West Sumatra Part 2: Kereta Api Wisata, Kota Tambang Sawahlunto dan Sate Mak Syukur

Hari ketiga di Bukittinggi dan kita menuju stasiun Padang Panjang. Uhm.. ke stasiun kereta api? Ngapain? Hehehe.. ide briliannya si papa nih, kita mau naik kereta wisata ke kota Sawahlunto. Kereta wisata ini hanya berjalan pada hari Minggu saja (secara rutin). Kebetulan pas hari Minggu, jadi kita mau nyobain ah naik Kereta Api di Sumatra. Kereta wisata ini akan berjalan menyusuri Danau Singkarak. Jadi kita dapat melihat keindahan Danau Singkarak selama perjalanan.

Biaya naik kereta wisata ini 60k IDR bolak balik untuk kelas yang biasa. Tapi karena kita kehabisan tiket, jadi si papa beli tiket untuk gerbong VIP. Harganya sih 100k IDR pulang pergi. Cuman karena kita hanya pengen sekali jalan, jadinya kita bayar 50k IDR saja. Lama perjalanan dari Padang Panjang ke Sawahlunto itu 3 jam, sedang kalau naik mobil bisa ditempuh dalam waktu 1.5 jam. Hihihi, daripada bolak balik 6 jam, mendingan pas balik ke Padang Panjang kita naik mobil aja. Untung pak supir mau menjemput kita di Sawahlunto.. ๐Ÿ˜Ž

Tadinya aku kecewa, soalnya ko kayak kereta api biasa, tapi begitu masuk gerbong yang VIP langsung bengong. Ternyata gerbong VIP itu bekas gerbong kereta kepresidenan. Oldies ala wild wild west. Tapi kereen. Apalagi dengar ceritanya pak masinis, katanya dulu Bung Hatta suka naik gerbong kereta ini. Aaah super cool!!

Kompartemen Kepresidenan

Seru juga naik itu kereta, walaupun jalannya suka ajrut-ajrutan.. Halah.. Paling suka sih waktu ngelewatin Danau Singkarak. Bok, lebih gede dibanding Danau Maninjau yhaa.. Tapi sama-sama gorgeous.. Me like it..

Danau Singkarak

Tapi setelah lewat Singkarak, perjalanan masih jauh. Akhirnya aku ketiduran deh di kereta api itu. Untung ada sofa yang panjang, jadi bobonya bisa bisa selonjoran. Pas kebangun, eeh udah sampai di Sawahlunto. Satu kata aja.. PANASH.. Huehuehuehue.. Ya abis gimanaa.. Biasa kedinginan di Bukittinggi.

Pas sampai stasiun Sawahlunto, aku langsung terpesona dengan Kereta Api ‘Mak Itam’ yang sudah siap berangkat. Kereta Api ‘Mak Itam’ adalah kereta api uap jadul yang dibuat tahun 1920. Dulu sih dipakai sebagai pengangkut batu bara dari tambang batu bara di Sawahlunto. Tapi karena sudah tidak dipakai kereta api itu dipindahkan ke Ambarawa. Sempat tidak bisa beroperasi sama sekali karena sudah umur , sampai akhirnya PT KAI memanggil seorang expert dari Belanda untuk menghidupkan kembali Kereta Api Uap jadul ini.

Kereta Api 'Mak Itam'

Setelah Mak Itam dapat berjalan lagi, PT KAI mengembalikan Mak Itam ke kampung halamannya di di Sawahlunto. Dan sekarang Mak Itam menjadi daya tarik tersendiri buat kota Sawahlunto. ๐Ÿ™‚ Beroperasinya Mak Itam sama seperti kereta api wisata, yakni setiap hari Minggu dengan jalur Sawahlunto-Muara Kalaban pp.ย  Harga tiketnya sendiri 20k IDR saja / orang. Aku dan keluarga tentunya tidak mensia-siakan kesempatan ini deh. Ikutan doong nyobain kereta api ‘Mak Itam’. ๐Ÿ˜‰

