Review Clodi Charlie Banana

Yep, it’s another clodi review. Jangan bosan ya, soalnya aku lagi senang mengoleksi clodi lagi. Abisnya Aghnan udah pintar pup nya. Apalagi pas semenjak makan, pupnya lebih kayak odol. Sudah mulai padat. Hihi..

Ini salah satu clodi keluaran baru nih. Namanya Charlie Banana. Lucu ya bok namanya ๐Ÿ™‚ . Belinya di mamabebeshop.com . Tapi taunya ada clodi ini gara-gara aku iseng nanya sama sang punya online shop, ibu Meryl. Emang salah banget ya tanya-tanya clodi apa yang baru ke Meryl, langsung deh ditawarin Charlie Banana ini.

Kata bu Meryl, Charlie Banana ini satu pabrik dengan Fuzzi Bunz. Secara aku suka banget sama Fuzzi Bunz, jadinya gak pake pikir panjang langsung beli deh. Charlie Banana ini perusahaannya dari UK, tapi pabrik di China. Oleh karena itu harganya lebih miring daripada clodi impor lainnya. Harganya 200k IDR per clodi. Printbatau solid harganya sama aja. Dan Charlie Banana, seperti halnya Fuzzi Bunz hanya terdiri dari snap saja, tidak ada yang velcro.

Apa sih uniknya clodi Charlie Banana ini? Nah, bedanya dengam clodi lainnya, Charlie Banana ini punya 2 in 1 Reusable Diaper System. Jadi Charlie Banana, bisa dipakai dengan dua tipe insert. Yang disposable sama yang reusable.

Yang disposable ini akan sangat berguna untuk travelling dong. Aku sendiri kalau Aghnan jalan-jalan pasti selalu pakein dia dispo diapers, soalnya biar gampang kalau ganti popok. Kalau kotor ya tinggal buang. Kalau bawa clodi kan rempong bawa clodi dan insert nya yang udah kotor di dalam wet bag. Pastinya bikin bawaan makin repot.

Nah Charlie Banana kayanya menawarkan solusi untuk masalah diatas buat ibu-ibu pencinta clodi . Kalau travelling kita bisa pakai insert yang disposable nya Charlie Banana. Jadi kalau ganti, insertnya tinggal dibuang dan ganti insert baru. Hebatnya lagi, insert disposable nya Charlie Banana ini ramah lingkungan. Dapat terurai dalam waktu 15 hari. ๐Ÿ™‚

Sayangnya saking barunya ini produsen clodi, insert disposable nya blum turun produksi. Hehehe, jadi nyobain pake yang reusable insert yang biasa dulu deh.

Kalau soal cutting sama persis kaya Fuzzi Bunz, namun aku merasa ukurannya Charlie Banana sedikiit lebih kecil dibanding Fuzzi Bunz. Cuttingnya juga pas buat Aghnan. Daya serap nya bagaimana? Mantab aku bilang. Perdana di pakai langsung dipakai untuk pemakaian malam hari. Paginya, tidak tembus samsek. Jagoan juga ini clodi. ๐Ÿ™‚ Puas banget belinya, dan ga sabar nyobain yang disposable insert nya.. ๐Ÿ˜‰

Ada yang tertarik pengen nambah koleksi clodi nya? Charlie Banana recomended. Kalau mau beli, silahkan saja mampir ke mamabebeshop.com, soalnya kayanya baru disana yang jual Charlie Banana ๐Ÿ™‚


Review Clodi Knickernappies

Naksir clodi ini memang sudah lama. Apalagi melihat review di beberapa site yang bilang clodi ini termasuk yang ok daya serapnya. Baru niat mau beli, hehehe memang rejekinya si Aghnan ya, mbak Leli dari Ken Mom Shop tiba-tiba send message di fb dan nanyain lagi mau nyobain produk apa. Dia mau kasih gratis asal aku review di blog. Langsung dong menyambut tawaran gratisan itu. Hehehe, maklum, banci gratisan banget gw ๐Ÿ˜† . Aku langsung bilang kalau KND (Knickernappies) masih ada aku mau dong.

Gak pake lama besoknya paketnya langsung sampai di rumah. Alhamdulillah dapatnya yang warna Turquoise. Yang aku taksir dari awal lihat KND. Kesan pertama yang aku lihat di KND adalah ternyata KND itu gak sebulky yang aku bayangin. Bahkan mungkin lebih bulky Bum Genius menurut aku. Humm, mungkim karena modelnya yang snap di samping ya. ๐Ÿ™‚

Satu paket KND terdiri dari satu clodi dan 2 insert Loopy Do. Innernya KND sendiri terbuat dari bahan polyester non-pill fleece. Dan outernya terdiri dari laminated polyester (PUL). Loopy Do ini terdiri dari 2 lapis insert microfiber. Sebetulnya sama saja dengan 2 insert jadi satu. Mungkin karena itu lah daya serapnya Loopy Do terkenal ok. Well, harus dibuktikan segera dong.

