Hijab Playdate The Urban Muslimah

Horee blog sudah up and running lagi. Pas banget dengan kerjaan yang sudah selesai, dan masa-masa hiatus ngeblog pun sudah berakhir (untuk sekarang). Mau cerita tentang cerita weekend kemaren ah. Berawal dari usulan gw di forum tutorial hijab di The Urban Muslimah, akhirnya beneran direalisasikan loh. Seneng banget, apalagi kan secara hijab masih newbie jadi kalau bisa belajar untuk berkreasi lebih keren mana nolak.

Yang ditodong jadi pembicara si neng Etha yang geulis banget. Cek blog nya ya, dan loe pasti akan ber waaaw sama tutorial-tutorial hijabnya dia. Tempatnya ditentuin di 71 Sandwich di Gunawarman. Berhubung tempatnya gak terlalu luas, jadinyaa tempatnya dibatasi buat 20 orang member TUMuslimah aja. Alhamdulillah responnya bagus, dan banyak yang mendaftar 🙂
Continue reading

Cotton Shawl Tutorial Part 1

Berhubung dari kemaren banyak yang nanyain dan minta soal tutorial hijab. Jadinya mau coba di share ya disini. Ini sesungguhnya gaya andalan kalau wiken. Soalnya wiken kan biasanya megang si bocah sendiri, jadi enak kalau pakai cotton shawl dan inner ninja. Soalnya lebih gak ribet dibanding kalau pakai hijab paris.

Kalau cotton shawl andalan aku merk si Kamiidea. Denger pertama kali dari forum hijab di TUMuslimah. Dan ternyata emang beneran enak banget. Inner dan shawl dari Kamiidea bahannya enak dan ademnya poll. Udah juara banget deh bikin kepala adem apalagi kalau cuaca di Jakarta lagi panas-panasnya. Apalagi kalau keringetan ngejar si bocah yang lagi hobi lari-larian, dengan cotton shawl keringat terserap lebih enak, jadi kita jadi nyaman deh.

Continue reading

Aghnan 20 Bulan

Yaay, kemarin Aghnan genap 20 bulan. Alhamdulillah, anak bunda makin besar ya. Sayang banget kemarin dia masih batpil yang sampai grok grok grok bunyinya. Sempet panas sih 2 hari yang lalu, tapi abis itu udah reda dan sisa batpil nya. Bener-bener ya musim pancaroba kayak gini virus itu dimana-mana. Sebeeeell… Untungnya anaknya tetap aktif dan ceria. Memang sempet lesu waktu panas, tapi begitu panasnya reda, udah aktif kayak kitiran. Walaupun batpil nya masih sisa.

Tiap hari sih pasti muntah. Tapi itu yg gw harapkan. Soalnya biar semua riak yang ganggu itu keluar semua. Dan emang betul, tiap muntah itu kayak semua riak-riak kental yang keluar semua. Pernah dia muntah sampai makan siang keluar semua. Untungnya abis muntah dia mau makan lagi baru bobo lebih enak. Untung masih ada persediaan ASIP di kulkas walau gak banyak. Kalau sakit begitu emang paling ampuh gempur dengan ASIP pagi-siang-malam. Yang mana jadi sedih kan kalau ingat 4 bulan lagi Aghnan udah genap 2 tahun. Saatnya mulai weaning.. Masih berharap bisa self weaning. Cuman aku belum ikhlas bok. Mungkin nanti pas dia 23 bulan harus mulai di ikhlaskan. 🙂
Continue reading

Tin Pan Alley

Kalau Pesto di postingan sebelumnya itu bicara restoran Italia, kalau Tin Pan Alley ini mungkin bisa di bilang American Style restoran. Tapi mirip Amerika di era 30an kali ya. Gatsby style gitu lah. Sebelumnya gw selalu wondering kenapa namanya Tin Pan Alley ya. Ternyata memang lokasinya itu masuk dari lorong yang gak terlalu besar baru membesar ke belakangnya. Oh iya, restoran ini juga letaknya di gedung Thamrin Nine di Jl. MH Thamrin.

Gak jauh-jauh dari modal diskon kok. Kalau Pesto beli voucher di disdus.com. Kalau Tin Pan Alley aku beli voucher di dealkeren.com. Manteb yaaa kalau modis itu 😆 Berhubung lunch date jadi aku agak lapar. Kita pesan Finger’ Lickin Chicken Wings (45k IDR) buat appetizer terus buat main course nya aku pesan Mushroom-Stuffed Chicken Breast with White Butter Sauce (69k IDR) dan si mas pesan Aloha Burger (59k IDR).
Continue reading