Di stasiun Sawahlunto juga terdapat Museum Kereta Api Sawahlunto, yang suprisingly very nice buat ukuran museum yang ada di kota kecil di Sumatra. Museum ini (sesuai dengan namanya) menceritakan sejarah kereta api ‘Mak Itam’. Must visit kalau ke Sawahlunto.. ๐Ÿ™‚

Museum Kereta Api Sawahlunto

Selesai dengan acara naik kereta api, aku sekeluarga menyempatkan diri untuk keliling kota Sawahlunto. Kita lihat bekas tambang batu bara yang sudah tidak terpakai lagi. Dan kalau diperhatikan, di Sawahlunto ini ada beberapa bangunan peninggalan Belanda yang dijadikan gedung pemerintahan atau kantor untuk umum. Wajar sih, secara dulu kan tambang batu bara di Sawahlunto sendiri menjadi daya tarik buat wong Londo.

kota tambang Sawahlunto

Puas keliling Sawahlunto, kita sudah kelaparan. Karena sudah kepengen banget makan Sate Mak Syukur (SMS) akhirnya langsung deh kebut mobil menuju Padang Panjang. Emang agak aneh sih, Sate Padang itu kan khas dari Pariaman ya, tapi ini malah yang terkenal Sate Padang Mak Syukurย  yang terletak di Padang Panjang.

SMS sendiri selalu penuuh dikunjungi orang-orang. Dan kalau pas siang gitu pasti susah deh cari parkirnya.. ๐Ÿ™‚ Karena kita kesana udah agak sore, jadi agak harap-harap cemas deh kebagian atau gak sate nya. Alhamdulillah.. masih adaaa… Uhuuuyyy… Ini dia penampakan SMS nan mak nyuuus itu.

Sate Padang Mak Syukur

Hueee.. ayoo syapa yang ngiler ngeliat gambarnya? Wekekekeke.. Me like it so much. Bumbunya berasa banget. Satenya besar-besar. Pokoknya manstaaaabb. Karena kelaparan, aku sampai minta nambah sate nya. Oiya satu porsinya itu 15k IDR. Yummm… Duh, jadi kepengen lagi niiih…

..to be continued..

West Sumatra Part 1 : Danau Maninjau, Itiak Lado Mudo dan Bukittinggi

Setelah mengalami delay pesawat selama lebih dari 1 jam (AirAsia,plis deh.. ๐Ÿ™ )akhirnya kita sampai juga di Padang. Kita sudah di jemput Papa dan Uda Jul, supir kantor. Iya, si papa sudah duluan ke Padang, soalnya hari Rabu sebelumnya ada rapat di kantor cabang Padang. Kita langsung menuju Bukittinggi yang lama perjalanannya kurang lebih 1-1,5 jam.

Di Bukittinggi kita rencananya menginap di hotel The Hills. Dulunya Novotel Bukittinggi. Cuman, karena ganti kepemilikan, nama hotelnya berubah menjadi The Hills. Hotelnya sih suppose to be the best one in Bukittinggi. Tapi ya menurut aku sih, karena kurang terawat jadi terlihat biasa aja. Hehehehe.. But I love the interior desain hotelnya. Maroccon style gitu, yang begitu masuk kayak berasa di film Ayat-Ayat Cinta. Wekekekekeke..ย  Dan hebatnya lagi ini hotel tidak menggunakan AC di area hotelnya (kecuali di kamar, di kamarnya tetap ada AC, but I prefer to shut down the AC). Yah abis gimana, Bukittinggi dinginnya ambooy deh..ย  ๐Ÿ˜Ž

The Hills Bukittinggi

Sesampainya di The Hills, aku sama mas langsung masuk kamar dan tepar deh sampai besok paginya. ๐Ÿ™‚

Besok paginya, aku penasaran dengan pemandangan di luar kamar. Aku langsung buka jendela kamar, and I saw Mount Merapi in front of me dan kota Bukittinggi yang masih diselimuti kabut. Simply gorgeous!! Baru deh berasa vacation beneran.. ๐Ÿ˜ฎ

Si papa mama ternyata udah jalan sampai pasar atas dan beliin kita pical ayang. Kayak pecel gitu sih but Padang Style. Campuran ketupat, mie kuning, kol, telur ayam dan kerupuk merah yang disiram bumbu kacang. Rasanya yummmโ€ฆ ๐Ÿ™‚ Hehehehe, kayaknya enak kalau dimakan di tempat yak. Mau kesana ah besok pagi..