Sayang banget cuaca di Jakarta lagi hobi mendung dan hujan, jadi clodi KND lama keringnya. Soalnya kan clodi baru kudu dicuci 3 kali dulu biar daya serapnya ok. Padahal udah gatel pengen nyobain dan review di blog.

Begitu sudah 3 kali cuci dan kering, gak tanggung-tanggung langsung aku pakai buat pemakaian malam hari. Hihihihihi.. Waktu pertama kali makein ke Aghnan agak canggung dikit sih, soalnya yang biasa set ukuran pinggang di depan perut, ini karena snap samping jadi agak ribet sendiri. Lebih ribetnya karena tiap mau ngancingin yang kiri misalnya Aghnannya malah belok badan ke kanan *lap keringat*. Vice versa. Tapi pas pemakaian yang kedua, aku sudah lebih lancar pakainya ๐Ÿ™‚ Setelah dipakaikan ke Aghnan, senangnya clodi itu tidak terlihat bulky sama sekali. Perfectly fit menurut gw.

Bagaimana daya tembusnya? Menurut gw Loopy Do ini emang juara banget deh. Dipakai dari jam 9 malam sampai jam 6 pagi gak tembus sama sekali ๐Ÿ™‚ . Pas di cek paginya, lapisan innernya pun masih terasa kering, pantes Aghnannya gak rewel. Padahal cuman pakai 1 Loopy Do. Hohoho kualitasnya berarti sama dengan Blueberry Minky namun KND memiliki cutting yang less bulky dan dengan harga yang slightly cheaper daripada Blueberry Minky ๐Ÿ˜† .

Kalau ditanya minusnya apa clodi ini, mungkin adalah harganya yang relatif mahal dan pilihan warnanya yang agak terlalu standar (gak ada yang bermotif, padahal gw selalu suka clodi bermotif hihihi). Tapi walau begitu yang jelas gw happy pakai KND ini, Aghnan pun nyaman dan senang pakai clodi ini. Berarti KND recomended lah yaa ๐Ÿ™‚ Thanks again ya mbak Leli.

Oh iya, buat yang tertarik give away kayak gini bisa contact mbak Leli langsung di email cs@kenmomshop.com . Atau kalau yang butuh online shop buat anak yang lumayan lengkap bisa mampir ke kenmomshop.com Pelayanannya cepat, praktis dan harga bersaing ๐Ÿ™‚ *bantu promosi dong*

About Deceptively Delicious

Okay.. Gw janji ini postingan terakhir malam ini. Bistu harus bobo dan bangun pagi. Minggu lalu aku pergi ke Kinokuniya Plaza Senayan. Maksud hati ingin cari bukunya Annabel Karmel yang Top 100 Finger Foods eh kok malah nyangkut dan end up beli buku Deceptively Delicious ini. Pernah baca reviewnya di TUM sebelumnya. Cuman karena bacanya sekilas gak mudeng banget kerennya apa ini buku. Yang jelas feeling gw ini bukunya kayanya another must have.

Gw suka tampilan bukunya yang colourfull dan banyak ikon-ikon gambar petunjuknya. Dan yang jelas, tata bahasanya bikin kita enak bacanya walaupun dalam bahasa Inggris.

Pas mulai dibaca, baru ngeh kalau Jessica Seinfeld yang ngarang buku ini ternyata istri dari Jerry Seinfeld. Ternyata Jessica ini punya 3 orang anak dan memasak sendiri makanan untuk anak2nya. Kalau pengalamannya si Jessica, dia cukup kewalahan menghadapi anak pertama nya yang lumayan picky eater dan kurang suka sama sayuran. Jessica belajar bagaimana mensiasati agar anak dia bisa makan sayuran tanpa harus melewati masa-masa berantem sama dia. Dan di dalam buku inilah dia share segala tips and triknya.

Masuk ke bagian awal-awal bukunya bicara tentang bagaimana membuat berbagai macam puree. Peralatan yang dibutuhkan. Cara menyimpan dan membekukan Puree. Okay, I’m kinda lost pas di bagian ini. Gw mikirnya emang anak toddler masih makan puree. Terus berlanjut bicara tentang nutrisi yang dibutuhkan oleh anak-anak kita. Yang mengisi bagian ini adalah seorang nutritionist yang namanya Joy.

