Kurang stroller friendly saja.

Tiap tamu diberikan kartu masing-masing. Ini mirip kayak kita makan di Eat n Eat, Urban Kitchen atau Foood Kulture. Sebetulnya agak gak asik ya konsep yang sekarang, soalnya yang dulu itu kartu nya masih paper based. Jadi kalau kita pesan makanan, bukannya di gesek kayak sekarang, tapi dikasih stempel cap gitu. Menurut aku itu lebih lucu dibanding pakai kartu plastik kayak sekarang. Gak ada bedanya kayak makan di food court lainnya itu.

Si mas pesan roasted chicken (45k IDR) dan aku pesan Rosti with Veal Sausage (86k IDR). Rosti ini adalah makanan khas Swiss. Terbuat dari kentang yang di parut tipis-tipis. Rasa wise sih sih enak dan gak biasa. Tapi buat aku veal sausage nya biasa aja agak terlalu matang bahkan waktu dimasaknya buat gw. Porsi wise besar banget. Namun agak gak sebanding dengan harganya yang menurut aku agak overpriced. ย Dengan harga segitu, rasa yang gak segitunya nendang dan pelayanan seperti food court agak gak worth it. Mungkin mahal karenaย ambiance nya juga kali ya.

Tapi lokasinya enak sih. Sebelahnya air mancur menari yang di Grand Indonesia. Jadi Aghnan bisa ke teras nya Marche buat lihat air mancur itu. Dan karena suasananya enak, meeting kita pun bisa lancar. Saking lancarnya gak berasa kita meeting sampai 2,5 jam disitu.

Cumaaaan, walau Marche overall okay banget. Kita super duper kecewa sama security nya. Atau bisa gw bilang security odong-odong. Gak punya manner, attitude nya jelek dan asli belagu setinggi langit. Kan si Aghnan pup ya. Berhubung di dalam Marche gak ada nursing room jadinya kita harus keluar ya. Yah, walau pakai pampers cuman aroma nya itu loh. Kalau kelamaan bisa bikin tamu Marche lainnya kabur kali ๐Ÿ˜† . Kita buru-buru keluar dong, aku, mbak Tarni sama Aghnan. Terus dihadang sama security odong-odong dengan inisial I ini. Asli gak ramah, dan bilang kartu punyanya Aghnan mana. Gw pikir anak kecil gitu. Eh baby gituu, masa iya dihitung. Dijelasin peraturan panjang lebarnya bla bli blu, ya akhirnya, aku minta ke si mas juga sih. Cuman kesan pertama udah gak banget. Gak helpful disaat orang lagi terburu-buru karena hal mendesak. Eh siapa suruh ya gak ada nursing room di dalam sana. Kan rempong juga kalau harus keluar.

Yang kedua ini yang bikin aku sekeluarga naik pitam. Pelakunya juga si security odong-odong dengan inisial I (yang jaga pada hari Sabtu tanggal 19 Maret 2011 jam 15.00 WIB). Kasusnya sama, Aghnan pup, baunya menyebar. Cuman aku masih tanggung meeting sama bebibobu. Kebetulan para eyangs sudah mau keluar duluan. Akhirnya Aghnan dibawa duluan sama Eyang Uti nya. Si mama kan udah buru-buru ya, berhubung si bapak (yang bayar) juga masih ada di kasir, si mama langsung pergi keluar duluan. Yang entah kenapa dikejar sama security odong-odong dengan inisial I, sambil ngomong:

Eh bu.. bu.. Jangan kabur dulu doong.. Itu dibayar dulu makanannya!!

Itu yah, dia ngomongnya sambil tereak-tereak, di depan umum sampai semua orang di sekitar air mancur ngeliatin si mama sama Aghnan. Padahal si bapak masih ada di kasir, dan aku sama si mas juga masih makan di dalam. Menurut gw cara security odong-odong itu sangat gak elegan dan KASAR!!. Bikin malu si mama depan umum, tentunya yang menyulut emosi gw dong. Si mama sampai manggil-manggil aku dari luar yang bikin gw ngomel-ngomel ke security nya dengan nada tinggi. Tentunya gak cuman aku yang marah, si bapak juga marah lah istrinya digituin. Padahal si bapak masih ada di kasir buat menyelesaikan pembayaran. Dasar security odong-odong gak punya otak dan gak bisa mikir. Kisruh lah disitu. Gw ngamuk, bokap gw ngamuk dan nyokap gw juga ngomel-ngomel. Udah begitu ya, si security odong-odong ini cuman diam aja pas kita ngomel-ngomel. Gak ada satupun permintaan maaf keluar dari mulut dia. Yeah Right!!.