View from our balcony; Pical Ayang

Selesai breakfast, kita langsung menuju Danau Maninjau. Baru sadar selama perjalanan ke Danau Maninjau, Sumatra Barat itu hutannya masih rimbun dan terjaga banget yhaa. Senang deh melihat hamparan sawahย  dan hutan yang hijau. Pemandangannya sih baguus tapi jalannya ke Danau Maninjau, makin lama makin berkelok-kelok tajam. Edan banget deh.. Apalagi 8 km menuju Danau Maninjau, kita harus melewat 44 kelokan yang tajam. Onde mandeeโ€ฆ Gak bisa di sambi sambil baca buku or nonton di iPod, dijamin kepala langsung tweweweng..

Oh iya, di antara kelokan 5-7 kalau diperhatikan di pinggir jalan, ada sekawanan monyet-monyet liar nan jinak.ย  Kalau kata Uda Jul sih, monyet-monyet itu memang tinggal di hutan di daerah situ. Waaa lucu sekali. Si mama pas ada kacang, yang akhirnya kita kasih ke monyet-monyet itu. Seneng deh, jinak dan gak ngelunjak (baca:lompat masuk ke mobil ๐Ÿ˜‰ ).

Sampai di Danau Maninjau nya.. Kita berhenti sebentar untuk minum dan lihat-lihat pemandangan. Gorgeous yaaa.. Rasanya tuh damaiii bangeet. Di tempat kita stop juga ada tambak ikan di bawahnya. Yaolo bok, itu ikan gede-gede bangeet. Ada ikan lele juga yang ukurannya segede paha gw kali.. Ehehehehe. Sayang banget kalau aku perhatikan gak banyak turis main kesini. Padahal potensi wisatanya ada banget looh.

Danau Maninjau

Puas mencari inspirasi di Danau Maninjau, kita langsung berangkat untuk cari makan siang. Tujuan utama adalah Itiak Lado Mudo yang lokasinya ada di bawah lembah Ngarai. Tempat makanannya sederhana banget, tapi jangan salah. Makanannya uenaaakk tenaann. Itiak Lado Mudo nya mak nyuuuss buangeet. Gurih, pedas dan bikin nagih. Itik/bebek nya pun gak alot. Empuk-empuk gitu. Kita datang sekitar jam 1. Dan gak lama setelah kita datang, Itiak Lado Mudo nya sudah habis. Weks, laku banget yhaa. Disini Itiak Lado Mudo nya bisa dibungkus juga loh.. Tapi entah ya, pengalaman nyobain Itiak Lado Mudo di tempat dibanding sama yang dibungkus, rasa pedasnya lebih nampol kalau kita bawa pulang loh. Uhm.. mungkin karena bumbunya jadi menyerap banget yhaa.. ๐Ÿ˜›

Itiak Lado Mudo

Puas makan Itiak Lado Mudo, kita langsung menuju Ngarai Sianok. Aku, mas dan Anggoro langsung menuju menara pandang dan foto-foto dari atas. Kereeenn.. Abis itu, pengennya sih ke Lubang Jepang. Tapi karena perut masih begah kekenyangan, akhirnya kita memutuskan untuk mampir benteng Fort De Kock.