Nah pas masuk ke dalam resep-resepnya aku baruu ngeh. Jadi triknya si Jessica menghadapi anaknya yang kurang suka makan sayur adalah dengan menyisipkan sayuran ke dalam makanan favorit anak-anaknya adalah dengan menggunakan puree sayuran dan buah ke dalam resepnya. Wiii, this is simply genius. Anak jadi makan sayur dan buah setiap hari tanpa mereka tau kalau mereka makan sayur dan buah. ย Ini diberlakukan oleh Jessica buat breakfast, main course even dessert.

Keren banget gak sih. Kebayang gak, kayak misalnya bikin French Toast tapi dalam adonannya French Toast dimasukin Puree Butternut Squash. Terus bikin Burger yang adonan burgernya dimasukin puree wortel. Atau bikin Chocolate Cupcakes yang didalamnya disisipin puree Alpukat dan Kembang Kol. Anak akan senang dengan masakan kita dan kita pun tenang bahwa nutrisi yang dibutuhkan si anak tercukupi ย dan seimbang.

Sebetulnya buku ini sih belum gw butuhin buat sekarang. Yaa secara Aghnan masih baru aja mau mulai MPASI ๐Ÿ˜† ย . Tapi beberapa resepnya kayanya bisa dibuat menjadi finger foodsnya Aghnan. Efektif mungkin terpakai semua resepnya kalau Aghnan sudah makan solid food full ya. Tapi yang jelas, sedikit lega kalau segambreng peralatan untuk membuat puree yang sekarang gw beli ternyata bisa berumur lebih panjang lagi. Hihihihihi… ๐Ÿ™‚

Oh ya, pas google di Internet, ternyata Jessica Oktober besok akan mengeluarkan lanjutan dari Deceptively Delicious ini. Judulnya Double Delicious. Ah gak sabar pengen baca dan lihat deh. Semoga masuk ke Indo nya cepet yaa. ๐Ÿ™‚

Yummy Zenbu

Sebetulnya ini restoran sudah lama buka di Senopati, tapi baru ย buka cabang barunya di Plaza Indonesia Extension. Letaknya sih tepat di sebelahnya Canteen dan satu lantai dengan Foood Kulture. Berhubung Aghnan sudah lolos alergi Dairy Products dan Telur, next yang pengen aku cobain adalah Salmon. Dan sudah terbayang di pelupuk mata gw betapa enaknya salmon sashimi ituu. Book, setelah hampir 15 bulan kali ya puasa salmon sashimi. Jadi maklum saja kalau air liur sudah tidak tertahankan lagi.

Tadinya mau ke Sushi Tei, tapi seperti biasa, aku kan banci restoran baru. Melihat Zenbu masih sepi (kayaknya enak buat pacaran sama si mas) akhirnya mampir deh kita. Order lumayan banyak secara kita kalap. Let see.. Buat starter pesan Okonomiyaki (28k IDR), Cheese Tofu (23k IDR). Main Coursenya si mas pesan Zenbu Mozaru (45k IDR) dan aku pesan Burger Teriyaki Reguler (40k IDR). Dan untuk sushi nya pesan salmon sashimi (35k IDR) dan Pacific Roll yang Junior Dish (30k IDR). Semua yang kita pesan itu yang ditandai favoritnya Zenbu.

Lucunya restoran ini, semua menunya jelas ditulis mengandung berapa kkal. Hehehe pas banget buat yang sedang diet. Karena aku masih jauh dari diet jadi bagian kkal nya tak tutupin. *tutupmukagakmautau* :LOL: . Kesan restorannya itu sangat-sangat lapang dan bersih. Pelayannya juga ramah-ramah. Efek baru buka juga kali ya.. ๐Ÿ™‚

Buat starternya kita kasih jempol buat Cheese Tofu. Keju mah selalu enak yaa.. Tapi ini komposisi keju, tahu dan tobikko nya pas. Dan entah mereka kasih saus apalagi yang bikin enak. Okonomiyaki nya juga enak. Alhamdulillah porsinya tidak sebesar yang dibayangkan, jadi pas banget buat starter.ย Kasih jempol juga buat salmon sashimi nya yang sangat-sangat fresh dan berasa banget salmonnya. Pacific roll nya juga enak bangeet. Luv it..

Burger Teriyaki nya juga ok. Tapi yang juara adalah Zenbu Mozaru nya. Mozaru itu spesialisasinya Zenbu. Bahkan tagline mereka adalah Zenbu, House of Mozaru. ย Mozaru itu adalah nasi panggang khas mereka yang dilapisi saus ย dan keju mozarella. Zenbu Mozaru ini isinya ada Udang, Ayam dan daging sapi.ย Sausnya pun ada pilihannya. Yang Tomato, Butter dan Dynamite. Kita pilih yang dynamite dan maknyuus bangeeet saosnyaa.. Dan surprisingly gak bikin eneg. Huuuu akuu mauuw lagiiii.. Nom..nom..nom..

