Going West Part 4: Old Faithful and Grand Prismatic Spring at Yellowstone National Park

Mari lanjut cerita soal Yellowstone National Park yuk. Setelah beredar di area upper geyser basin kita beranjak ke area lain untuk melihat salah satu geyser paling terkenal di dunia. Yaitu Old Faithful GeyserGeyser ini adalah geyser pertama yang diberi nama di Yellowstone. Dan dibilang paling bisa diprediksikan waktu erupsi nya. Sekitar 91 menit sekali. Di sekitar geyser itu dikelilingi oleh pathways yang mana disediakan banyak tempat duduk agar para turis bisa duduk sambil menunggu Old Faithful erupsi. Di dekat geyser ini didirikan penginapan, tempat makan dan juga gift shop. Kemudian di area informasi nya diberitahu prediksi waktu selanjutnya Old Faithful erupsi. 

Tips nya sih datang kurang lebih 5 menit sebelum waktu yang diprediksikan. Karena ini kejadian alam, jadinya perkiraan waktu erupsi nya bisa plus minus. Kita duduk manis 5 menit sebelum Old Faithful  erupsi. Dan tentunya sedia kamera. Gak cuman aku sih yang sedia kamera, turis-turis lainnya juga udah pada siap untuk merekam. 😛

Continue reading

Going West Part 3: Shell Falls and Yellowstone National Park

Hari ketiga ini yang paling senang kali ya. Soalnya Aghnan udah mulai sehat. Makannya udah lumayan gak sering muntah. Dan obyek tujuan utama hari ketiga ini yang menurut aku paling seru. Kita akan pergi menuju Yellowstone National Park dan sebelumnya kita akan mampir dulu ke Shell Falls masih di state Wyoming. Selama perjalanan pemandangannya udah mulai berbeda. Gak sekedar great plains kayak di hari kedua. Tapi sudah mulai berbukit-bukit. Naiki gunung turunin lembah lah. Jadi lumayan seru.

Shell Falls

Karena kita dari Gilette, kita akan memasuki Yellowstone dari arah timur. Yang mana kita akan melewati Bighorn National Forest. Nah di dalam Bighorn inilah ada Shell Falls. Shell Falls ini salah satu tempat kita istirahat buat ke restroom dalam perjalanan ke Yellowstone. Tapi disini view nya keren banget nget nget. Alhamdulillah cuacanya pas cerah banget juga. Dan disini sesuai nama tempatnya memang ada air terjun yang jatuh diantara bebatuan granit. Berhubung waktu istirahatnya sebentar jadi langsung deh siap-siap foto. 😛
Continue reading

Going West Part 2 : Crazy Horse and Mount Rushmore

Hari kedua dan kita langsung berangkat pagi-pagi menuju South Dakota dari Denver, Colorado. Kita melewati Wyoming sebelum belok ke South Dakota. Sepanjang perjalanan kita lihat hamparan ladang pertanian luas tentunya dengan sapi-sapi yang lagi asik mengunyah rumput. Gak ada gunung atau bukit, mungkin karena itulah mereka bilang daerah itu The Great Plains. Dan lumayan sepi juga. Maksudnya, di depan dan di belakang itu ya kosong jalanan. Jarang lihat mobil. Ngeri juga ya kalau nyetir sendirian. Pokoknya suasananya country banget. Emang pas sambil dengerin lagu-lagu country. Wkwkwkwk..

Total perjalanan itu kurang lebih 4.5 jam ke Crazy Horse, South Dakota dan kita sempat stop di salah satu rest area di Wyoming. Pas cuaca lagi cerah, dan langitnya juga bagus banget. Marilah kita foto-foto dulu.
Continue reading

Going West Part 1

Holaaa, akhirnya ada waktu buat cerita trip kita yang teranyar. Dan ini pun nulisnya sambil killing time nemenin suami nyetir ke Chicago. Kejar setoran mbak? Yoi! Kalau The Kardashian moto nya YOLO (You Only Live Once). Kalau aku sekarang moto nya YOLIUPO (You Only Live in USA Probably Once) 😆 Jadi ya make the most of it. Termasuk diantaranya mengunjungi objek wisata Amerika yang terkenal. Karena summer terkorting bulan puasa 1 bulan dan summer class 1.5 bulan. Jadi totalnya kita cuman punya waktu 1 bulan buat menjelajah. Dan itupun berasa gak cukup. Trip ini buktinya. Sebetulnya ini trip yang direncanakan paling terakhir dan yang bukan kita banget sebetulnya. Soalnya kita ikutan kayak tur gitu. Yang mana mungkin ini pertama kalinya kita bertiga ikut tur (yang pake tur leader dkk).

Kenapa begitu? Ya soalnya kita ada konstrain waktu dan tenaga sedang maunya banyak banget. Setelah jadwal di bolak balik kita akhirnya cuman punya waktu di minggu terakhir bulan puasa. Bakalan berat sih travelling bulan puasa, tapi bukannya gak mungkin. Karena ada konstrain tenaga itulah, dan aku gak punya waktu buat atur-atur itinerary dan budget akhirnya ikutan tur solusi paling tepat. Buat pak supir apalagi, kita tinggal duduk manis, merem udah nyampe deh ke tujuan. Cons nya juga ada sih ikut tur, tapi nanti belakangan deh dibahasnya.
Continue reading