Ngarai Sianok

I wore : ZARA Cardigan, Coconut Island T-Shirt, Fossil Bag, F21 Jeans, Wondershoe Sandal, iWear Sunglasses

I wore : ZARA Cardigan, Coconut Island T-Shirt, Fossil Bag, F21 Jeans, Wondershoe Sandal, iWear Sunglasses; Hubby Wore : unkl T-Shirt, (X).S.M.L Jeans, Puma shoes

Ternyata benteng Fort De Kock itu nyambung dengan kebun binatang Bukittinggi yhaa.. Ada jembatan yang menghubungkannya. Bentengnya sendiri sih mengecewakan. Soalnya terlihat bukan bangunan sebenarnya. Dibangun tahun 1820, dan bangunannya sama sekali tidak terlihat dibangun pada tahun itu. Memang sih ada beberapa meriam asli peninggalannya, but thatโ€™s it. Nothing spesial. Akhirnya kita lihat-lihat kebun binatangnya, yang ternyata sama mengecewakannya.

Fort De Kock

Serius yaa, terlihat kurang terawat, dan yang mengenaskan lagi, ada kandangnya si Tapir (yang ditulis hewan yang dilindungi) itu kotornya setengah mati. Huhuhuhu, aku mau mewek.. Apalagi si Tapir terlihat tidak berdaya. Huaaaaaโ€ฆ Pengen gw mandiin, gw kasih makan yang banyak, gw bersihin kandangnya dan gw sayang-sayang.. Gw gak tega kalo ngelihat binatang kurang dirawat kayak gitu.. Bawaannya langsung menye.. ๐Ÿ˜ฅ

Kebun Binatang yang Mengenaskan..

Terus ada Harimau Sumatra nan ganteng itu jugaaa.. Tapi kondisinya sama. Badannya kurus bangett.. Huhuhuhuhuโ€ฆ Kasiaaan kamuuโ€ฆ Pengen aku bawa pulang, aku mandiin, kasih makan yang banyak biar genduuudd.. Abis itu, aku udah ilfil. Gak mau lihat binatang yang lain. Pasti ujung-ujungnya jadi makin meweekk. Aku emang paling gak bisa banget deh ngeliat binatang kayak gitu. Huhuhuhuhuโ€ฆ ๐Ÿ™

Ya sudah, selesai dari kebun binatang, kita langsung balik ke hotel untuk istirahat. Malamnya, kita dinner di restoran Simpang Raya di Jl. Raya Bukittinggi yang terkenal dengan Ayam Popnya yang enyaak..

Ayam Pop

Ada yang mau??? ๐Ÿ˜Ž

..to be continued..

Masih Belum Packing..

To lazy to start I guess.. Tapi payah juga nih, bukannya mulai isi koper, eh malah buka internet. Wehehehehehe.. Oiya, Harry Potter 6 semalam bagus. Walaupun ada yang bilang kurang seru dan sebagainya.. But then again, yang bilang HP6 gak seru itu orang yang sama yang bilang Transformers 2 seru buangeeett (kebalikannya dari gw yang bilang Transformers 2ย  itu biasa dan cenderung mengecewakan).. Weks.. Ya udah lah ya. Beda selera kalo gitu.

Tapi menurut aku sendiri, HP6 kemarin itu best movie of Harry Potter.. so far.. Suasana gloomy menyambut kebangkitan Lord Voldermort terasa banget. Tapi juga ada kisah cinta yang kocak banget. Dan jokes nya juga pas. Kemudian adegan klimaks nya juga heartbreaking banget buat gw. Kalo gak inget itu film nya Harry Potter yang happy ending nantinyaa, pasti udah mewek duluan.. Wekekekekeke.. ๐Ÿ˜€ Dan itu film bikin gw pengen baca Deathly Hollows sekali lagi.. ๐Ÿ™‚

Oh iya, waktu kapan ada yang tanya, “besok ke Padang berangkat jam berapa?“. Pesawatnya jam 15.40 naik Air Asia. Sore yak.. Kenapa ambil yang sore? Blame AirAsia deh!! Kemarin gw pesan tiket yang jam 09.00. Terus tiba-tiba ada perubahan jadwalnya AirAsia 2 bulan setelah gw beli tiketnya. Seriously, ini sepihak dari AirAsia. Jadi pesawat ke Padang itu yang tadinya ada 2 penerbangan, tiba-tiba dipotong secara sepihak menjadi 1 penerbangan saja. Kondisi yang menyebalkan bukan? Ya gimana gak menyebalkan, pas perubahan jadwal itu AirAsia susah abis di telpon. Terus karena kita udah keburu beli tiketnya, jadi kalau gak dipake ya hangus.. Pilihan yang menyebalkan ya. Mbok ya dikasih tawaran refund or something gitu ya? Ini gak loh.