Yang jelas, bakal balik lagi kesini. Menurut gw dan mas, buat makanan yang enak dan tempat yang nyaman kayak gitu. Harganya masih sangat-sangat reasonable dan bersahabat. Looking forward buat lunch sama ibu-ibu kantor disana.. Yuuk mari yuuuk.. ๐Ÿ™‚

Ninety Nine

Jumat dua minggu yang lalu, aku dan mas memutuskan untuk buka di luar after hour. Hehehe biasa, another date night. Bersyukur walau udah ada Aghnan, aku sama mas masih bisa maintain quality time berdua. Thanks to nyokap yang selalu siap dititipin dan mbak nya Aghnan yang super reliable. Tadinya mau ke Pasta de Waraku tapi begitu lewat restoran Ninety Nine jadi pengen mampir.

Ini restoran masih satu ownership dengan Ranch Market. Letaknya pun tetanggaan dengan Ranch Market Grand Indonesia. Waktu wiken pasti restoran ini selalu penuh. Tapi karena kita kesana weekdays dan pas bulan puasa jadi agak lenggang. Kalau gak biasanya mau makan aja mesti waiting list dulu.

Tempatnya menarik ya. Ada dua bagian. Yang diluar dan di dalam. Yang di luar modelnya open space, jd bisa lihat lantai diatasnya. Kemudian yang diluar nuansanya kaya makan di taman gitu. Ada ornamen gazebo dan tanaman rambat di beberapa titik di restoran. Kemudian kursi-kursinya pun seperti kursi rotan di taman gitu. Kalau yang di dalam agak berbeda, lebih terlihat formal dan remang-remang.

Kesannya sih emang agak-agak lux ya. Apalagi lihat beberapa pelanggan yang sedang makan disitu. Well, I judged them from their bags and shoes. Cukup lah ya menilai kira-kira kaum menengah atau kaum jet set nya Jakarta. :p Sedikit menyesal masuk restoran itu, serasa kena jebakan batman, apalagi lihat price list nya. T_T Tapi ya sudahlah, kita coba cari menu-menu yang masih affordable di kita.

Aku pesan spaghetti carbonara (68k IDR) sedang si mas pesan Nasi Ayam Hainam Panggang (58k IDR). Aku sendiri dari kemarin emang lagi ketagihan spaghetti carbonara. Apalagi dalam rangka ngegenjot Aghnan biar ga alergian lagi sama dairy products. Jadi ya pakai asas nakal sedikit-sedikit biar kebal lama-lama. Yah, kebetulan dairy products gak bikin Aghnan sampai batuk pilek, jadi hajaaaarr.. :p

Untuk pembukanya sendiri kita pesan mushroom soup (36k IDR). Dan request buat datang pada saat menjelang Maghrib. Okelah ya so far. Tajil gratis sayanganya gak dikasih disini. Tapi ada buffet tajil all you can eat seharga 30k IDR ++ . Hhrrrr males dan ilpil. Buka pakai es teh manis aja deh.

Menjelang buka minuman sudah ready, dan pas buka mushroom soup nya sudah datang. Piringnya panas banget, tapi soup nya gak segitu panasnya. Aaah sudah ketebak, ini soup ditaro di piring terus masuk microwave. Rasanya sendiri gimana? Menurut aku agak-agak horrible. Berasa anta dan gak yummy. Blah.. Mengecewakan. Udah harap-harap cemas jangan-jangan main course nya juga seperti itu..

Tapi alhamdulillah gak mengecewakan. Mari cerita satu-satu. Harga nya mahal tapi porsinya mantaaabb. Itu spaghetti carbonara dengan porsi besar. Mereka lucu ya, daging sama sayur bayam rebusnya dipisah dari spaghetti nya. Spaghettinya sendiri sudah tercampur dengan saus carbonara. Jadi aku campur sendiri deh. Rasanya? Yummyyy… Saus carbonaranya mantab dan daging sapi nya juga gurih. Love it.

Nasi hainamnya juga porsinya besaar. Itu mangkok besar isi nasi semua. Ayamnya juga enak dan kuahnya segar. Tidak mengecewakan lah ya. Walau aku masih berpendapat kalau harganya overpriced.

Overall, another nice dinning experiment. Tapi gak segitu eagernya buat balik lagi kesana lagi siih.. :p