Gila bener deh, mending kayak makan disitu murah aja, terus kita dapat treatment kayak sampah. Dasar security odong-odong. Gw yakin banget, dia pasti waktu sekolahnya bego. Dan gak pernah diajarin sama orang tua nya sopan santun. Trus sekalinya dapat kerjaaan, jadi security dapat seragam, langsung sombong mentereng. Pengen rasanya mengumpat manajemennya Marche, karena sudah hire orang kasar kayak gitu. Cuman dapat bocoran dari pegawainya Marche, bahwa security odong-odong itu bukan pegawainya Marche, melainkan keamanan dari Grand Indonesia yang ditempatkan disitu.

Overall, that person successfully ruined our wonderful evening.. Buat catatan saja. Aku dan keluarga tidak bermasalah sama Marche ataupun Grand Indonesia. Cuman kita bermasalah sama security odong-odong. Kalau ada pihak manajemen Marche dan Grand Indonesia yang baca postingan ini. Plis banget orang kayak gitu ditempatin di bagian lain aja deh. Asli he’s doing lousy job as security.

Go Curry!

Sabtu kemarin kita pergi lunch bareng newly weds Ami and Raman. Hehehe setelah resepsi pernikahan mereka memang belum sempat ketemuan lagi. Maklum lah ya namanya juga newly weds. Ngamaar mulu *loh* ๐Ÿ˜† . Berhubung gw kangen and sudah lama banget gak update cerita (selalu via bbm). Kayaknya seru kalau bisa ketemuan buat lunch bareng. Tempatnya gw yang milih. Di Go Curry yang di Pacific Place. Lagi kepengen banget makan Curry dan berdasarkan beberapa review Go Curry ini cukup enak dan recomended.

Di Pacific Place ini kayanya cabang keduanya dia ya. Kalau kata Ami sih, Go Curry sudah ada duluan di Citos. Tempatnya sendiri di Pacific Place terletak di lantai 4. Sebelahnya La Mian dan deket Canteen. Pojokan gitu deh. Interiornya minimalis bersih. Dan high chair buat Aghnan lucu banget. Asli lucu, gw suka banget model kayu kayak gitu. Aghnan sendiri begitu ketemu tante Ami langsung nempel terus sama tante Ami. Hihihihi tau aja kalau tante Ami memang senang sama anak kecil. Sampai-sampai Aghnan mau dipinjam sehari. Hihihihi tante Ami, kalau Aghnan dipinjam nanti jadi gak bisa konsen deh bikin temen buat Aghnan. ๐Ÿ˜†

Waktu baca menunya agak sedikit membingungkan. Tapi ternyata kita bisa kostumisasi (pilih) jenis kare dan lauknya seperti apa. Lucu juga sih. Kalau Mr. Curry kan kari spesialis Jepang. Kalau di Go Curry ini menyediakan kari ala Jepang, India, Thai dan Indonesia. Lucu juga sih jadi ada step step nya waktu mau pesan menunya..

Step 1: Pilih mau kari yang mana, ada red curry, green curry, brown curry, yellow curry dan roganjosh curry

Step 2: Pilih tingkat kepedasan, ada mild, medium, hot, very hot dan insanely hot

Step 3: Pilih jenis nasinya, ada long grain rice, cilantro butter rice dan aromatic yellow rice

Step 4: Pilih jenis toping (lauknya, ada tandoor chicken tikka, zesty cheese chicken, lamb cubes with herbs, breaded fish, mixed vegetables, chicken katsu, Australia oxtail, breaded prawns dan New Zealand green shell mussels)

Aku pesannya roganjosh curry + cilantro butter rice + zesty cheese chicken (56k IDR). Dan si mas pesan red curry + cilantro butter rice + breaded fish (56k IDR). Minumnya pesan cranberry ice tea (asli enak dan seger banget). Dan kita pesan snack samosa. Untuk tingkat kepedasan aku sama mas kompakan pesan yang Hot. Sampai mbak-mbak nya konfirm 2 kali. “Beneran yang Hot mbak? Pedas banget loh”. Secara gw still yakin gw mampu makan yang Very Spicy di Mr. Curry, jadi Hot nya Go Curry gw asumsikan sama cemennya (baca gak segitu berasanya).