Usut punya usut, ternyata AirAsia lagi mengadakan perombakan besar-besaran rutenya mereka. Mereka akan memotong beberapa jalur penerbangan dan fokus ke jalur penerbangan dengan potensi wisata yang gemuk. Jadi untuk jalur JKT-PDG-JKT per Agustus 2009 nanti sudah betul-betul tidak ada. Mereka akan fokus dengan jalur semacam SIN-YOG-SIN yang memudahkan turis asing dari Singapore or Malaysia untuk langsung mengunjungi kota-kota pariwisata di Indonesia tanpa harus transit di Jakarta. This is Good sih, tapi tetap saja kesal dengan penanganan mereka terhadap perubahan jadwal ini. Kan aturan bisa dikasih pilihan, masih mau ambil atau gak. Cupuuu!!!

Yah yang penting liburan nya jalan terus ๐Ÿ˜‰ . Dan semoga gak pake acara ngaret deh ya AirAsia .ย  ๐Ÿ˜Ž Ehehe.. kalau itu we’ll see deh..

[thumbnail image]

Long Weekend is Upon Us.. ;)

Yeaayyy.. It’s 1 day until our next vacation.. ^_^. Yes, long wiken sudah di depan mata. Ada rencana short vacation kemana nih semua? Aku, mas dan mi familia akan pergi ke Padang-Bukit Tinggi besok sore. Besok Jum’at cuti dan hari Selasa tanggal 21 nya cuti. ๐Ÿ˜Ž

Kita bakal stay lama di Bukit Tinggi, and aku excited bangeeett. Ngebayangin sejuknya hawa Bukit Tinggi, dan segambreng wisata kuliner yang akan kita kunjungin. Mak, alamat bisa naik lagi nih timbangan. Wekekekekeekekke.. Let see Nasi Kapau, Sate Padang Mak Syukur dan ini niiih yang utama bangeet Itik Lado Ijo. Yuummmmeeeehhh… ๐Ÿ˜€

Packing nya sih belom. Besok pagi aja deh,ย  pesawatnya rada sore juga berangkatnya. Soalnya kalau malam ini packing pasti tepar. Kan mau ber “Stupefy“, “Expelliarmus“, “Petrificus Totalus” sama Harry Potter ntar malam.. ๐Ÿ˜Žย  Terus mungkin mau lanjut dinner di Pizza e Birra lagi. Ya mas yaaa.. ๐Ÿ˜‰

Btw buat yang akan nonton Harry Potter hari ini, here is a glimpse of review about the movie that will excite u up:

To fuel the fire, I absolutely loved this movie. I’ve been a huge fan of this series all along, but this could be my new personal favorite. Something about it just seemed more polished and refined than ever before and they brought back some of the magic that was missing from some of the most recent movies. At the same time, however, it balances comedy, a darker story, great character development, and wonderful visuals in a way that I don’t think any Harry Potter movie has done before. Even the visual effects and especially the cinematography were vastly improved this time. Even at 153 minutes, I thoroughly enjoyed every moment.

Happy Long Weekend everyone!! ๐Ÿ˜ฎ

[thumbnail image]

Singapore ICBG Part 3: Time for Shopping and Sightseeing!!

Setelah 2 hari yang padat, akhirnyaa saatnya jalan-jalan dan shopping!! ๐Ÿ˜€ Dari pihak panitia sudah mengarrange tour untuk naik Singapore Flyer, Singapore River Cruise dan berakhir dengan lunch di restoran Korea di Takashimaya Orchard. Cukup excited soalnya aku sendiri belum pernahnaik Singapore Flyer dan Singapore River Cruise. ๐Ÿ˜€ Kita kumpul di lobby jam 9.40. Dan sekitar jam 10.00 bis sudah membawa kita ke Singapore Flyer.

