After Nemo Blizzard

Emang bener kata orang ya. Habis gelap terbitlah terang. Atau dalam kasus ini. Habis badai salju terbitlah main di salju!!. Bangun pagi ngintip keluar masih salju, dan tebelnya gak karu-karuan. Jendela rumah (maklum apartment lantai bawah) udah ketutup 1/4 πŸ˜† . Bersyukur karena bisa melalui malam hari tanpaΒ power outage. Dan pagi hari sih masih melakukan kegiatan kayak biasa di rumah. Sampai akhirnya ngeh kalau salju nya udah berhenti turun, langsung deh aku cabcus keluar buat ngecek kondisi di luar apartment gimana.Β And Newton changed into Snowland… Literally..Β Putih salju dimana-mana. Dan karena masih baru aja selesai turun jadi saljunya masih bersiiiih banget dan masih cling kristal nya.Β It is one hell of a view..Β Langsung ambil boots coat dan keluar..

Teras apartment kerendam salju semata kaki. Dan di depan mata itu salju semua. Gundukan salju dimana-mana. Jalanan udah gak keliatan. Udah gak jelas mana jalan mobil sama tempat pejalan kaki. Secara modal nekat ya. Langsung deh nyemplung ke gundukan salju itu. Emang udah kepengenan sih pengen masuk ke gundukan salju itu πŸ˜† Harus pelan-pelan turun dari teras apartment, tapi begitu sampai bawah, tergokil lah ya. Saljunya tingginya setengah badan gw.. πŸ˜† Terakhir ngalamin salju abis konser Coldplay itu ya tingginya gak kayak gini. Ini mah dua kalinya kali. Foto-foto bentar abis itu balik masuk ke rumah. Pengen ajak Aghnan sama si mama ngalamin serunya main di salju setebel itu tapi Aghnan mesti makan buahnya dulu. Setidaknya ngisi perutnya dulu lah.
Continue reading

This is Nemo

They said this Nemo (Blizzard 2013) will be the worst blizzard in the history of Boston. The Governor declares states emergency and issues travel ban applies to all road begins 4 pm this evening. This ban is also the first since 1978. Public transportation has stopped operation since 3.30 pm. And the snow will get worst tonight. Approximately snow will accumulate to 18-24 inches (45-60 cm) -.-”

This is how it looks in front of my apartment..
Continue reading

Life in Boston, So Far..

Gak berasa Spring semester udah dimulai. Tugas-tugas udah mulai numpuk dan kita pun sudah mulai terbiasa dengan rutinitas tiap hari. Tentunya masih dibantu dengan Eyang Ti yang gak mau pulang ke Jakarta sampai ulang tahunnya Aghnan. Gpp sih, jadi nanti pas spring break masih bisa ajak mama jalan-jalan lagi ke DC. Kuliah terasa lebih rileks semester ini. Bukan berarti lebih gak intense belajar nya. Cuman udah kebayang kayak gimana beratnya. Jadi lebih pinter manajemen waktu nya. Terus mulai bisa milih mata kuliah mana yang lebih managable dengan kondisi gw sekarang. Gak bisa terlalu idealis juga yang penting balance semuanya. Constraint utama tentunya waktu ya. Dan ini dia yang harus pinter-pinternya di atur. Kenapa begitu? Soalnya kan sekarang udah ada Aghnan sama Ayah. Gak bisa dong aku kerjaannya belajar mulu kayak semester lalu. Harus ada satu hari kosong khusus senang-senang dan refreshing sama mereka. Gak harus pas wiken, bisa juga pas hari biasa disaat kuliah kosong. Alhamdulillah semester ini dosennya enak-enak semua. Dan semua mata kuliahnya aku bener-bener suka. Jadi ya tetap aim higher, do my best dan tawakkal abis itu.

Yang berat sih menyesuaikan kewajiban baru nih. Bangun extra pagi demi masak buat mereka. Dan masaknya kan sekalian buat makan pagi, siang dan malam. Pokoknya dapur teritori aku lah. Yang tadinya bisa ngabisin 2 jam buat nyiapin semuanya sekarang 45 menit udah beres semuanya. Udah nemuin menu-menu andalan yang jadi favorit ayah sama Aghnan. Jadi lebih enak kalau belanja bulanan sekarang. Udah ngerti kira-kira belanja nya gimana. Awalnya sih lumayan capek gak karu-karuan. Ya bayangin aja, tiap hari rata-rata baru tidur jam 1/2 pagi abis ngerjain tugas atau belajar terus bangun pagi nyiapin semuanya. Yang kayak gini gak cuman aku, ayah juga rutinitasnya sama. Bedanya ayah kerja (nyesuain jam kerja Indo) aku belajar. Belum lagi urusan rumah lainnya macam laundry dan beberes. Ya berhubung gak ada teknologi si mbak ya semuanya dikerjain berdua. Hehehe, awalnya rusuh tapi ya lama-lama terbiasa. I guess we’re adjusting pretty good..

Continue reading

New York For Lady Liberty

Back to New York! but this time with the whole family.. πŸ™‚ Actually, the time couldn’t be more wrong, because for that weekend, New York was super freezing. It’s even colder than Boston. And the wind was crazy. Your hand was like freezing instantly.. But that weekend was the last weekend before my dad went back to Indonesia and he was dying to meet lady liberty.. πŸ™‚

We decided to take Amtrak to go to New York and we found a very nice new hotel near Penn Station. All of them were on request of my dad. We went on the earliest train to New York. Once arrived and checked into the hotel, we took the subway directly to 5th avenue.
Continue reading