Tapi gw (baca: kita) salah sodara-sodara. Tingkat kepedasan di Go Curry betul-betul menendang langit. Mr. Curry pun tampak cemen sekali dibandingkan Go Curry. Yang Hot beneran Hot. Untung gak jadi pesan yang very hot.. ๐Ÿ˜† Terus ya, salahnya lagi. Gw kan pesan yang roganjosh curry (kari India). Gw lupa banget kalau efek kari India itu adalah panas di perut. Hihihihi, abis makan perut gw langsung bergejolak seru. Tapi gw ga nyesel. Yang kayak begini bener-bener nendang. Spicy nya berasa, bumbunya berasa banget. Dan topping nya pun yummy. Tidak mengecewakan. Samosa nya juga enak. Fillingnya banyak banget dan sausnya pun pas enaknya.

Definitely bakal balik lagi ke sini. Tapi kayaknya kalau balik lagi, mau tingkat kepedasan yang medium sajah.. ๐Ÿ˜†

Nanny’s Pavillon

Hari terakhir di Bandung tadinya mau lunch di Patio. Tapi pas kesana ternyata belum buka ๐Ÿ™ . Akhirnya karena terkejar waktu kita makan di Nanny’s Pavillon yang ada di jalan yang sama. Nanny’s Pavillon ini sebetulnya pertama kali buka di Bandung. Baru merambah buka cabang di Jakarta. Aku sama si mas sendiri sudah pernah nyobain Nanny’s Pavillon yang di Jakarta baik yang di Citi Walk sama yang di Pacific Place.

Lucunya ya di setiap restorannya. Nanny’s Pavillon selalu memberikan tema yang berbeda terhadap interiornya. Yang di Citywalk itu temanya Library. Yang di Pacific Place temanya bathroom dan yang di Bandung temanya Garden. Dapat banget sih kesan interiornya yang shabby chic gitu. Pelayannya pun seragamnya lucu. Cuman buat gw personally agak-agak overdressed terutama pelayan yang cowo. Bayangin aja, udah pake suspender, dasi pake topi fedora pula. Hey, that’s too much for me.. Keliatan gak sigap dan gak praktis aja.. :LOL:

Kita pesannya Fried Buttermilk Mushroom (22k IDR), Nanny’s Salad (25k IDR), Cheese Steak Sandwich (32k IDR), Mom’s Green Spaghetti (34k IDR), Auntie’s Sausage Baked Rice (34k IDR), Carbonara Fettucini (34k IDR) dan Stuart Shrimp Spaghetti (55k IDR).

Baked Rice nya enak banget. Walau porsi wise agak kurang banyak buat si mas.ย Untuk pastanya enak, terutama yang Mom’s Green Spaghetti. Unik banget pake pesto dari basil. Cuman mereka masak pastanya sudah lewat dari al dente. Cheese Steak Sandwich nya enak banget buat gw. Daging nya tebal, kejunya berasa. Highlight of the day deh. Sayang kita sudah terlalu kenyang untuk cobain pancake nya.

Untuk yang mushroom, pasta sama baked rice datangnya cepet banget. Tapi yaah, yang salad sama Dad’s Fries (lupa judulnya, yang jelas french fries siram saus bolognaise and keju) itu lamanya ampuun deh. Lamanya itu adalah semuanya sudah selesai makan, tapi itu makanan belum keluar juga. Bete setengah mati gw. Asal tau aja, kejadian kayak gini pernah juga dialamin waktu di City Walk. Mengecewakan, apa memang standar pelayanannya begitu ya. Masa yang harusnya jadi appetizer malah datang belakangan. Kan gak masuk akal.

Akhirnya aku minta cancel saja. Bodo amat walau sudah jadi. Wong yang lain sudah selesai. Siapa suruh masaknya lama. It’s only french fries gituuu.. Oh well, walau sedikit mengecewakan tapi yang penting Aghnan’s having a great time there. That’s all matter for me.. ๐Ÿ˜€