Q&A Smart Parents for Healthy Children Books

Lagi iseng beberes kamar trus nemu 2 buku Q&A Smart Parents di salah satu laci. Hehehe lupa kalau masih punya 2 buku Q&A ini. Dulu beli rada kalap di Pesat 12 Jakarta. Tapi abis itu main taro aja dan lupa taro dimana. Tadinya beli buat kado untuk sahabat/teman yang habis melahirkan. Berhubung kayaknya sahabat/teman terdekat sudah punya semua buku Q&A ini kayaknya mau dikasih buat pembaca blog ini saja deh. πŸ™‚

Apa spesialnya buku Q&A ini sih? Okeh, pertama buku ini disusun oleh dr. Purnamawati, SpaK. Beliau aktivis YOP, milis sehat dan sepanjang karirnya beliau mendedikasikan hidupnya untuk mengedukasi masyarakat tentang layanan kesehatan yang terbaik dan mengajak masyarakat untuk menjadi konsumen jasa kesehatan yang aktif. Pertama kali dikasih buku Q&A ini sama sahabat aku PitPit. Dan aku bersyukur banget karena semenjak baca buku Q&A ini aku jadi melek tentang yang namanya Rational Use of Medicine. Dari buku ini kita belajar bagaimana menghadapi common problems yang terjadi pada anak kita (seperti batuk pilek, muntaber, dll), kapan yang tepat kita harus ke dokter, bagimana kita bisa bijak mengkonsumsi antibiotik, keuntungan imunisasi simultan, asi eksklusif, mpasi, kejang demam, rational use of medicine, pengasuhan masa tumbuh-kembangΒ  dan lain sebagainya.
Continue reading

Mimpi Hamil..

Hokaaayy malam tadi kebangun gara-gara mimpi hamil lagi. Kemarin malam juga mimpi hamil lagi. Dan sahabat aku beberapa minggu yang lalu mimpiin aku hamil lagi. Weleeehh kok bisa bertubi-tubi begitu ya. Sesungguhnya gak pernah percaya kalau mimpi ada artinya. Tapiii kalau dua malam berturut-turut aku mimpi hamil terus jadi ngeri eike.

Hihihi bukan kenapa-napa sih. Pengen buangeeett punya anak lagi dan kasih adek buat Aghnan. Cumaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaannnnnnnnnnn (panjang ya cumannya), belum siap euy kalau sekarang. Soalnya Aghnan lagi menantang banget. Rasanya ingin perhatian tercurah full disaat Aghnan umur 2-3 tahun lagi. Jadi emang pengennya sih bikin adek buat Aghnan pas Aghnan umur 4 tahun. Jadi ya dua tahun lagi kali ya. Dan pengennya sih kasih adek cewek buat Aghnan.

Walau sesungguhnya aku percaya Allah tau yang terbaik buat kita. Kalau emang Allah bilang hamil sekarang, yo wis jadilah hamil. Siap gak siap pasti disyukuri. Jadi galau pagi-pagi, apa udah saatnya cari test pack? πŸ˜†

Denial..

Siapa yang pernah masuk ke dalam fase denial terhadap kondisi dirinya? Aku pernah dan beberapa kali sih. Dan menurut aku wajar. Kalau ada penolakan terhadap suatu kondisi yang kita kira jauh dari ideal. Tapi seberat apapun denial yang sedang kita hadapi, gak bagus kalau terus menerus di hindari. Karena kalau kita gak bisa menerima segala hal yang kita denialΒ  kita gak bisa menerima dan gak bisa mencari penyelesaian masalah tersebut.

Contoh kasus di bawah termasuk contoh kasus yang berat ya, soalnya gara-gara denial satu manusia yang repot satu kampung. Kita panggil saja namanya mbak R. Seumuran sama eike cuman dari dulu memang beda prioritas hidupnya. Singkat cerita mbak R ini hamil diluar nikah dan statusnya waktu itu masih jadi mahasiswi tingkat 2 di suatu universitas swasta. Denial tahap pertama adalah tidak mengakui dirinya hamil, dan tiap bulan masih berpura-pura minta pembalut sama kakak ceweknya. -.-“

Continue reading

Field Trip Ke Monas

Satu rahasia, yang bukan rahasia juga, adalah ayahnya Aghnan belum pernah masuk ke Monas. Well, dulu pas jaman Jakarta Fair masih di Monas sih ya main juga ke area ini, tapi sampai saat beberapa hari yang lalu belum pernah punya kesempatan untuk main-main ke puncak Monas. Maklum, saya gak sekolah di Jakarta, jadi ya wajar saja kalau darmawisata dulu tidak termasuk mengunjungi puncak Monas ini.

Jadi pas ada kesempatan dari sekolahnya Aghnan untuk ikutan field trip ke sana, Ayahnya ini langsung pengen ikut. Gak tahu apakah Aghnan juga sama excited-nya, meskipun pasti kalah sama minatnya tentang kereta api atau air mancur πŸ˜€

Akhirnya pas Jumat kemarin, Aghnan, ayah, dan mbaknya ikutan field trip ke Monas. Karena rumah kita dekat jadinya kita bawa kendaraan sendiri dan janjian ketemuan di sana. Ternyata yang ikutan dari sekolah tidak banyak, cuma dua anak lagi yang dua-duanya sudah cukup besar. Aghnan jadi yang paling kecil yang ikutan.

Continue reading

Pempek Palembang

Yang follow twitter aku pasti ngeh kalau gw dan si mas DOYAN banget sama Pempek Palembang. Udah paling juara kalau dikasih Pempek itu langsung bikin hati ayem. Padahal kita berdua gak ada turunan Palembang. Sampai saking doyannya itu cuko bisa kita sruput sampai tandas. Mungkin di kehidupan terdahulu gw orang Palembang kali ya.. πŸ˜†

Tiap minggu udah pasti mesti kudu mampir Pempek 161 (favorit kita). Menu andalan, pempek kapal selam buat si mas. Sama pempek lenggang buat aku. Tambahannya kalau lagi di 161 itu mesti pesen Mie Celor yang endeuus. Dan pulangnya bawa oleh oleh kerupuk ikan buat cemilan si bocah. πŸ˜† Si bocah pun doyan sama Pempek. Pernah kapan sarapan aku goreng lenggang, camur parutan wortel di adonan Lenggang sukses tandas sama dia.. πŸ˜†
Continue reading