Lokasinya Singapore Flyer sendiri sih dekat dengan hotel kita. Dan karena aku dan mbak Esti di bis yang pertama, jadinya sampai duluan deh di Singapore Flyer. Tiketnya sendiri sekitar 30 SGD untuk sekali ride. Approx, untuk sekali ride itu sekitar setengah jam an. Aku sih merasa Singapore Flyer itu cukup biasa aja sih. Gak ada bedanya dengan London Eye yang pernah aku naikin pada tahun 2005 dulu, soalnya konsep Singapore Flyer ini mencontek konsep London Eye.ย  Basically seperti bianglala besar, yang mana kita bisa melihat pemandangan yang cukup cihuy. ๐Ÿ™‚

at Singapore Flyer..

Selesai di Singapore Flyer, bapak tur guide udah buru-buru aja nyuruh kita untuk ke bis. Serius ya, ini bapak tur guide nya itu keburu-buru banget, tegang dan gak bisa rileks sama sekali. Kalau bahasanya mbak Esti, kayak kemrungsung.. ๐Ÿ˜† Mungkin dia merasa bertanggung jawab dengan jadwal yang ketat kali yaa.. ๐Ÿ™‚

Next stop is, Merlion Statue and Singapore River Cruise.. ๐Ÿ™‚ Lucu juga naik boat menyusuri sungai di Singapore. Never did that before. Hehehehe.. Pas udaranya pun lagi adem, walaupun pas akhir-akhir sinar matahari mulai mencorong masuk. Emang Singapore bersih banget yaa.. Kapan coba kali di Jakarta bisa dibuat kayak gitu. Tanpa takut ada yang ngapung-ngapung.. Huehehehehe… ๐Ÿ˜›

on Singapore River Cruise

Selesai di Singapore River Cruise, it’s time for lunch di Orchard!!! ๐Ÿ˜€ Kita makan di restoran all u can eat namanya Seoul Garden di Takashimaya 5th Floor.. ๐Ÿ™‚ Enaaak, dan cocok banget sambalnya. Yumm.. It’s like the best meal so far in Singapore. Ya iyalah, soalnya aku rada gak cocok sama makanan hotelnya. Breakfast pun banyak banget yang gak bisa dimakan karena mengandung babi. Lunch pun kombinasi buffet nya kurang cocok. Apalagi makanan mas closing dinner kemarin. Ok sih, macam five course dinner yang fancy. But seriously, the food combination (and the portion) sangat tidak ok. Over price buat ukuran hotel semahal itu yak. Membuatku sangat merindukan makanan Indonesia.. Huehehehehe.. ๐Ÿ™‚

Kenyang makan, mulai deh aku sama mbak Esti shopping. Ternyata even so-called Singapore Great Sale kita gak menemukan banyak barang ok buat dibeli. Tiap kali itung-itungan kurs, sama aja dengan harga di Jakarta. Mana itu satu Takashimaya pun isinya orang Indonesia semua.. ๐Ÿ˜† So, kayak berasa di Indo aja.. ๐Ÿ˜› So better aku belanja di Jakarta Great Sale aja deh daripada nyumbang devisa buat negara orang.. ๐Ÿ˜› Apalagi barang-barangnya pun sami mawon. Akhirnya aku cuman beliin buku buat hubby, buku GRE buat aku dan satu cardigan buat aku. Sisa oleh-olehnya kayanya mau beli coklat sama parfum saja di Changi. Hihihihi..ย  Parfumes for my mom , my dad and my mother in law (who is always texting me when I’m in Singapore.. ๐Ÿ™‚ )

Pulangnya ke Jakarta, pesawat delayed lagi (GARUDA, plis deh!!! Belajar tepat waktu napa?) . Tapi alhamdulillah perjalanan lancar sampai Jakarta. Sampai bandara sudah di jemput sama mama dan langsung jemput si mas pulang kantor. Aaaah.. kangennya akuu… ๐Ÿ™‚ There’s no place like home deh pokoknya. ๐Ÿ˜€