Hari kedua dan kita langsung berangkat pagi-pagi menuju South Dakota dari Denver, Colorado. Kita melewati Wyoming sebelum belok ke South Dakota. Sepanjang perjalanan kita lihat hamparan ladang pertanian luas tentunya dengan sapi-sapi yang lagi asik mengunyah rumput. Gak ada gunung atau bukit, mungkin karena itulah mereka bilang daerah itu The Great Plains. Dan lumayan sepi juga. Maksudnya, di depan dan di belakang itu ya kosong jalanan. Jarang lihat mobil. Ngeri juga ya kalau nyetir sendirian. Pokoknya suasananya country banget. Emang pas sambil dengerin lagu-lagu country. Wkwkwkwk..
Total perjalanan itu kurang lebih 4.5 jam ke Crazy Horse, South Dakota dan kita sempat stop di salah satu rest area di Wyoming. Pas cuaca lagi cerah, dan langitnya juga bagus banget. Marilah kita foto-foto dulu.
Perjalanan dilanjutkan dengan agak-agak seru. Karena Aghnan muntah beberapa kali di bus. Pengaruh masih gak enak badan sehari sebelumnya kali ya. Pokoknya horor lah kalau lagi travelling anak sakit itu. Untungnya sih masih mau minum dan makan. Dan yang penting anaknya masih happy-happy aja naik bus 🙂 Ada dua obyek wisata yang akan dikunjungi di South Dakota. Yang pertama adalah Memorial Crazy Horse dan yang kedua adalah Mount Rushmore.
Crazy Horse
Mungkin pada familiar dengan cerita tentara Amerika vs Indian di daerah barat ya. Dan salah satu yang terkenal itu adalah Battle of the Big Horn. Yang mana pada pertempuran itu dimenangkan oleh kaum Indian yang dipimpin salah satunya sama si Crazy Horse ini. Untuk kaum Indian ini si Crazy Horse salah satu pemimpin mereka yang hebat. Karena itu mereka ingin mendirikan memorial untuk mengenang kesuksesan Crazy Horse pada pertempuran Big Horn itu.
Yang membangun Crazy Horse ini sempat jadi pemahat juga dalam membangun Mount Rushmore. Kemudian untuk proyek Crazy Horse ini dia mulai dari scratch dan awalnya mengandalkan biaya sendiri. Berhubung sumber dana nya privat dan terbatas jadi sampai sekarang baru jadi bagian kepala nya aja. Mirip ceritanya Garuda Wisnu Kencana di Bali ya. Cuman bedanya ini dari gunung beneran kemudian di pahat jadi patung.
Rencananya sih bentuk keseluruhan monumennya seperti ini. Kalau udah jadi beneran pasti keren ya. 🙂
Kita sempat makan siang disitu. Dan berkeliling ke museumnya. Kebetulan selain memorialnya disitu juga terdapat museum native american terbesar di US. Segala macam pernak pernik Indian dari berbagai macam suku pun ada. Dan disitu diceritain karena suku Indian itu percaya after life. Maka setiap habis perang pasti musuhnya dipotong kaki dan tangannya supaya musuhnya gak bisa “balas dendam” sama mereka di after life. Karena itu kali ya maka kaum Indian dibilang barbar, perlakuan mereka terhadap musuh mereka yang sudah meninggal dinilai tidak manusiawi dan kurang menghormati.
More pictures from Crazy Horse:
Mount Rushmore
Senang, akhirnya berhasil mengunjungi Mount Rushmore ini. Selalu kepengen banget kesini dari kecil dan alhamdulillah kesampaian juga 🙂 Mount Rushmore ini mungkin pionir nya mount carving di Amerika. Dan sesuatu yang pada jamannya tidak memungkinkan diciptakan tapi ternyata bisa diciptakan. FYI aja ya, jaman dulu teknologi terbatas ya bok, jadi buat memahat gunung betul-betul manual dan menggunakan bahan peledak yang butuh tingkat keakuratan yang baik. Pada saat pembuatannya Alhamdulillah tidak ada pekerja yang meninggal. Tapi dari semua orang yang bekerja membangun Mount Rushmore ini hanya tinggal satu orang yang masih hidup. Dan biasanya beliau masih suka beredar di kompleks Mount Rushmore ini.
Ketika memasuki kompleks ini kita disambut dengan barisan pilar-pilar yang berisi bendera-bendera seluruh state di Amerika.
Kemudian ketika sampai ujung barulah kita melihat Mount Rushmore yang tersohor. Ada 4 presiden Amerika yang diabadikan dalam monumen Mount Rushmore. Mereka adalah George Washington, Thomas Jefferson, Abraham Lincoln dan Theodore Roosevelt. Keempat presiden ini diabadikan karena berjasa secara krusial mengarahkan sejarah Amerika Serikat kearah yang lebih baik. George Washington adalah jendral Amerika Serikat yang berjasa menghantarkan AS ke dalam masa kemerdekaannya. Thomas Jefferson berjasa menuliskan sebagian besar dari declaration of independence nya Amerika Serikat. Abraham Lincoln berjasa membuka kemerdakaan untuk semua warga negara Amerika Serikat tanpa mengenal warna kulit. Dan Theodore Roosevelt berjasa melindungi semua national park di Amerika Serikat dengan membuat hukum untuk tetap menjaga kelestarian semua national park di Amerika Serikat tanpa campur tangan sedikit pun dari manusia. Kebayang kalau gak ada hukum yang dibuat Theodore Roosevelt, semua hutan-hutan di Amerika pasti habis ditebangin untuk industri.
Secara keseluruhan semua presiden Amerika Serikat yang aku juga kagumi, so I was in awee ngeliat monumen ini. Rencana aslinya Mount Rushmore ini dibangun setengah badan presiden. Tapi berhubung tahun 30an Amerika Serikat dilanda Great Depression jadi banyak proyek yang biayanya terpotong. Termasuk Mount Rushmore ini. Jadinya mereka hanya membangun sampai leher para presiden aja.
Kita sempat menjelajahi Presidential Path mengelilingi Mount Rushmore. Tips nya adalah mulailah dari sebelah kiri, karena relatif lebih gak berat dibanding mulai dari sebelah kanan. Dengan menjelajahi Presidential Path ini kita bisa melihat Mount Rushmore dari beberapa sisi yang berbeda. Buat pencinta fotografi, tentunya sangat menarik karena bisa menemukan angle yang lebih variatif. Terus kalau ada kesempatan bisa lihat Mount Rushmore melalui teropong. Katanya kita bisa lihat kambing gunung nangkring ditengah-tengah mata atau hidungnya Presiden. 😆
More pictures from Mount Rushmore:
That’s a wrap for day 2. Kita menginap semalam di Gilette,Wyoming. Dan besok paginya kita jalan menuju Yellowstone National Park ^.^
woi,, keren abisss loo,, pas travelling pas aghnan ga enak bodi, n u can handle it very well it seems,,, kalo kejadian di gwe, uda panik suraniiiiiiikkk
Aghnan nya masih doyan makan Na. Gak sampai menggigil panas gitu. Kalau dia sampe menggigil gak mau makan lemes pasti gw panik lah say..